• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Wednesday, March 25, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Proses Divestasi Freeport Harus Terbuka

Editor by Editor
October 19, 2018
in Ekonomi, Nasional
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Makronesia.id – Kejelasan atas kesimpangsiuran kabar mengenai proses divestasi PT Freeport Indonesia kembali mencuat. Para pemangku kepentingan bertanya-tanya atas proses tahapan demi tahapan yang dilakukan oleh pemerintah.

Ketua Umum PERHAPI, Tino Ardhyanto mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mendukung langkah pemerintah melalui PT INALUM untuk merealisasikan divestasi melalui aksi korporasi yang telah mencapai tahapan Sales Purchase Agreement (SPA).

RelatedPosts

Lonjakan Transaksi Digital 130% Jelang Lebaran Uji Ketahanan Operasional dan Pendapatan Perusahaan

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

Sehingga, pihak terkait perlu bersama-sama mengawal dan memastikan bahwa tahapan ini terus berlangsung, hingga terwujudnya kepemilikan saham 51 persen atas PT Freeport Indonesia.  Dengan atau tanpa harus menambah kewajiban finansial yang telah disepakati bersama dalam SPA.

Untuk itu Tino juga menghimbau agar seluruh pihak yang terlibat dalam proses divestasi ini dapat menyampaikan informasi secara terbuka, sehingga dapat mengurangi kesimpangsiuran di dalam pemahaman para pemangku kepentingan yang lain.

“Maksudnya, istilah keterbukaan dalam konteks ini adalah keterbukaan dari Pemerintah dan Legislatif untuk melihat proses divestasi ini lebih makro, sebab ini untuk kepentingan nasional,” kata Tino, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (19/10).

Pemahaman bersama dari pemerintah dan legislatif mengenai perlunya realisasi divestasi kepemilikan saham PT Freeport Indonesia untuk manfaat yang lebih baik sangat penting.

“Kesatuan sikap dari pemerintah dan Legislatif dalam proses realisasi divestasi ini dapat menjadi penggerak utama. Dan, PERHAPI siap untuk menjadi mitra strategis di dalam mengawal proses ini,” tegas Tino.

Sebelumnya, Ketua Komisi VII DPR-RI, Gus Irawan Pasaribu mengatakan rencana pemerintah menyerap divestasi saham 51 persen PT Freeport Indonesia hanya sebuah angan-angan. Pasalnya hingga saat ini negosiasi perusahaan raksasa tambang Amerika Serikat (AS) itu dengan pemerintah masih menemui jalan buntu.

Anggota DPR dari Partai Gerindra ini menegaskan hingga saat ini saham Freeport yang dikuasai pemerintah baru hanya 9,36%. “Saya pastikan, saham pemerintah itu masih 9,36% belum di atas 50%. Jadi saham yang 50% yang dikatakan pemerintah itu hanya angan-angan, karena sampai saat ini belum terbukti,” ujar Gus Irawan dalam acara seminar energi, di Kampus Unika Santo Thomas, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Mantan Dirut Bank Sumut ini mengatakan pihaknya juga mendorong pemerintah bertindak tegas kepada Freeport terkait kewajiban membangun pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) di dalam negeri sesuai dengan UU Nomor 4/2009, tentang pertambangan mineral dan batubara.

“Artinya, barang mentah yang dihasilkan perusahaan tambang harus diolah di dalam negeri bukan dikirim ke luar negeri,” terang dia.

Menurutnya, UU itu juga mewajibkan setiap perusahaan untuk membangun smelter untuk pengolahan bahan mentah tambang oleh perusahaan. Pada aturan tersebut, perusahaan diberi waktu untuk membangun smelter selama 5 tahun. Namun, hingga UU itu diundangkan, smelter tersebut juga belum tersedia.

“Aturan itu diundangkan pada 2009, seharusnya pada 2014 PT Freeport sudah memiliki smelter, namun pada kenyataannya belum ada,” ujarnya.

Komisi VII DPR juga mendesak pemerintah agar mengganti sistem kontrak menjadi izin. Menurutnya, apabila sistem izin diberlakukan, maka posisi negara semakin kuat dibandingkan dengan kontrak. Tentunya, ada ketentuan yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk mendapatkan izin.

Sehingga, apabila mereka melanggar izin, pemerintah lebih leluasa untuk mencabut izin. Selama ini, Negara sering kalah dengan perusahaan apabila sengketa, karena masih berlakunya sistem kontrak,” katanya.

Gus Irawan menduga, PT Freeport tidak akan pernah mau membangun smelter, demi menutupi jumlah bahan mentah yang dibawa ke luar negeri.

”Kalau pemurniannya dilakukan di dalam Negara, tentunya jumlahnya akan diketahui. Selama ini banyak yang tidak diketahui,” tutupnya. (EPAN HASYIM SIREGAR)

Tags: DivestasiDPRRIFreeportSaham
ShareTweetPin

Related Posts

Lonjakan Transaksi Digital 130% Jelang Lebaran Uji Ketahanan Operasional dan Pendapatan Perusahaan

Lonjakan Transaksi Digital 130% Jelang Lebaran Uji Ketahanan Operasional dan Pendapatan Perusahaan

March 23, 2026
Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

March 16, 2026
Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

March 12, 2026
Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

March 16, 2026
Maybank Syariah Salam Festival 2026: Maybank Indonesia Salurkan Bantuan Rp1,98 Miliar dari Ramadan hingga Idul Adha

Maybank Syariah Salam Festival 2026: Maybank Indonesia Salurkan Bantuan Rp1,98 Miliar dari Ramadan hingga Idul Adha

March 12, 2026
Lampung Punya Destinasi Belanja Baru, FooFoo Targetkan Penjualan Rp500 Juta per Bulan

Lampung Punya Destinasi Belanja Baru, FooFoo Targetkan Penjualan Rp500 Juta per Bulan

March 11, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Agar Mobil Nggak Ngambek Saat Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In