• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Sunday, November 1, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Prof.Dr.Dwi Andreas Santosa : Swasembada Pangan Harus Terasa Di Hargai dan Kesejahteraan Rakyat

Editor by Editor
January 26, 2026
in Ekonomi
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id -;Jakarta — Swasembada pangan tidak cukup dimaknai sebatas peningkatan produksi.Kelontong

RelatedPosts

Rupiah Rp18.183 Rekor Terlemah, The Fed Tahan Bunga: Drama Sebenarnya Baru Mulai Desember

Darmawan Prasodjo Tinggalkan Kursi Dirut PLN, Apa Warisannya bagi Listrik Indonesia?

Cara Bikin QRIS untuk Warung, Cukup Pakai HP dan KTP

Lebih dari itu, keberhasilan swasembada harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui harga beras dan kebutuhan pokok yang stabil dan cenderung menurun, inflasi yang terkendali, serta kemandirian produksi pangan nasional.

Hal tersebut disampaikan Prof. Dwi Andreas Santosa, Research Associate CORE Indonesia sekaligus Guru Besar IPB University, dalam diskusi CORE Outlook Sektoral 2026:
Ketahanan Pangan Indonesia, Dari Bencana ke Strategi, Selasa (20/1).

Menurut Prof. Dwi Andreas, tujuan akhir swasembada pangan adalah kesejahteraan publik, bukan sekadar pencapaian angka produksi. “Produksi pangan yang meningkat harus sejalan dengan stabilitas harga.

Jika produksi tinggi tetapi harga beras tetap mahal dan inflasi pangan tidak terkendali, maka masyarakat belum merasakan manfaat nyata dari swasembada,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengalaman sejumlah negara menunjukkan bahwa kemandirian pangan berbasis domestik menjadi kunci ketahanan ekonomi dan sosial. Vietnam, misalnya, mampu menjaga stabilitas pangan nasional dengan memperkuat produksi dalam negeri, efisiensi rantai pasok, serta keberpihakan kebijakan pada petani.

Sementara itu, Korea Utara—meskipun dengan konteks berbeda—menunjukkan ketergantungan penuh pada pangan domestik sebagai strategi bertahan dari tekanan eksternal.

“Indonesia memiliki sumber daya alam, lahan, dan tenaga kerja yang memadai.

Tantangannya bukan pada potensi, tetapi pada konsistensi kebijakan, tata kelola produksi, dan distribusi pangan yang adil serta efisien,” kata Prof. Dwi Andreas.

Dari perspektif akademik, Prof. Dwi Andreas menekankan pentingnya kebijakan pangan berbasis riset dan data. Studi-studi menunjukkan bahwa fluktuasi harga beras dan pangan strategis di Indonesia kerap dipicu oleh masalah struktural, mulai dari ketergantungan impor, biaya logistik tinggi, hingga lemahnya integrasi hulu–hilir.Kelontong

Tanpa perbaikan menyeluruh, swasembada berisiko menjadi slogan tanpa dampak nyata.
Ia juga menyoroti urgensi dukungan kuat terhadap produk pangan nasional, baik melalui kebijakan pengadaan pemerintah, insentif bagi petani, maupun edukasi publik untuk meningkatkan kepercayaan terhadap pangan lokal.

“Keberpihakan pada produk pangan nasional harus nyata, bukan sekadar wacana. Ini menyangkut keberlanjutan produksi dan kedaulatan pangan,” jelasnya.Kelontong

Lebih lanjut, Prof. Dwi Andreas menilai bahwa stabilitas inflasi pangan merupakan indikator penting keberhasilan swasembada. Inflasi yang terkendali akan menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor—antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan lembaga riset—menjadi krusial.

“Ketahanan pangan adalah isu multidimensi. Ia menyangkut ekonomi, sosial, bahkan stabilitas nasional. Karena itu, pendekatan kebijakan harus komprehensif, berbasis kajian akademik, dan berorientasi jangka panjang,” pungkasnya.

Diskusi CORE Outlook Sektoral 2026 ini menegaskan bahwa swasembada pangan Indonesia harus melampaui target produksi, menuju sistem pangan nasional yang mandiri, adil, stabil, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat pungkasnya.

ShareTweetPin

Related Posts

Rupiah Rp18.183 Rekor Terlemah, The Fed Tahan Bunga: Drama Sebenarnya Baru Mulai Desember

Rupiah Rp18.183 Rekor Terlemah, The Fed Tahan Bunga: Drama Sebenarnya Baru Mulai Desember

October 29, 2026
diambil dari pikiran Rakyat

Darmawan Prasodjo Tinggalkan Kursi Dirut PLN, Apa Warisannya bagi Listrik Indonesia?

October 16, 2026
Cara Bikin QRIS untuk Warung, Cukup Pakai HP dan KTP

Cara Bikin QRIS untuk Warung, Cukup Pakai HP dan KTP

October 16, 2026
Pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat Indonesia. QRIS kini menjangkau puluhan juta merchant, mayoritas merupakan pelaku UMKM.

Dari Warung Kampung ke Portofolio Saham: Ponsel Mengubah Cara Indonesia Berdagang dan Berinvestasi

October 16, 2026
Saldo Tabungan Kecil Menyusut 45%, “Mantab” Jadi Perdebatan: LPS Membantah, Perbanas dan Ekonom Menyanggah

Saldo Tabungan Kecil Menyusut 45%, “Mantab” Jadi Perdebatan: LPS Membantah, Perbanas dan Ekonom Menyanggah

October 8, 2026
Literasi Keuangan Naik, Jurang Kota-Desa Masih Ada: 5 Langkah Mengatur Uang demi Capai Tujuan Hidup

Literasi Keuangan Naik, Jurang Kota-Desa Masih Ada: 5 Langkah Mengatur Uang demi Capai Tujuan Hidup

October 8, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In