• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, October 31, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Wapres: Pemeritah Targetkan Tahun ini 0 Persen Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia

Editor by Editor
September 18, 2024
in Nasional
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Wapres

Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin menegaskan pemerintah menargetkan tahun ini penghapusan kemiskinan ekstrem mendekati 0% di Indonesia. Dirinya pun optimisi dengan target ini dapat tercapai. Pasalnya, mengingat tingkat kemiskinan ekstrem yang semula 1,12% pada Maret tahun lalu, sudah turun hingga 0,83% pada Maret tahun ini.

RelatedPosts

Darmawan Prasodjo Tinggalkan Kursi Dirut PLN, Apa Warisannya bagi Listrik Indonesia?

Saldo Tabungan Kecil Menyusut 45%, “Mantab” Jadi Perdebatan: LPS Membantah, Perbanas dan Ekonom Menyanggah

Sudah Ada Piala AFF, Kenapa FIFA Bikin Turnamen Sendiri di Asia Tenggara?

“Kita perlu menjaga agar tren penurunan ini terus berlanjut melalui kolaborasi dan kerja seluruh pemangku kepentingan termasuk kinerja dan peran aktif seluruh kepala daerah,” Kata Wapres pada Rapat

Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem dan Penyerahan Dana Insentif Fiskal Kemiskinan Ekstrem Tahun 2024 di Auditorium Sekretariat Wakil Presiden, Jl. Kebon Sirih No. 14, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2024). 

Wapres menyatakan, dalam pencapaian ini pemerintah masih dihadapkan dengan berbagai tantangan seperti, data sasaran, konvergensi program, kualitas pelaksanaan program, penyesuaian standar garis kemiskinan ekstrem, hingga regulasi pelaksanaan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Untuk itu, demi meningkatkan penyasaran program, pemanfaatan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (Data P3KE) perlu terus dioptimalkan. Karenanya data ini telah digunakan lebih dari 26 kementerian/lembaga dan sudah lebih dari 93% pemerintah daerah memanfaatkan untuk basis data penyasaran program.

“Ke depan, sistem penyasaran yang berlaku nasional dan terintegrasi perlu dikembangkan agar berbagai data yang ada di kementerian/lembaga terhubung satu sama lain,” ujarnya.

Wapres juga mengungkapkan, aspek lainnya yag harus diperhatikan adalah konvergensi dan sinergisitas program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem. Konvergensi dan sinergitas ini tercermin dari upaya Pemerintah yang terus memastikan agar rumah tangga miskin ekstrem menerima seluruh program yang ada. Seperti, program perlindungan sosial, program pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin, dan program peningkatan sarana dan prasarana permukiman.

Dalam hal ini, konvergensi dan sinergitas ini tercermin dari upaya Pemerintah yang terus memastikan agar rumah tangga miskin ekstrem menerima seluruh program yang ada.

“Seperti program perlindungan sosial, program pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin, dan program peningkatan sarana dan prasarana permukiman,” teganya.

Ayur

Tags: #Ma'rufAmin#setwapres#wapresri
ShareTweetPin

Related Posts

diambil dari pikiran Rakyat

Darmawan Prasodjo Tinggalkan Kursi Dirut PLN, Apa Warisannya bagi Listrik Indonesia?

October 16, 2026
Saldo Tabungan Kecil Menyusut 45%, “Mantab” Jadi Perdebatan: LPS Membantah, Perbanas dan Ekonom Menyanggah

Saldo Tabungan Kecil Menyusut 45%, “Mantab” Jadi Perdebatan: LPS Membantah, Perbanas dan Ekonom Menyanggah

October 8, 2026
Sudah Ada Piala AFF, Kenapa FIFA Bikin Turnamen Sendiri di Asia Tenggara?

Sudah Ada Piala AFF, Kenapa FIFA Bikin Turnamen Sendiri di Asia Tenggara?

October 7, 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan CGK-TKG, TransNusa Beri Opsi Reschedule Gratis hingga Refund untuk Penumpang Terdampak

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan CGK-TKG, TransNusa Beri Opsi Reschedule Gratis hingga Refund untuk Penumpang Terdampak

September 7, 2026
FedEx: 64% Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Wajib E-Filing CPSC AS per 8 Juli 2026

FedEx: 64% Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Wajib E-Filing CPSC AS per 8 Juli 2026

June 29, 2026
Saat Dunia Memilih Jakarta untuk Merancang Ulang Masa Depan Iklim

Saat Dunia Memilih Jakarta untuk Merancang Ulang Masa Depan Iklim

June 25, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In