Makronesia.id – Jakarta Untuk wilayah Non-CBD. Albert menjelaskan bahwa satu proyek baru di kawasan PIK menambah pasokan sekitar 56 000 meter pcrscgi. Sementara itu, Tingkat penyerapan pasar tetap sehat di kisaran 22.800 meter persegi. dengan tingkat hunian keseluruhan mencapai 72,9%. Harga sewa baik di CBD maupun Non-CBD mulai menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan positif. khususnya di gedung-gedung dengan lokasi strategis dan kualitas yang lebih baik. lanjut Albert
Sementara itu. Ivana Susilo, Head of Capital Markets & Industrial Services. menjelaskan bahwa sektor industri dan logistik terus menunjukan kinerja yang baik. Penyerapan lahan industri mencapai sekitar 86 hektare pada kuartal pertama. dengan tingkat hunian sekitar 90.8%, didorong oleh aktivitas di koridor timur Jakarta. Tren pembangunan data center turut memberikan kontribusi signifikan terhadap permintaan selama periode ini. Sementara itu, keterbatasan ketersediaan lahan di lokasi mapan seperti Cikarang terus memberikan tekanan kenaikan harga lahan. Ivana menambahkan bahwa pusat logistik modern mencatat tingkat hunian yang tinggi, yakni sekitar 98%, mencerminkan permintaan yang sangat kuat dari pelaku e-commerce. FMCG, manufaktur, dan cold chain. Pertumbuhan harga sewa paling menonjol tercatat di Jakarta dan kawasan Bekasi-Cikarang. didukung oleh konektivitas dan pengembangan infrastruktur yang kuat. Dari sisi pasar modal, Ivana menyampaikan bahwa CBRE masih melihat minat yang kuat dari investor asing maupun domestik terhadap aset-aset properti inti yang menghasilkan pendapatan rutin.
Pasar pusat perbelanjaan (shopping mall) juga menunjukkan penguatan pada kuartal pertama 2026.
Tingkat hunian mal meningkat hingga sekitar 86%, ujar Anton Sitorus. Permintaan bersih tercatat sekitar
15.600 meter persegi, didukung oleh ekspansi tenant F&B, lifestyle. serta peritel jasa hiburan/leisure. Pusat perbelanjaan kelas atas tetap menjadi yang berkinerja terbaik dengan tingkat hunian di atas 95%, sementara mal kelas menengah-atas juga menunjukkan perbaikan yang stabil. Developer yang terus berinovasi dalam optimalisasi tenant mix, konsep barbasis pengalaman. and gaya hidup modern. menikmati manfaat dengan meningkatnya traffic pengunjung dan permintaan penyewaan dari peritel baru.Sebagai penutup, CBRE menegaskan bahwa pasar properti di Jakarta kini berada pada periode transisi (shifting period) yang penting. Dengan kondisi saat ini, risiko pasar masih ada namun risiko tersebut lebih terukur (more measurable) dan lebih dapat dikelola (more manageable), karena didukung oleh fundamental pasar yang lebih sehat, arus pasokan yang terkendali, serta kepercayaan pasar yang terus meningkat. “Pasar properti saat ini lebih matang dan lebih seimbang (more balanced). Tingkat pertumbuhan mungkin tidak lebih cepat dari siklus sebelumnya, akan tetapi lebih berkelanjutan (more sustainable),” tutup Angela Wibawa. “Hal ini menjadi fondasi yang kuat bagi pertumbuhan pasar
properti di Jakarta di tahun-tahun mendatang.”(REK)








