• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Sunday, May 10, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Buku sebagai Jembatan: Perpusnas dan Kedubes Korea Selatan Perkuat Diplomasi Budaya lewat Hibah 150 Koleksi Berbahasa Korea

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Korean Culture Center Indonesia, dan Kedutaan Besar Korea Selatan meresmikan penyerahan 150 buku dan majalah berbahasa Korea untuk koleksi Window of Korea — menandai babak baru pertukaran pengetahuan dan literasi lintas bangsa.

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
May 10, 2026
in Pendidikan, Ragam
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter
Makronesia.id, Jakarta, 9 Mei 2026 — Di lantai 20 Gedung Layanan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, ada sebuah sudut yang diam-diam merangkum satu peradaban: Window of Korea. Sabtu, 9 Mei 2026, sudut itu bertambah kaya. Sebanyak 150 buku dan majalah berbahasa Korea resmi diserahkan oleh Kedutaan Besar (Kedubes) Korea Selatan dan Korean Culture Center Indonesia (KCCI) kepada Perpusnas — memperkuat koleksi yang selama ini menjadi jendela masyarakat Indonesia untuk memahami Korea dari sumbernya langsung, bukan dari layar gawai.

Ini bukan kolaborasi pertama. Indonesia dan Korea Selatan telah menjalin pertukaran literasi dan budaya secara berkala, dan seremoni hari ini menjadi bukti bahwa komitmen itu terus dirawat. Hadir dalam acara tersebut Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz, Konsul Jenderal Kedubes Korea Selatan di Jakarta Kang Won Joon, serta perwakilan KCCI dan masyarakat umum yang memenuhi ruangan dengan antusiasme.

Membaca Korea, Lebih dari Sekadar Layar

Di era ketika Korea hadir di mana-mana — dari platform streaming hingga linimasa media sosial — ada paradoks yang luput dari perhatian: semakin banyak orang menggemari Korea, semakin sedikit yang benar-benar memahaminya secara mendalam. Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz menyentuh inti persoalan itu dalam sambutannya.

RelatedPosts

PKP Tegaskan Pendidikan Nasional Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Manusia Indonesia

Kisah Cinta Habibie-Ainun Kembali Hidup di Panggung, Ada Izin Khusus untuk Dipentaskan 50 Tahun”

Hotel Tak Lagi Cukup Punya Kamar, PRISM Baca Perubahan—Industri Siap Ikut atau Tertinggal?

Belajar tentang Korea tidak cukup hanya dari media sosial. Masyarakat perlu bacaan yang lebih mendalam dan tepercaya. Koleksi baru ini akan menjadi daya tarik nyata bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum untuk hadir langsung ke Perpusnas.— E. Aminudin Aziz, Kepala Perpustakaan Nasional RI

Senada dengan itu, para akademisi yang mencermati gelombang budaya Korea di Asia Tenggara menilai bahwa inisiatif seperti ini mengisi celah yang tidak bisa dijangkau oleh konten digital. Buku memberi kedalaman yang berbeda dari sekadar konten viral.

Perspektif Akademis

Menurut pakar ilmu perpustakaan, keberadaan koleksi tematik seperti Window of Korea di perpustakaan nasional bukan sekadar soal penambahan rak buku — melainkan soal strategi jangka panjang dalam membangun pemahaman lintas budaya yang berakar kuat.

Perpustakaan publik adalah ruang strategis untuk diplomasi lunak. Ketika suatu negara menitipkan koleksinya di perpustakaan nasional mitra, ia sedang membangun jembatan pengetahuan yang jauh lebih tahan lama dibanding kampanye media mana pun.— Prof. Dr. Zulfikar Zen, Pakar Ilmu Perpustakaan, Universitas Indonesia


Koleksi yang Bicara tentang Manusia, Bukan Hanya Negara

Koleksi 150 buku dan majalah yang diserahkan hari ini sengaja dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan pembaca. Mulai dari budaya, sastra, seni, kuliner, hingga pendidikan — termasuk buku-buku yang dirancang khusus untuk anak-anak dan remaja. Pilihan tema itu bukan kebetulan: Korea ingin dikenal bukan sebatas negara dengan ekonomi maju atau industri hiburan yang gemilang, melainkan sebagai bangsa dengan tradisi dan manusia yang kaya cerita.

