• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Thursday, July 9, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Digital Life

Pertumbuhan Pesat Pajak Kripto di Indonesia: Indikasi Positif untuk Ekonomi Digital

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
August 1, 2024
in Digital Life, Ekonomi, Feature, Headline, Nasional, Opini
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Dalam dua tahun terakhir, Indonesia telah menyaksikan lonjakan signifikan dalam penerimaan pajak dari industri kripto. Data terbaru dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa sejak Mei 2022 hingga Juni 2024, total setoran pajak dari sektor kripto mencapai Rp798,84 miliar. Angka ini mencerminkan kontribusi sebesar 3% dari total pajak yang dikumpulkan dari ekonomi digital yang mencapai Rp25,88 triliun.

Penerimaan pajak dari transaksi kripto menunjukkan tren yang mengesankan. Pada kuartal pertama 2024 saja, pajak yang terkumpul mencapai Rp112,93 miliar, menandakan pertumbuhan pesat dalam industri ini. Langkah pemerintah yang memberlakukan pajak atas aset kripto mulai 1 Mei 2022 melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022, menetapkan tarif PPh sebesar 0,1% untuk penjual dan PPN sebesar 0,11% untuk pembelian aset kripto, tampaknya mulai menunjukkan hasil yang positif.

RelatedPosts

FedEx: 64% Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Wajib E-Filing CPSC AS per 8 Juli 2026

Saat Dunia Memilih Jakarta untuk Merancang Ulang Masa Depan Iklim

Aice Luncurkan Crispy Balls Shine Muscat, Adopsi Tren Korea untuk Gaet Pasar Gen Z

Menurut data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), total nilai transaksi kripto di Indonesia pada paruh pertama 2024 mencapai Rp301,75 triliun. Ini adalah lonjakan besar sebesar 354,17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp66,44 triliun. Jumlah pelanggan aset kripto terdaftar juga melonjak menjadi 20,24 juta, menandakan minat yang semakin tinggi dari masyarakat.

Salah satu pemain utama dalam industri ini, Tokocrypto, berperan penting dalam pencapaian ini. Dengan hampir 50% dari total pajak kripto berasal dari transaksi di platform mereka, Tokocrypto menunjukkan dampak besar dalam sektor ini. CMO Tokocrypto, Wan Iqbal, menyatakan bahwa nilai transaksi harian di platform mereka selama semester pertama 2024 mencapai lebih dari US$23 juta atau sekitar Rp374 miliar—angka yang meningkat 80% dibandingkan tahun lalu. Tokocrypto juga mencatat pertumbuhan pengguna sekitar 45%, mencapai lebih dari 4,5 juta pelanggan.

Iqbal menekankan bahwa pertumbuhan ini adalah indikasi jelas dari kematangan pasar kripto di Indonesia. Dia menegaskan pentingnya penerapan regulasi yang konsisten, termasuk untuk perusahaan kripto asing, untuk menciptakan level playing field yang adil. Iqbal juga berharap pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap platform internasional untuk mendorong investasi ke platform lokal yang terdaftar.

Melihat ke depan, semester kedua 2024 tampak penuh potensi. Iqbal memprediksi bahwa harga Bitcoin mungkin mencapai rekor tertinggi baru menjelang akhir tahun, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti penurunan suku bunga The Fed, pemilu AS, dan peningkatan minat dari institusi keuangan besar. Selain itu, adopsi teknologi blockchain yang lebih luas dan inovasi produk berbasis kripto, seperti ETF dan kontrak berjangka, juga diperkirakan akan memberikan dorongan tambahan bagi harga Bitcoin.

Dengan dukungan kuat dari platform lokal seperti Tokocrypto dan perkembangan regulasi yang progresif, industri kripto Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk terus berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

FedEx: 64% Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Wajib E-Filing CPSC AS per 8 Juli 2026

FedEx: 64% Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Wajib E-Filing CPSC AS per 8 Juli 2026

June 29, 2026
Saat Dunia Memilih Jakarta untuk Merancang Ulang Masa Depan Iklim

Saat Dunia Memilih Jakarta untuk Merancang Ulang Masa Depan Iklim

June 25, 2026
Aice Luncurkan Crispy Balls Shine Muscat, Adopsi Tren Korea untuk Gaet Pasar Gen Z

Aice Luncurkan Crispy Balls Shine Muscat, Adopsi Tren Korea untuk Gaet Pasar Gen Z

June 18, 2026
Kunjungi Terminal LNG Arun, Petronas LNG Buka Peluang Kerja Sama Strategis

Kunjungi Terminal LNG Arun, Petronas LNG Buka Peluang Kerja Sama Strategis

June 18, 2026
Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

June 17, 2026
PENAWARAN IKLAN

PENAWARAN IKLAN

June 13, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In