• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Thursday, May 28, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Digital Life

Ecommerce Berlogo Kepala Monyet Raih Pendanaan Rp 110 Miliar  

Editor by Editor
September 14, 2021
in Digital Life, Ekonomi, Makro, Mikro
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Live Streaming Semakin Semarak

 

Jakarta, Makronesia.id — Pongo Internasional, sebuah perusahaan e-commerce internasional dan pemasaran influencer baru saja menerima pembiayaan Seri A sebesar USD 7,71 juta atau sekitar Rp 110 miliar dari SMZDM, Lenovo Venture Capital, dan Grit Ventures. Melalui investasi ini, Pongo International akan melakukan pendanaan bisnis video pendek dan live streaming di pasar Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai negara tujuan utamanya.

RelatedPosts

Kingston Dorong Era AI dan Data Center dengan RAM DDR5 7600MT/s dan SSD 30TB

TRILIUNAN DANA NASABAH RAIB, HANYA 20–30% BISA KEMBALI

Salah Rute Jadi Biaya Tersembunyi Ekonomi Jalanan

 

Pongo di Indonesia berfokus pada video pendek dan e-commerce live streaming mengingat mereka berbentuk Multi-Channel Network (MCN). Pongo Indonesia mengambil pelajaran berharga dari  kesuksesan live streaming dan video pendek dalam berinteraksi dengan konsumen di China. Model bisnis ini mengedepankan video pendek dan live streaming dalam melakukan promosi pemasaran, baik untuk brand maupun mitranya. Karena Indonesia merupakan pasar penting, Pongo Indonesia berupaya untuk merekrut orang yang memiliki potensi besar untuk menjadi pelaku live streaming di Indonesia.

 

Saat ini, perekonomian Indonesia terdampak pandemi Covid-19 akibat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kondisi ini mendorong masyarakat Indonesia dan penjual tradisional untuk lebih kreatif dalam menemukan cara baru untuk mendapatkan penghasilan guna bertahan hidup di masa pandemi. “Kami percaya bahwa Pongo mampu berkontribusi lebih jauh untuk industri e-commerce di Indonesia. Kami memberikan peluang kepada penjual tradisional untuk dapat menjangkau konsumen secara online sekaligus meningkatkan hasil penjualan produknya. Rekomendasi video pendek kami dan juga moda penjualan secara live akan membantu brand mendapatkan efek ganda dari publisitas brand dan penjualan,” kata Nathasya Kristianto, Direktur Pongo Indonesia.

Lebih jauh, Pongo Indonesia juga menawarkan cara baru untuk memperoleh pendapatan bagi masyarakat Indonesia sebagai pelaku live streaming di masa-masa sulit seperti sekarang ini. “Penjualan produk yang dibutuhkan masyarakat melalui live streaming tentunya membuka peluang bagi banyak orang untuk menjalani pekerjaan baru sebagai pelaku live streaming. Saat Indonesia terus berjuang melawan pandemi, kami ingin berkontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi Indonesia,” tambah Nathasya.

 

Fenomena live streaming e-commerce tengah mengalami lonjakan popularitas di China dan juga berkembang pesat di seluruh dunia, terutama setelah merebaknya Covid-19. Menurut Forbes, industri tersebut diperkirakan menghasilkan USD 60 miliar per tahun atau sama dengan Rp 856 triliun. Pada tahun 2019, sekitar 37% pembeli online di China (265 juta orang) melakukan pembelian melalui sesi live streaming. Faktor kunci yang menyebabkan keberhasilan live

 

streaming ini adalah fakta bahwa kegiatan ini memicu kesegeraan atau “sense of urgency” untuk membeli produk tertentu melalui promosi penjualan besar-besaran, seperti flash sale dan nilai tambah dari pembelian atau purchase with benefit.

 

Sebagai salah satu perusahaan pionir MCN, Pongo Indonesia telah memainkan peranan penting dalam pengembangan live streaming di platform e-commerce. “Kami melihat bahwa brand berupaya mencari cara baru untuk melakukan kegiatan pemasaran selama pandemi, melalui platform e-commerce maupun media sosial. Pongo Indonesia membantu mereka untuk membuat video pendek dan merekomendasikan produk mereka. Saat kami melakukan live streaming, para livestreamer akan memperkenalkan produknya secara kreatif dan interaktif. Sehingga brand dapat menjangkau calon konsumennya melalui konten yang bernilai dan menarik, sekaligus mendemonstrasikan dan mempromosikan produknya melalui live streaming,” jelas Nathasya.

 

Baru-baru ini, Pongo Internasional menyelenggarakan kegiatan penjualan melalui live streaming

7.7 pada 7 Juli 2021 lalu di kawasan Asia Tenggara. Acara ini menghasilkan lebih dari 9.835 transaksi dengan nilai akumulasi pembelian dari pengguna atau Gross Merchandise Value (GMV) sebesar USD 101.600.

 

Dengan meningkatnya tren video pendek dan live streaming, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi terkenal. Selain itu, menjadi pelaku live streaming juga menghadirkan peluang besar bagi mahasiswa, ibu rumah tangga, maupun penjual tradisional untuk menghasilkan pendapatan baru yang stabil. “Saat ini, Pongo Indonesia sedang mempersiapkan peluncuran program pelatihan bagi para pelaku live streaming dalam waktu dekat. Besar harapan kami ini bisa membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi pelaku live streaming berkualitas kedepannya,” tutup Nathasya.

Tags: EcommerceLive StreamingPendemiPongo
ShareTweetPin

Related Posts

Kingston Dorong Era AI dan Data Center dengan RAM DDR5 7600MT/s dan SSD 30TB

Kingston Dorong Era AI dan Data Center dengan RAM DDR5 7600MT/s dan SSD 30TB

May 18, 2026
TRILIUNAN DANA NASABAH RAIB, HANYA 20–30% BISA KEMBALI

TRILIUNAN DANA NASABAH RAIB, HANYA 20–30% BISA KEMBALI

May 14, 2026
Salah Rute Jadi Biaya Tersembunyi Ekonomi Jalanan

Salah Rute Jadi Biaya Tersembunyi Ekonomi Jalanan

May 13, 2026
AI Masuk Ruang Server Perusahaan, Tapi Infrastruktur Indonesia Belum Sepenuhnya Siap

AI Masuk Ruang Server Perusahaan, Tapi Infrastruktur Indonesia Belum Sepenuhnya Siap

May 11, 2026
Tengah Tahun 2026: Saatnya Cek Dompet Sebelum Financial Goals “Ghosting” dari Rencana

Tengah Tahun 2026: Saatnya Cek Dompet Sebelum Financial Goals “Ghosting” dari Rencana

May 11, 2026
Lo Dikira Aman Online? Asia Tenggara Habis $23,6 Miliar Gara-Gara Scammer

Lo Dikira Aman Online? Asia Tenggara Habis $23,6 Miliar Gara-Gara Scammer

May 14, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In