• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, February 28, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Stabilitas Harga Emas di Tengah Pergerakan Dolar dan Ketidakpastian Tarif

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
March 28, 2025
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Harga emas (XAU/USD) masih menunjukkan pergerakan stabil dalam perdagangan hari ini, diperdagangkan di sekitar $3.019, didukung oleh pemulihan Indeks Dolar AS (DXY) setelah sempat melemah ke level 104,18. Meskipun katalis baru belum muncul, kondisi ini mengindikasikan bahwa pasar logam mulia masih menunggu perkembangan lebih lanjut, terutama terkait pernyataan Gedung Putih mengenai kemungkinan pengumuman tarif baru oleh Presiden AS, Donald Trump, terhadap sektor otomotif.

Menurut analisis Andy Nugraha dari Dupoin Indonesia, tren bullish pada emas tetap kuat berdasarkan pola candlestick dan indikator Moving Average. Ia memproyeksikan bahwa harga emas berpotensi naik hingga $3.035 jika momentum bullish berlanjut. Namun, jika terjadi pembalikan arah, harga emas bisa mengalami koreksi ke level support terdekat di $3.013.

RelatedPosts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

Pada perdagangan Kamis (27/3), harga emas menghadapi tantangan dari penguatan dolar, dengan DXY naik 0,32% ke level 104,55. Meskipun tekanan tersebut ada, emas tetap kokoh di atas level psikologis $3.000, memberikan harapan bagi investor akan potensi kenaikan lebih lanjut.

Dari segi fundamental, data ekonomi AS menunjukkan peningkatan pesanan barang tahan lama, menandakan kekuatan ekonomi yang mendasari, meskipun kekhawatiran terhadap risiko inflasi yang tetap tinggi juga muncul. Alberto Mussalem dari The Fed St. Louis menyatakan bahwa pasar tenaga kerja mendekati tingkat pekerjaan penuh dan kebijakan suku bunga saat ini masih sesuai dengan kondisi inflasi, meskipun risiko inflasi di atas target 2% semakin meningkat. Sementara itu, Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, mengakui kemajuan dalam menekan inflasi namun menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum suku bunga dapat diturunkan.

Para pelaku pasar kini menantikan rilis Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) inti, acuan utama The Fed dalam mengukur inflasi. Jika data inflasi ternyata lebih tinggi dari perkiraan, penguatan dolar AS bisa berlanjut dan membatasi kenaikan harga emas. Sebaliknya, jika inflasi melandai, emas berpotensi mendapatkan momentum kenaikan yang lebih besar.

Dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga sekitar 64,5 basis poin pada tahun 2025, prospek jangka pendek emas tetap bergantung pada keseimbangan antara tekanan dolar, kebijakan tarif, dan data inflasi mendatang. Para investor terus memantau faktor-faktor ini untuk menentukan strategi investasi mereka di tengah dinamika pasar yang kompleks. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

February 22, 2026
Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

February 8, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In