• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, February 28, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mengatasi Mental Block dan Menumbuhkan Keberanian: Kunci Sukses Berwirausaha Sejak SMK

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
July 26, 2024
in Ekonomi, Feature, Nasional, Pendidikan
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Keberanian menjadi modal utama bagi para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengatasi mental block dalam memulai usaha. Dengan dukungan program kewirausahaan dari sekolah, potensi para siswa diharapkan dapat berkembang pesat, bahkan sejak mereka masih di bangku SMK.

Tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di industri, lulusan SMK kini didorong untuk menjadi wirausaha mandiri. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi keterbatasan lapangan pekerjaan dan menciptakan peluang baru bagi masyarakat.

RelatedPosts

“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Dalam talkshow bertajuk “Buka Usaha Tak Perlu Tunggu Tua” yang merupakan bagian dari Acara Harvesting Gernas BBI/BBWI X Vokasifest 2024, Dea Goesti Rizkita, Puteri Indonesia Perdamaian 2017, menggarisbawahi pentingnya keberanian dalam memulai bisnis. “Mental block sering kali muncul dalam bentuk pertanyaan pesimis seperti tidak punya modal atau merasa tidak berbakat. Ini harus diatasi. Sekolah harus mengajarkan keberanian kepada siswa untuk memulai usaha dan mengatasi mental block ini,” ujar Dea.

Menurut Dea, keberanian untuk memulai bisnis adalah keterampilan krusial. Dengan keberanian, pemikiran seseorang akan terus berkembang dan tidak terhenti pada ide-ide yang tidak pernah diwujudkan. “Jika terlalu banyak berpikir negatif dan menunda-nunda, maka ide-ide hanya akan menjadi block dan tidak akan berkembang,” tambahnya.

Dea juga menekankan pentingnya menemukan alasan yang kuat untuk memulai bisnis. Alasan ini akan memotivasi dan membantu siswa mengatasi hambatan yang mungkin muncul di sepanjang perjalanan kewirausahaan.

Ani Syafa’atun, Instruktur Produk dan Manajer Operasional di Budi Mulia Dua Culinary School Yogyakarta, menambahkan bahwa lembaganya selalu berusaha menggali dan mengingatkan motivasi peserta pelatihan dalam memulai bisnis. “Kami berfokus pada mengingatkan tanggung jawab mereka agar tetap fokus dan melanjutkan bisnis yang telah dijalankan,” jelas Ani.

Mulia Mudifia Dinata, pemilik Daisydifs dan lulusan SMKN 1 Cikalongkulon, Cianjur, berbagi pengalaman tentang bimbingan yang diterimanya dari sekolahnya. Fia, sapaan akrabnya, mengaku awalnya tidak percaya diri dalam menjalankan bisnis thrift shop. Namun, dukungan penuh dari sekolah membantunya untuk percaya diri dan mengembangkan bisnisnya. “Program Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) yang saya ikuti memberikan bimbingan dari ide bisnis hingga pemasaran produk, yang sangat membantu saya,” kata Fia.

Fia juga memberikan pesan motivasi kepada teman-teman di dunia pendidikan vokasi untuk terus berlatih dan menggali potensi diri. “Jangan takut gagal dan terus tekun. Proses yang konsisten akan membuahkan hasil yang baik,” ujarnya.

Kiki Yuliati, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, mengungkapkan dukungannya terhadap peningkatan jumlah wirausaha di Indonesia. “Kami terus mendorong siswa SMK untuk berwirausaha melalui kurikulum yang dirancang bersama industri, teaching factory, dan pembelajaran berbasis proyek (PBL). Semua ini dikembangkan untuk menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” jelas Kiki.

Acara Gernas BBI/BBWI X VokasiFest 2024, yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi DKI Jakarta, bertujuan mendukung pengembangan UMKM dan memperkenalkan pendidikan vokasi kepada masyarakat. Sesi talkshow kewirausahaan menjadi salah satu rangkaian acara untuk mendorong siswa dalam mengembangkan keterampilan kewirausahaan mereka. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

February 27, 2026
Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
ShopeePay dan SeaBank Apresiasi 36 Agen Perubahan Lewat SPARK Awarding Night

ShopeePay dan SeaBank Apresiasi 36 Agen Perubahan Lewat SPARK Awarding Night

February 22, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In