• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, June 13, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Digital Life

Ekspektasi Reli Bitcoin dan Potensi Ethereum Mendorong Investor di Tengah Sentimen Pasar yang Berubah

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
June 21, 2024
in Digital Life, Ekonomi, Feature, Headline, Opini, Tekno
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Pasca-halving Bitcoin pada 20 April lalu, pasar kripto masih menunggu momentum kenaikan harga yang signifikan, dengan Bitcoin diperdagangkan stabil di kisaran US$65.000 atau sekitar Rp1,06 miliar. Meskipun peluncuran ETF Bitcoin dan Ethereum telah membawa perubahan dalam ekosistem investasi, sentimen pasar masih dipengaruhi oleh dinamika makroekonomi yang lebih luas.

Fyqieh Fachrur, seorang trader dari Tokocrypto, mengamati bahwa meskipun persetujuan ETF Bitcoin spot telah memberikan dorongan positif yang signifikan, penundaan dalam pencatatan ETF Ethereum spot telah mempengaruhi sentimen bullish pasar. “Investor menunjukkan ketertarikan terhadap arus masuk dana ETF Bitcoin, tetapi kekhawatiran terhadap kebijakan The Fed dan arus masuk ETF BTC spot AS yang tidak pasti telah mempengaruhi permintaan terhadap Bitcoin,” jelasnya.

RelatedPosts

Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

PENAWARAN IKLAN

IHSG Minus 31% dan Rupiah Rp18.000: Pasar Menverdik DSI Sebelum Ujian Sesungguhnya Dimulai

Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan telah mengalami penurunan dari US$2,77 triliun pada Maret 2024 menjadi US$2,33 triliun pada pertengahan Juni, sebagian besar karena ketidakpastian terkait kebijakan The Fed terkait suku bunga. “Kami memperkirakan harga BTC akan tetap stagnan sampai akhir tahun ini,” tambahnya.

Sementara Bitcoin menghadapi tantangan, Ethereum menunjukkan potensi yang menarik dengan dominasi Bitcoin yang turun menjadi 54,31%, menandakan minat investor pada altcoin. Berita bahwa SEC mengakhiri penyelidikannya terhadap Ethereum disambut baik oleh pasar, dengan harapan peluncuran ETF ETH spot di AS dalam waktu dekat. “Pengumuman positif ini bisa memperkuat permintaan dan mendorong harga Ethereum lebih tinggi,” kata Fyqieh.

ETF Ethereum diharapkan dapat menjadi katalis untuk harga baru ETH yang mencapai antara US$5.000 hingga US$6.000 dalam jangka pendek, dengan potensi menarik lebih dari US$20 miliar arus masuk modal ke pasar ETH. “Ini tidak hanya akan meningkatkan adopsi Ethereum tetapi juga mempercepat pengembangan DeFi dan likuiditas di ekosistem ETH,” paparnya.

Secara historis, ETF Bitcoin yang diluncurkan pada awal 2024 menunjukkan dampak signifikan dengan penarikan lebih dari US$58 miliar dalam enam bulan pertama. Dengan harapan yang sama terhadap ETF Ethereum, pasar dapat mengantisipasi pertumbuhan substansial dalam beberapa bulan mendatang.

Dengan demikian, pasar kripto tetap menjadi sorotan utama investor global yang mencari peluang di tengah volatilitas dan potensi pertumbuhan yang tinggi di pasar digital ini. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

June 13, 2026
PENAWARAN IKLAN

PENAWARAN IKLAN

June 13, 2026
IHSG Minus 31% dan Rupiah Rp18.000: Pasar Menverdik DSI Sebelum Ujian Sesungguhnya Dimulai

IHSG Minus 31% dan Rupiah Rp18.000: Pasar Menverdik DSI Sebelum Ujian Sesungguhnya Dimulai

June 13, 2026
500 AI Agent Siap Dikembangkan, Apakah Dunia Kerja Indonesia Sudah Siap?

500 AI Agent Siap Dikembangkan, Apakah Dunia Kerja Indonesia Sudah Siap?

June 13, 2026
Citi Masuk Era AI di Indonesia, tapi Siapa yang Diuntungkan — Bank atau Karyawan?

Citi Masuk Era AI di Indonesia, tapi Siapa yang Diuntungkan — Bank atau Karyawan?

June 11, 2026
Ketika Singapura Membangun Mesin AI di Jawa: Siapa Pemilik Masa Depan Digital Indonesia?

Ketika Singapura Membangun Mesin AI di Jawa: Siapa Pemilik Masa Depan Digital Indonesia?

June 10, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In