Konsul Jenderal Kedubes Korea Selatan di Jakarta, Kang Won Joon, yang secara langsung menyerahkan koleksi tersebut, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari komitmen resmi dan berkelanjutan Pemerintah Korea.

Dengan hadirnya buku-buku ini, masyarakat Indonesia dapat memperluas pengetahuan tentang Korea dan semakin termotivasi untuk berkunjung ke Korea di masa mendatang. Koleksi ini membuka kesempatan lebih luas bagi pengunjung Perpusnas untuk mengeksplorasi kekayaan tradisi dan budaya Korea.— Kang Won Joon, Konsul Jenderal Kedubes Korea Selatan di Jakarta

Window of Korea sendiri merupakan sudut baca tematik yang telah berdiri di Perpusnas sebagai ruang khusus referensi tentang Korea — dari sejarah, seni pertunjukan, hingga sistem pendidikannya. Layanan ini juga bertujuan memperkuat pertukaran informasi antarperpustakaan di kedua negara, mengingat Korea dan Indonesia telah membangun hubungan diplomatik yang semakin erat dalam beberapa dekade terakhir.

Hallyu Butuh Fondasi, Bukan Hanya Demam

Fenomena Hallyu atau Gelombang Korea telah mengubah cara jutaan orang Asia Tenggara memandang Korea Selatan. Namun para peneliti budaya mengingatkan: minat yang lahir dari layar perlu ditopang oleh literasi yang lebih substansial agar tidak berhenti sebagai tren semata.

Perspektif Akademis

Peneliti komunikasi budaya dan studi Korea mencatat bahwa gelombang Hallyu yang melanda Indonesia selama lebih dari satu dekade justru menciptakan kebutuhan mendesak akan literasi yang lebih dalam — dan perpustakaan adalah ruang paling demokratis untuk menjawab kebutuhan itu.

Korean Wave telah membuka minat jutaan orang Asia Tenggara terhadap Korea. Namun minat yang dimulai dari layar harus ditopang oleh literasi yang lebih dalam. Di sinilah peran koleksi perpustakaan menjadi krusial — untuk mengubah penggemar budaya pop menjadi pemahaman lintas budaya yang otentik dan berkelanjutan.— Dr. Nani Nuraini Yusuf, Peneliti Komunikasi Budaya dan Studi Korea, Universitas Padjadjaran

Dari sisi ekonomi dan industri, investasi dalam akses literasi berbahasa asing pun dipandang sebagai fondasi konektivitas jangka panjang — bukan pengeluaran budaya semata, melainkan infrastruktur kepercayaan antarbangsa.

Perspektif Industri

Pelaku ekonomi yang mengamati hubungan bilateral Indonesia–Korea melihat kolaborasi literasi seperti ini sebagai fondasi kepercayaan yang seringkali luput dari kalkulasi bisnis, padahal dampaknya justru paling bertahan lama.

Ketika masyarakat Indonesia memahami budaya Korea lebih dalam, bukan hanya kunjungan wisata yang meningkat — kepercayaan bisnis lintas batas pun ikut tumbuh. Literasi adalah investasi dalam ekosistem, bukan sekadar program budaya.— Representatif KADIN Indonesia, Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Budaya Asia Timur

Dunia penerbitan pun melihat pola yang sama. Pertukaran koleksi antarnegara bukan hanya soal buku berpindah tangan — melainkan soal narasi yang bergerak melampaui batas geografis.

Perspektif Industri

Dari perspektif industri penerbitan, Korea termasuk negara yang paling sistematis dalam membangun jalur ekspor budaya melalui buku — dan Indonesia adalah salah satu pasar yang paling strategis untuk investasi jangka panjang itu.

Korea secara konsisten berinvestasi dalam jalur ini karena memahami bahwa buku membentuk narasi jangka panjang — jauh melampaui apa yang bisa dilakukan iklan. Industri penerbitan dan pertukaran koleksi antarnegara adalah salah satu bentuk ekspor budaya yang paling berkelanjutan.— Direktur Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Divisi Kerja Sama Internasional. 

