
Makronedia.id — JAKARTA, – Forka Films resmi merilis trailer dan poster film “Empat Musim Pertiwi”, karya terbaru dari sutradara Gadis Kretek, Kamila Andini.
Melalui trailernya, Empat Musim Pertiwi menunjukkan skala produksi terbesar Forka Films dengan penjelajahan artistik yang eksploratif. Film ini menjanjikan cinematic experience yang belum pernah tersaji di layar sinema Indonesia dan hanya dapat dinikmati di layar bioskop.
Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026. Sebelumnya, Empat Musim Pertiwi dengan judul internasional “Four Seasons in Java” akan menjalani World Premiere di *Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 pada September. Setelah itu film ini juga akan tayang di Busan International Film Festival (BIFF) 2026 dalam program A Window On Asian Cinema.
Kisah “Perjalanan Pulang” dengan Balutan Sci-fi.
Film ini mengikuti perjalanan Pertiwi (Putri Marino), yang pulang ke tanah kelahirannya setelah puluhan tahun pergi. Di kampung halamannya, Pertiwi bertemu kembali dengan orang-orang dari masa lalunya. Ada mereka yang memberinya “musim baik”, hingga mereka yang menjadi “musim terburuk” dalam hidupnya.
Poster resmi menampilkan sosok Pertiwi sebagai perempuan yang tampak telah melalui berbagai fase kehidupan dan siap menghadapi berbagai peristiwa.
Bagi Kamila, film ini menjadi ruang untuk menyuarakan keresahan melalui balutan cross-genre. Salah satu genre baru yang ia coba adalah sci-fi.
“Sebenarnya, secara personal saya sangat menyukai film-film sci-fi. Namun, baru sekarang saya merasa punya kebutuhan untuk menampilkan sesuatu lewat sci-fi secara yang lebih luas dan universal,” ujar Kamila Andini.
Syuting dilakukan pada 2025 hampir sepenuhnya di Bromo, mulai dari area permukiman, persawahan, hingga titik berpasir. Ifa Isfansyah menyebut ini sebagai syuting skala terbesar Forka Films yang membutuhkan logistik besar.
Diperankan Lintas Generasi dan Representasi Keberagaman.
Selain Putri Marino dan Arya Saloka, film ini juga dibintangi sederet aktor lintas generasi seperti Christine Hakim, Hana Malasan, Shofia Shireen, Nagra Pakusadewo, Dwika Pradnyana, Maryam Supraba, Hanna Aretha, dan Totos Rasiti.
Menariknya, keterlibatan Dwika aktor dengan vitiligo dan Hanna aktor tuli menjadi bentuk representasi keberagaman dalam film ini.
Bagi Putri, memerankan Pertiwi adalah tantangan berat. Ia mengaku mendapat bantuan dari Kamila dalam mendiskusikan desain karakternya. Salah satunya saat diberikan novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi.
“Di sini, aku diminta untuk menjadi seseorang yang seperti sudah mati di dalamnya, dingin. Salah satu yang juga sebenarnya membantuku untuk mengembangkan karakter Pertiwi adalah saat aku diberi bahan bacaan buku Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi, dan aku akhirnya bisa memahami apa yang dilalui Pertiwi,” ujar Putri Marino.
Ko-Produksi 6 Negara dan Dipercaya Goodfellas.
Sebagai proyek terbesar Forka Films, Empat Musim Pertiwi merupakan ko produksi enam negara: Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia. Film ini juga didukung dan kolaborasi bersama Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros, serta disponsori Oriflame.
Lebih lanjut, _Empat Musim Pertiwi_ resmi mendapatkan representasi internasional dari Goodfellas, salah satu international sales agent asal Prancis yang dikenal menangani film-film auteur dengan perjalanan kuat di festival film dunia.
Goodfellas dikenal bekerja sama dengan filmmaker bervisi artistik kuat dan menangani film yang mendapat pengakuan di Cannes Film Festival dan Academy Awards. Beberapa film yang pernah ditangani di antaranya adalah Shoplifter, Titane, Fjord, hingga pemenang Piala Oscar Pan’s.
Bagi Forka Films, partnership ini bukan sekadar langkah distribusi internasional, tetapi juga bentuk kepercayaan terhadap kualitas artistik, skala produksi, dan potensi internasional film Indonesia.
Ide film ini sendiri sudah ada sejak 2017 dan menjadi reuni tim Gadis Kretekb antara Kamila Andini, Ifa Isfansyah, Putri Marino, serta Arya Saloka.
Saksikan “Empat Musim Pertiwi” di bioskop mulai 8 Oktober 2026.
Ikuti perkembangan terbaru melalui Instagram @forkafilms.







