• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Friday, May 29, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Bakumsu Kecam Tindakan Represif Kepolisian dalam penanganan konflik lahan PTPN II di Sumut

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
January 25, 2019
in Nasional
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bakumsu Kecam Tindakan Represif Kepolisian dalam penanganan konflik lahan PTPN II di Sumut

Medan, Makronesia.id — Perhimpunan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatera Utara (Bakumsu) mengecam tindakan represif pihak kepolisian terhadap masyarakat Desa Nambike Kecamatan Selesai, Langkat, Sumatera Utara.

RelatedPosts

“Bangunlah Jiwanya: Kebangkitan yang Kita Nyanyikan tapi Lupa Menjalani”

Wajah Tanpa Nama di Ruang Sidang

Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

Hal itu diutarakan Kordintor Staf Advokasi Bakumsu, Juniaty Aritonang, melalui siaran persnya, yang diterima Makronesia.id, Jumat, (25/1).

“Sepuluh orang petani diamankan saat berlangsungnya okupasi lahan ini,” ucapnya.

Dalam berbagai berita Juniaty menerangkan, dijelaskan bahwa terjadi bentrok antara masyarakat dan pihak kepolisian yang melakukan okupasi lahan PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) di desa Nambiki. Masyarakat mencoba menghadang excavator (alat berat) yang melakukan okupasi lahan.

Dalam video yang sudah tersebar di media sosial, terlihat bahwa beberapa personil kepolisian melakukan penangkapan kepada massa aksi. Dimana massa aksi yang ada di lapangan berjumlah puluhan orang meliputi juga anak-anak dan kaum ibu. 

Pantauan Bakumsu, dalam Desa Nambiki terdapat 4 (empat) dusun yakni dusun I, dusun II, dusun III dan dusun IV. Kejadian ini terjadi di dusun III dan dusun IV yang diklaim oleh PT Langkat Nusantara Kepong sudah dibeli dari PTPN II sebelum bangkrut. Dikatakan juga PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) juga sudah memberikan tali asih kepada masyarakat. Masyarakat melalui Agustinus Samura menyatakan hal ini tidak benar. Dari 104 KK yang menerima hanya sekitar 12 KK. Diduga tali asih juga diterima oleh warga yang bukan bertempat tinggal di desa Nambiki.

Tindakan represif yang dilakukan oleh pihak kepolisian juga telah melanggar hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya. Pihak kepolisian dalam hal ini tidak memiliki wewenang menangkap 10 orang petani yang pada malam harinya dibebaskan. Adapun diantaranya yang ditangkap ada seorang ibu yang saat itu juga membawa anaknya. Akibat dari tindakan tersebut , beberapan anak-anak mengalami luka-luka dan beberapa kaum ibu mengalami luka memar di sekujur tubuhnya.

Pemerintah dalam hal ini diminta untuk segera mengambil tindakan cepat dan tepat untuk penyelesaian kasus HGU PTPN II. Karena kasus yang terlampau lama penyelesaiannya ini menimbulkan banyak konflik di area HGU PTPN II. 

Pemerintah tidak seharusnya menutup mata akan kejadian-kejadian seperti yang terjadi di desa Nambiki. Persoalan ini adalah contoh kecil dari persoalan agraria yang tersebar di Sumatera Utara juga Indonesia secara keseluruhan. Persoalan Agraria negeri ini adalah beban sejarah yang harus diselesaikan, apapun konsekuensinya. Tanpa komitmen yang sungguh sungguh dari pemerintah, konflik agraria akan terus menimbulkan kerugian bagi negeri ini. 

Juniaty mengatakan, Bakumsu menuntut sejumlah pihak seperti polisi agar tidak melakukan tindakan represif dalam penanganan kasus di Desa Nambiki.

“ Pemerintah kami minta lebih responsif dan tanggap akan penyelesaian konflik yang banyak terjadi di sekitaran eks HGU PTPN II, begotu juga dengan DPRD provinsi Sumatera Utara agar mengevaluasi kinerja kepolisian dalam penanganan konflik agraria di Sumatera Utara,” ucapnya. (ALIAMUDIRA)

Tags: AgrariaBakumsuLangkatPTPN II
ShareTweetPin

Related Posts

“Bangunlah Jiwanya: Kebangkitan yang Kita Nyanyikan tapi Lupa Menjalani”

May 20, 2026
Wajah Tanpa Nama di Ruang Sidang

Wajah Tanpa Nama di Ruang Sidang

May 12, 2026
Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

May 11, 2026
Grafis Judi Onlien dan Dampaknya Bagi Masyarakat Indonesia

Mesin Penghisap Uang Rakyat

May 10, 2026
KAI Gelar Tahlilan dan Doa Bersama untuk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

KAI Gelar Tahlilan dan Doa Bersama untuk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

May 4, 2026
PKP Tegaskan Pendidikan Nasional Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Manusia Indonesia

PKP Tegaskan Pendidikan Nasional Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Manusia Indonesia

May 2, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In