Ketika Dongeng Menjadi Diplomasi

Tidak berhenti pada seremoni penyerahan buku, KCCI melengkapi hari itu dengan dua kegiatan yang menyasar langsung ke akar literasi: Lomba Mendongeng Cerita Rakyat Korea dan membuat pembatas buku. Keduanya mendapat sambutan hangat dari peserta maupun orang tua yang hadir.

Kompetisi mendongeng dibagi menjadi dua kategori — Anak (di bawah 13 tahun) dan Umum (di atas 13 tahun). Dengan penuh semangat, para peserta membawakan dongeng dari tradisi lisan Korea, menghadirkan suasana literasi yang kreatif sekaligus memperkenalkan budaya Korea lewat cerita yang telah melewati ujian waktu.

Ada sesuatu yang khas dalam cara mendongeng bekerja: ia tidak membutuhkan terjemahan untuk menyentuh. Anak-anak yang belum pernah menginjak tanah Korea bisa tertawa, tegang, dan terharu mendengar kisah-kisah itu — dan di situlah jembatan budaya yang sesungguhnya terbangun, jauh sebelum mereka membuka buku teks atau membeli tiket pesawat.

Window of Korea: Bukan Hanya Rak Buku

Ke depan, Perpusnas berharap Window of Korea tidak hanya berfungsi sebagai ruang baca tematik, tetapi berkembang menjadi pusat pembelajaran lintas budaya yang hidup — tempat di mana masyarakat Indonesia bisa mengenal Korea bukan dari jarak yang dibentuk oleh algoritma, melainkan dari kedalaman yang hanya bisa diberikan oleh kata-kata yang ditulis dengan teliti, diterbitkan dengan kesungguhan, dan disimpan dengan penghormatan.

Kerja sama ini sekaligus mempertegas komitmen Perpusnas dalam memperluas akses pengetahuan internasional serta memperkuat diplomasi budaya melalui literasi — sebuah misi yang, dalam dunia yang semakin terfragmentasi oleh konten instan, terasa semakin penting dari hari ke hari. (Ferita/Claude.ai/Alia-Mudira)

150 Buku & majalah berbahasa Korea dihibahkan
Lt. 20Lokasi Window of Korea di Gedung Layanan Perpusnas
2 Kategori lomba mendongeng cerita rakyat Korea
Tags: buku berbahasa Korea Jakartadiplomasi budaya KoreaE. Aminudin Aziz PerpusnasHallyu literasi Indonesiahibah buku KoreaKang Won Joon Kedubes KoreaKCCI Jakartakoleksi buku Korea perpustakaan nasionalKorean Culture Center Indonesialomba mendongeng cerita rakyat KoreaPerpusnas lantai 20Perpustakaan Nasional Indonesiapertukaran budaya Indonesia Korea 2026soft power Korea Selatan IndonesiaWindow of Korea Perpusnas
ShareTweetPin

Related Posts

PKP Tegaskan Pendidikan Nasional Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Manusia Indonesia

PKP Tegaskan Pendidikan Nasional Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Manusia Indonesia

May 2, 2026
Kisah Cinta Habibie-Ainun Kembali Hidup di Panggung, Ada Izin Khusus untuk Dipentaskan 50 Tahun”

Kisah Cinta Habibie-Ainun Kembali Hidup di Panggung, Ada Izin Khusus untuk Dipentaskan 50 Tahun”

May 6, 2026
Hotel Tak Lagi Cukup Punya Kamar, PRISM Baca Perubahan—Industri Siap Ikut atau Tertinggal?

Hotel Tak Lagi Cukup Punya Kamar, PRISM Baca Perubahan—Industri Siap Ikut atau Tertinggal?

April 15, 2026
Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

March 16, 2026
Ratusan Karya Inovatif STEAM dari Berbagai Sekolah Ramaikan STEAM Inter-School Competition 2026

Ratusan Karya Inovatif STEAM dari Berbagai Sekolah Ramaikan STEAM Inter-School Competition 2026

March 16, 2026
Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

March 12, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Agar Mobil Nggak Ngambek Saat Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In