• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Thursday, May 7, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Perkumpulan Hijau Tuding Tahun Ini Pemda Jambi Gagal Antisipasi Kebakaran Hutan

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
August 16, 2019
in Nasional
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAMBI, Makronesia.id – Direktur Perkumpulan Hijau, Koordinator Simpul Jaringan Pantau Gambut Jambi, Fery Irawan, menyesalkan masih terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi tahun ini dan menilai pemerintah daerah gagal mengantisipasi terjadinya karhutla tersebut.

“Pemerintah daerah saya nilai telah lalai dalam mengelola lahan gambut ini. Artinya, yang dibentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) itu gagal, karena sudah ada api yang seharusnya tidak terjadi kebakaran lahan gambut seperti saat ini,” ujar Fery Irawan, di Jambi, Jumat (16/8/2019).

RelatedPosts

KAI Gelar Tahlilan dan Doa Bersama untuk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

PKP Tegaskan Pendidikan Nasional Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Manusia Indonesia

Tragedi Bekasi Timur Tewaskan 14 Orang, Riza Primadi Sebut Dugaan DDT Mangkrak Jadi Akar Masalah

Fery menyebut, kebakaran yang terjadi sekarang sulit dipadamkan apinya itu terjadi pada lahan gambut sehingga membuat petugas Satgas Karhutla kesulitan untuk memadamkan api.

Ia pesimis lahan gambut yang terbakar pada musim kemarau yang terjadi saat ini bisa cepat dipadamkan karena persoalannya mampu apa tidak memadamkan api di lahan gambut karena gambut itu sudah rusak dari sebelumnya.

Menurutnya, salah satu caranya untuk mengantisipasi kebakaran tidak meluas di lahan gambut dengan cara pembasahan total dan perendaman lokasi tersebut dengan air dan kita saat ini tidak bisa menyalahkan tim Satgas Karhutla yang setiap hari memadamkan api di lokasi, karena tugas mereka pas ada kebakaran baru diturunkan. Seharusnya sebelum terjadi kebakaran itu dikelola lahannya dengan benar.

Dia menyontohkan, agar adanya kebijakan di sektor gambut karena yang merusak gambut adanya faktor kekeringan-kekeringan. Harusnyo BRG, pihak perusahaan dan gubernur bisa mengelola lahan gambut itu sehingga harusnya ada komitmen bersama dalam bentuk kerja dari gubernur.

Dengan adanya kejadian ini, BRG pada 2016 telah menggelar Joint Symposium soal Merestorasi Gambut Indonesia, di Ruang Rimbawan 1, Manggala Wanabakti. Kegiatannya saat itu, dimaksudkan untuk memperkuat komitmen 11 Perguruan Tinggi dan Pemimpin Daerah yang ada di wilayah daerah rawan kebakaran lahan dan gambut.

Saat itu, secara konkret komitmen mereka telah disepakati bersama dalam MoU yang telah ditandatangani sebagai keseriusan mereka untuk berkontribusi secara nyata merestorasi gambut di wilayahnya masing-masing.

Ironisnya, sejak awal tahun kemarin sudah ada peringatan dari BMKG Jambi yang menyatakan akan adanya kemarau panjang sehingga seharusnya semua pihak sudah hati-hati karena lahan gambut itu kalau sudah kering akan mudah terbakar.

“Presiden juga sudah membentuk BRG untuk mengatasi kebakaran di gambut yang seharusnya dikasih kewenangan penuh, jangan hanya jadi tameng dan untuk melepaskan tanggungjawab bila terjadi kebakaran di lahan gambut, sementara kewenangannya masih tetap di Kementerian LHK,” jelas Fery Irawan. (WS/Senayanpost.com/BA)

Tags: JambiPerkumpulan Hijau
ShareTweetPin

Related Posts

KAI Gelar Tahlilan dan Doa Bersama untuk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

KAI Gelar Tahlilan dan Doa Bersama untuk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

May 4, 2026
PKP Tegaskan Pendidikan Nasional Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Manusia Indonesia

PKP Tegaskan Pendidikan Nasional Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Manusia Indonesia

May 2, 2026
Tragedi Bekasi Timur Tewaskan 14 Orang, Riza Primadi Sebut Dugaan DDT Mangkrak Jadi Akar Masalah

Tragedi Bekasi Timur Tewaskan 14 Orang, Riza Primadi Sebut Dugaan DDT Mangkrak Jadi Akar Masalah

April 30, 2026
“Momentum Ziarah Syawali Tegaskan Rumah Rakyat dan Persatuan Jadi Kunci Masa Depan Indonesia”

“Momentum Ziarah Syawali Tegaskan Rumah Rakyat dan Persatuan Jadi Kunci Masa Depan Indonesia”

April 1, 2026
Deklarasi Relawan Nusantara Dukung Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin SE. MM Maju Sebagai Presiden 2029–2034

Deklarasi Relawan Nusantara Dukung Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin SE. MM Maju Sebagai Presiden 2029–2034

March 29, 2026
BMI Kecam Keras Atas Fitnah Terhadap AHY

BMI Kecam Keras Atas Fitnah Terhadap AHY

March 29, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Agar Mobil Nggak Ngambek Saat Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In