
Makronesia.com – JAKARTA, 6 Oktober 2026 – Kejujuran sering terdengar sederhana. Mengatakan yang sebenarnya, tidak menyembunyikan sesuatu, dan berani menjawab apa yang kita katakan. Namun, ketika kejujuran datang tanpa kompromi dan tanpa filter, harganya bisa menjadi jauh lebih mahal.
Pertanyaan itulah yang menjadi salah satu gagasan utama dalam BAPAK PALING JUJUR, film drama komedi yang menampilkan Cahaya Pictures bersama Studio Antelope, disutradarai oleh Fajar Nugros, dengan skenario dari Rino Sarjono. Film berdurasi 103 menit ini akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.
Andovi da Lopez Jadi Calon Gubernur yang Kena Kutukan Tidak Bisa Bohong
Tokoh film utama ini, Jonas Prakoso yang diperankan oleh Andovi da Lopez*, adalah seorang calon gubernur yang terbiasa membangun citra dan menjaga setiap kata yang keluar dari mulutnya. Semua berubah ketika sebuah kutukan dari neneknya membuat Jonas kehilangan kemampuan untuk berbohong.
Namun masalahnya bukan sekedar tidak bisa berbohong. Jonas juga kehilangan filter. Apa yang ada di kepalanya bisa langsung keluar begitu saja, termasuk hal-hal yang seharusnya disimpan, dipikirkan ulang, atau disampaikan dengan cara yang lebih tepat. Kejujuran yang seharusnya menjadi kekuatan justru mulai membawa konsekuensi dalam kampanye, pekerjaan, hubungan keluarga, hingga kehidupan pribadinya.
Dari situ, BAPAK PALING JUJUR membawa pertanyaan yang lebih jauh: ketika kejujuran menjadi pilihan yang tidak bisa ditawar, seberapa siap seseorang menghadapi harga yang harus dibayarnya?
Kalau kita membangun kehidupan dan kesuksesan kita di atas ringkasan, apa yang terjadi ketika suatu hari kita tidak bisa berbohong lagi?” ujar Auora Lovenson Chandra, Produser Bapak Paling Jujur dari Cahaya Pictures.
Kejujuran memang mahal dan selalu mudah. Tetapi bagi seorang pemimpin dan wakil rakyat, kejujuran seharusnya bukanlah sebuah pilihan, melainkan komitmen dan tanggung jawab. lewat film ini, kami ingin membicarakan hal tersebut dengan cara yang ringan dan menghibur, melalui kekacauan Jonas, penonton bisa tertawa, tetapi mungkin juga pulang dengan pertanyaan tentang arti kejujuran bagi dirinya sendiri,” sambungnya.
Bagi Fajar Nugros, persoalan kejujuran dalam cerita BAPAK PALING JUJUR tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan bagaimana seseorang membangun kepercayaan.
Sebuah prestasi yang dibangun di atas ringkasan, seperti membangun istana pasir,” ujar Fajar Nugros, sutradara Bapak Paling Jujur.
Pada akhirnya yang menentukan bukan hanya bagaimana sesuatu terlihat dari luar, tapi juga fondasi yang menopangnya. Itulah yang menarik dari perjalanan Jonas: ketika fondasi yang ia bangun selama ini runtuh, ia harus mencari cara baru untuk berdiri.
Film BAPAK PALING JUJUR tayang mulai 15 Oktober 2026 di seluruh bioskop Indonesia.







