• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Thursday, March 26, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Menggali Potensi Energi Surya di Indonesia: Tantangan dan Peluang

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
May 27, 2024
in Ekonomi, Feature, Nasional
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Di sektor energi Asia Tenggara, bahan bakar fosil masih mendominasi, mencakup sekitar 83% dari campuran energi wilayah ini. Energi terbarukan baru menyumbang 14,2%, dengan energi surya yang masih belum dimanfaatkan secara optimal. Meskipun Vietnam telah mencapai kemajuan signifikan dengan 20,5% dari energi terbarukannya berasal dari surya, Indonesia masih jauh tertinggal dengan kontribusi kurang dari 1%.

Sebagian besar wilayah Indonesia yang terpencil, sekitar 40%, tersebar di pulau-pulau di luar Jawa. Tantangan geografis ini membuat jaringan listrik nasional sulit mencapai daerah-daerah tersebut dalam waktu dekat. Infrastruktur yang rumit ini menuntut pemanfaatan sumber daya terbarukan yang melimpah secara efektif.

RelatedPosts

Lonjakan Transaksi Digital 130% Jelang Lebaran Uji Ketahanan Operasional dan Pendapatan Perusahaan

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

Sebuah pembangkit listrik berkapasitas satu gigawatt mampu menyediakan listrik untuk sekitar 750.000 rumah. Saat ini, peradaban global bergantung pada sekitar 17,7 terawatt daya dari berbagai sumber energi—minyak, batu bara, gas alam, serta alternatif seperti surya, angin, dan tenaga air.

Helen Wong, Managing Partner di AC Ventures, berbicara mengenai pandangan energi surya di Indonesia. Sebagai negara terpadat di Asia Tenggara, Indonesia menyumbang 40% dari konsumsi energi wilayah tersebut.

Prospek energi surya di Asia Tenggara sangat menjanjikan. Wilayah ini memiliki potensi teknis sebesar 17 terawatt—lebih dari 20 kali kapasitas yang diperlukan untuk mencapai target emisi nol bersih pada 2050. Namun, kapasitas energi terbarukan saat ini hanya mencapai 99 gigawatt.

Pemerintah Indonesia dan International Partners Group (IPG) meluncurkan Kemitraan Transisi Energi yang Adil Indonesia (JETP Indonesia) pada KTT G20 di Bali. Kesepakatan ini bertujuan menghimpun dana sebesar US$20 miliar untuk mengurangi emisi sektor energi di Indonesia. Salah satu fokusnya adalah memensiunkan pembangkit listrik batu bara yang saat ini menyumbang 60% dari campuran energi lokal. Targetnya adalah mencapai 19%-21% energi terbarukan pada tahun 2030.

Helen Wong menjelaskan, “Keperluan mendesak untuk mengambil tindakan terhadap perubahan iklim sangat jelas, terutama di Asia Tenggara. Indonesia perlu mengatasi overinvestasi dalam batu bara yang mengakibatkan surplus listrik murah. Diskusi JETP seharusnya dianggap sebagai dorongan bagi investor iklim global.”

Optimis tentang masa depan energi surya di Indonesia, Helen menjelaskan bahwa AC Ventures sering menemukan proyek-proyek surya yang terbagi dalam tiga kategori: skala utilitas, komersial dan industri, serta residensial. Saat ini, sektor komersial dan industri menjadi yang paling menjanjikan.

“Xurya, perusahaan dalam portofolio kami, adalah pemain terbesar di pasar komersial dan industri Indonesia saat ini, menyediakan energi bersih untuk perusahaan multinasional dengan kapasitas sekitar 200 megawatt,” kata Helen.

Helen menekankan pentingnya teknologi untuk meningkatkan hasil energi surya, seperti pelacak dan perangkat lunak untuk evaluasi atap yang cocok. Penggunaan IoT dalam audit proyek energi terbarukan juga semakin penting untuk mendukung pembiayaan hijau.

“Pembiayaan sangat penting karena biaya awal untuk proyek surya cukup besar. Kita perlu memahami bagaimana perusahaan dapat mengelola pengembalian investasi awal mereka dan arus kas mereka,” jelasnya.

Dukungan dari lembaga keuangan pembangunan sangat besar, dengan potensi solusi pembiayaan yang bervariasi untuk memperkuat industri ini. Koneksi grid yang lebih baik diharapkan tercapai pada tahun 2028, dengan investasi lebih dari US$300 miliar diperlukan untuk distribusi dan transmisi energi terbarukan.

“Grid perlu ditingkatkan untuk menangani sumber energi yang lebih intermiten seperti surya,” tambah Helen. “AC Ventures berkeinginan untuk mendukung transisi energi di Asia Tenggara secara luas.” (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Lonjakan Transaksi Digital 130% Jelang Lebaran Uji Ketahanan Operasional dan Pendapatan Perusahaan

Lonjakan Transaksi Digital 130% Jelang Lebaran Uji Ketahanan Operasional dan Pendapatan Perusahaan

March 23, 2026
Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

March 16, 2026
Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

March 12, 2026
Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

March 16, 2026
Maybank Syariah Salam Festival 2026: Maybank Indonesia Salurkan Bantuan Rp1,98 Miliar dari Ramadan hingga Idul Adha

Maybank Syariah Salam Festival 2026: Maybank Indonesia Salurkan Bantuan Rp1,98 Miliar dari Ramadan hingga Idul Adha

March 12, 2026
Imlek 2026 dan Peta Baru Wisata Domestik: Ketika Batam Mencuri Perhatian

Imlek 2026 dan Peta Baru Wisata Domestik: Ketika Batam Mencuri Perhatian

March 23, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Agar Mobil Nggak Ngambek Saat Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In