• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, June 13, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Kenali Sifat Produktif Diri Untuk Perubahan Yang Lebih Baik

Editor by Editor
December 9, 2019
in Feature, Ragam
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Makronesia.id – Seorang individu karakternya tidak akan banyak berubah. People don’t change that much. Don’t waste time trying to put in what was left out. Try to draw out what was left in. That is hard enough.” – Marcus Buckingham

Marcus Buckingham mengatakan, “Orang tidak berubah banyak. Jangan buang waktu untuk menambahkan apa yang kurang. Cobalah untuk mengeluarkan apa yang sudah ada. Itu saja sudah cukup susah.”

RelatedPosts

Media Tunawisma: Ketika Pers Indonesia Kehilangan “Rumah” di Era Platform Digital

Enam Tahun Tak Tergoyahkan, Aice Kembali Raih TOP CSR Awards dengan Nilai Tertinggi #Star 5

Anak-anak yang kecilnya keras kepala, besarnya pun cenderung keras kepala. Masa tuanya? Masih sama. Anak-anak yang pandai bicara, besarnya pun pandai bicara. Demikian pula di masa tuanya. Mereka yang kecilnya senang berteman, besar dan tuanya pun sama. Kecuali ada peristiwa yang “traumatik” atau melibatkan emosi yang intens, sifat manusia cenderung tetap.

Sebuah penelitian yang melibatkan 1000 anak di New Zealand menemukan bahwa sifat anak pada umur 3 tahun serupa dengan saat mereka 26 tahun. Sifat kita cenderung tetap. Teman-teman boleh ganti istilah sifat dengan kepribadian, watak, karakter, personality traits atau apapun. Untuk kepentingan praktis, kita anggap itu semua sama. Sifat adalah pola pikiran, perasaan dan perilaku yang berulang, yang paling alamiah pada diri seseorang.

Secara neurosains, koneksi saraf di otak kita memiliki jumlah terbanyak saat kita berumur 3 tahun. Pada saat itu, kita memiliki sekitar 100 juta neuron. Masing-masing neuron ini membentuk 15.000 koneksi. Artinya ada sekitar 1,5 trilyun koneksi saraf.

Di rentang umur 3-15 tahun, koneksi-koneksi ini terputus dan mati. Hanya koneksi kuat yang bertahan. Puncaknya, pada umur 16 tahun hanya tersisa 15 persen koneksi saraf yang tersisa. Inilah yang kita kenal dengan sifat kita.

Terkait otak, less is more. Cerdas bukanlah ditentukan oleh banyaknya koneksi saraf. Cerdas adalah tentang seberapa baik kita menggunakan koneksi terkuat yang kita punya. Alam mematikan sebagian besar koneksi kita agar kita bisa mengeksploitasi yg sedikit

Inilah sebabnya, sebanyak apapun usaha kita mengubah diri kita, kita hanya berubah sedikit. Kita berusaha dengan berbagai cara. Mengikuti pelatihan, membaca buku, memprogram diri dan lain sebagainya. Namun, kita tidak berubah banyak. Kita hanya mengubah sebagian kecil dari diri kita. Kita hanya menguatkan apa yang sudah ada. 

Sementara apa yang menjadi kelemahan kita, tetaplah lemah. Berbagai cara dilakukan, namun tetap saja ia tidak menguat. Kasarnya, ia hanya meningkat sampai titik netral (dimaklumi) tapi tidak pernah menjadi hebat.

Jika kita tidak puas dengan cukup bagus dan ingin menjadi hebat, tak cukup bagi kita hanya mengatasi kelemahan. Kita perlu mengenali potensi kekuatan dan mengasahnya. Ibarat barang tambang. Ia perlu dikenali, ditambang lalu diolah dengan cara dibersihkan, dibakar atau diasah. Barulah ia menjadi barang yang berharga. Bila tidak, kita tak akan dapat membedakannya dengan batu biasa. 

Bagaimana caranya? Kenali sifat produktif kita (baca: bakat kita. Di artikel lalu kita sudah bahas bahwa bakat adalah sifat produktif). Investasikan waktu untuk mengasah dan menguatkannya. Inilah satu-satunya cara untuk mengubah Anda dari bagus menjadi hebat, from good to great.

Tags: Marcus BuckinghamSifat Produktif
ShareTweetPin

Related Posts

June 13, 2026
Media Tunawisma: Ketika Pers Indonesia Kehilangan “Rumah” di Era Platform Digital

Media Tunawisma: Ketika Pers Indonesia Kehilangan “Rumah” di Era Platform Digital

June 4, 2026
Enam Tahun Tak Tergoyahkan, Aice Kembali Raih TOP CSR Awards dengan Nilai Tertinggi #Star 5

Enam Tahun Tak Tergoyahkan, Aice Kembali Raih TOP CSR Awards dengan Nilai Tertinggi #Star 5

May 31, 2026

“Bangunlah Jiwanya: Kebangkitan yang Kita Nyanyikan tapi Lupa Menjalani”

May 20, 2026
“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

May 18, 2026
Kalau Nggak Merasa Aman, Bagaimana Mau Maksimal? Ini yang Dibutuhkan Perempuan di Tempat Kerja

Kalau Nggak Merasa Aman, Bagaimana Mau Maksimal? Ini yang Dibutuhkan Perempuan di Tempat Kerja

May 14, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In