• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, October 31, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Berita

ShopeePay dan SeaBank Apresiasi 36 Agen Perubahan Lewat SPARK Awarding Night

Literasi atau Strategi Ekosistem?

Editor by Editor
February 22, 2026
in Berita, Digital Life, Ekonomi, Makro, Mikro, Pendidikan, Tekno
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Makronesia.id – Di tengah percepatan adopsi layanan keuangan digital di kalangan generasi muda, inisiatif literasi finansial yang digagas pelaku industri fintech semakin sering muncul. Namun, pertanyaan mendasarnya tetap sama: sejauh mana program tersebut benar benar menjawab akar persoalan literasi keuangan mahasiswa, bukan sekadar memperluas ekosistem pengguna baru.
Hal itu juga tercermin dalam penutupan SPARK Student Ambassador Program yang diselenggarakan oleh ShopeePay bersama SeaBank Indonesia melalui acara Awarding Night pada Februari 2026 di Jakarta. Program yang berlangsung selama lima bulan ini mengapresiasi 36 mahasiswa dari berbagai kampus yang dilatih memahami pengelolaan keuangan sekaligus dinamika industri fintech yang semakin ketat regulasinya.

Literasi atau Strategi Ekosistem?
Secara konseptual, SPARK menempatkan literasi sebagai fondasi utama. Para peserta mengikuti pembelajaran terstruktur, inisiatif berbasis kampus, hingga pelatihan soft skills. Pihak penyelenggara menekankan bahwa program ini bertujuan membangun kebiasaan finansial yang bertanggung jawab sekaligus membentuk agen literasi di lingkungan mahasiswa.

RelatedPosts

Secangkir kopi kekinian pun lebih mahal. Rp49.000 sebulan, PS5 kamu kini bisa jadi bioskop anime tanpa iklan.

Rupiah Rp18.183 Rekor Terlemah, The Fed Tahan Bunga: Drama Sebenarnya Baru Mulai Desember

Dari TikTok, QRIS sampai AI: Indonesia Ngebut Digital, Warganya Sudah Siap?

Direktur Utama ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari, menyatakan program tersebut diarahkan agar mahasiswa mampu menggunakan layanan keuangan digital secara bijak dan berkelanjutan. Sementara Wakil Direktur Utama SeaBank Indonesia, Junedy Liu, menekankan pentingnya membangun kebiasaan finansial sehat sejak usia muda.

Namun secara kritis, program seperti ini juga tidak dapat dilepaskan dari kepentingan strategis industri. Literasi finansial sering berjalan beriringan dengan penetrasi pasar. Dengan melibatkan mahasiswa sebagai “ambassador”, perusahaan fintech berpotensi memperoleh dua manfaat sekaligus: peningkatan pemahaman publik dan perluasan basis pengguna yang lebih loyal sejak dini.
Dalam konteks Indonesia, di mana tingkat literasi keuangan masih relatif tertinggal dibanding tingkat inklusi, pendekatan edukatif berbasis komunitas memang relevan. Tetapi tantangan berikutnya adalah memastikan literasi tidak berhenti pada pemahaman produk perusahaan tertentu, melainkan benar benar menumbuhkan kemampuan berpikir kritis terhadap risiko finansial digital.

Pendidikan Finansial vs Konsumerisme Digital
Program SPARK juga menghadirkan sesi dialog bersama perencana keuangan Prita Ghozie yang membahas pentingnya tujuan finansial realistis, disiplin, dan ketahanan finansial jangka panjang. Tema ini menjadi krusial mengingat generasi mahasiswa adalah kelompok yang paling rentan terhadap impuls konsumsi digital, mulai dari paylater hingga transaksi berbasis promo.
Di sinilah muncul paradoks yang sering melekat pada program literasi yang digagas industri: edukasi tentang pengelolaan keuangan berjalan berdampingan dengan model bisnis yang justru mendorong peningkatan transaksi.

Tanpa penguatan aspek kritis, literasi bisa berubah menjadi sekadar kemampuan menggunakan layanan digital, bukan kemampuan mengendalikan perilaku finansial.

Peran Regulasi dan Masa Depan Literasi
Program ini juga menekankan bahwa sektor fintech kini berada dalam pengawasan ketat regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia. Pengawasan ini menjadi faktor penting karena literasi keuangan digital tidak hanya berkaitan dengan pemahaman produk, tetapi juga perlindungan konsumen.

SeaBank sendiri merupakan bagian dari Sea Limited, kelompok teknologi global yang mengandalkan ekosistem digital terintegrasi. Fakta ini memperlihatkan bahwa literasi finansial kini tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi ekonomi digital yang lebih luas.
Antara Edukasi dan Branding

Penghargaan kepada para mahasiswa, termasuk peserta dari Universitas Indonesia yang meraih prestasi individu dan kelompok, menunjukkan bahwa program ini memiliki dampak personal dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan kepemimpinan.

Meski demikian, evaluasi jangka panjang menjadi kunci. Keberhasilan program literasi tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau kegiatan edukasi, melainkan dari perubahan perilaku finansial nyata: kemampuan menabung, pengelolaan utang, serta ketahanan terhadap godaan konsumsi digital.
Pada akhirnya, SPARK mencerminkan dinamika baru literasi keuangan di era fintech: sebuah wilayah yang berada di persimpangan antara edukasi publik dan ekspansi industri. Tantangan terbesar ke depan bukan hanya meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang layanan keuangan digital, tetapi memastikan literasi benar benar melahirkan pengguna yang mandiri, kritis, dan tidak mudah terjebak dalam arus konsumerisme teknologi finansial. (Budi Alimuddin)

Tags: LiterasiSeabankShopeePaySPARK Student Ambassador Programteknologi
ShareTweetPin

Related Posts

Secangkir kopi kekinian pun lebih mahal. Rp49.000 sebulan, PS5 kamu kini bisa jadi bioskop anime tanpa iklan.

Secangkir kopi kekinian pun lebih mahal. Rp49.000 sebulan, PS5 kamu kini bisa jadi bioskop anime tanpa iklan.

October 29, 2026
Rupiah Rp18.183 Rekor Terlemah, The Fed Tahan Bunga: Drama Sebenarnya Baru Mulai Desember

Rupiah Rp18.183 Rekor Terlemah, The Fed Tahan Bunga: Drama Sebenarnya Baru Mulai Desember

October 29, 2026
Dari TikTok, QRIS sampai AI: Indonesia Ngebut Digital, Warganya Sudah Siap?

Dari TikTok, QRIS sampai AI: Indonesia Ngebut Digital, Warganya Sudah Siap?

October 16, 2026
diambil dari pikiran Rakyat

Darmawan Prasodjo Tinggalkan Kursi Dirut PLN, Apa Warisannya bagi Listrik Indonesia?

October 16, 2026
Cara Bikin QRIS untuk Warung, Cukup Pakai HP dan KTP

Cara Bikin QRIS untuk Warung, Cukup Pakai HP dan KTP

October 16, 2026
Pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat Indonesia. QRIS kini menjangkau puluhan juta merchant, mayoritas merupakan pelaku UMKM.

Dari Warung Kampung ke Portofolio Saham: Ponsel Mengubah Cara Indonesia Berdagang dan Berinvestasi

October 16, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In