• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Friday, July 10, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Investasi Bodong Marak, OJK Ungkap 1.218 Kasus Ditutup Sejak 2017

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
February 7, 2024
in Ekonomi, Headline, Nasional
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa sebanyak 1.218 kasus investasi ilegal telah berhasil ditutup sejak tahun 2017 hingga November 2023. Keberhasilan tersebut menyoroti tingginya frekuensi praktik investasi bodong yang meresahkan masyarakat.

Menurut Robby, Chief Compliance Officer (CCO) dari Reku, berbagai modus investasi bodong semakin berkembang pesat, mengincar masyarakat dengan janji keuntungan berlipat ganda, modal minim, dan waktu singkat. Robby menyebutkan, “Praktik ini mengatasnamakan penyedia layanan resmi untuk mengelabui masyarakat, yang menyebabkan investor tergiur dengan iming-iming tersebut.”

RelatedPosts

FedEx: 64% Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Wajib E-Filing CPSC AS per 8 Juli 2026

Saat Dunia Memilih Jakarta untuk Merancang Ulang Masa Depan Iklim

Aice Luncurkan Crispy Balls Shine Muscat, Adopsi Tren Korea untuk Gaet Pasar Gen Z

Investasi ilegal ini tidak hanya membahayakan keamanan, tetapi juga mengakibatkan kerugian materi signifikan. OJK melaporkan bahwa investasi ilegal merugikan masyarakat sekitar Rp120,79 triliun pada tahun 2022. Jumlah korban investasi bodong yang terus meningkat menekankan pentingnya kehati-hatian masyarakat dalam memastikan legalitas dan transparansi penyedia investasi.

Robby menegaskan bahwa investasi bodong tidak hanya terjadi di aset kripto, tetapi juga melibatkan berbagai kelas aset lainnya. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk lebih peka terhadap kredibilitas platform penyedia investasi. Reku, sebagai upaya untuk melindungi keamanan masyarakat, terus meningkatkan transparansi operasional dan edukasi melalui Portal Transparansi.

“Reku memprioritaskan keamanan pengguna dengan menyediakan keterbukaan informasi terkait operasional perusahaan. Portal Transparansi kami mencakup legalitas, hasil audit, dan fitur staking wallet ID, serta menyediakan Fraudulent Checklist untuk membantu masyarakat memeriksa informasi sebelum memilih platform investasi kripto,” ungkap Robby.

Robby juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan platform investasi bodong melalui fitur Forum di Portal Transparansi. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat membangun ekosistem investasi digital yang lebih aman dan nyaman.

Penindakan Exchange Ilegal dan Peningkatan Literasi Finansial

Robby mengungkapkan bahwa investasi ilegal di aset kripto dapat menyebabkan capital outflow karena transaksi investor terjadi di exchange global yang tidak terdaftar. Faktor ini, dikombinasikan dengan keluhan tingginya tarif pajak di exchange dalam negeri, dapat mendorong sebagian masyarakat untuk bertransaksi di exchange global.

Namun, Robby menegaskan bahwa pengetatan aksi dalam menindaklanjuti exchange ilegal dan tinjauan terhadap pengenaan pajak diperlukan untuk menjaga keamanan masyarakat. Reku bersama Aspakrindo-ABI berkolaborasi dengan regulator untuk mendukung penindaklanjutan exchange ilegal.

Robby menambahkan, “Diperlukan perluasan ruang lingkup layanan investasi kripto, termasuk produk derivatif, DeFi, NFT, dan layanan untuk investor institusional. Dengan begitu, diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat Indonesia untuk berinvestasi kripto.”

Melalui upaya bersama dan peningkatan literasi finansial, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada terhadap praktik investasi bodong serta memilih platform investasi kripto yang terpercaya dan berlisensi. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

FedEx: 64% Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Wajib E-Filing CPSC AS per 8 Juli 2026

FedEx: 64% Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Wajib E-Filing CPSC AS per 8 Juli 2026

June 29, 2026
Saat Dunia Memilih Jakarta untuk Merancang Ulang Masa Depan Iklim

Saat Dunia Memilih Jakarta untuk Merancang Ulang Masa Depan Iklim

June 25, 2026
Aice Luncurkan Crispy Balls Shine Muscat, Adopsi Tren Korea untuk Gaet Pasar Gen Z

Aice Luncurkan Crispy Balls Shine Muscat, Adopsi Tren Korea untuk Gaet Pasar Gen Z

June 18, 2026
Kunjungi Terminal LNG Arun, Petronas LNG Buka Peluang Kerja Sama Strategis

Kunjungi Terminal LNG Arun, Petronas LNG Buka Peluang Kerja Sama Strategis

June 18, 2026
Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

June 17, 2026
PENAWARAN IKLAN

PENAWARAN IKLAN

June 13, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In