• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, June 13, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Budaya

Takjil : Makna Asli Atau Asimilasi

reporter by reporter
May 10, 2021
in Budaya, Opini, Pendidikan, Ragam
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ahmad Zukhri Siregar
Guru Bahasa Arab MAN IC Tapsel

Di bulan ramadan setiap tahunnya umat muslim belahan dunia melaksanakan kegiatan berpuasa, di Indonesia sebagai negara muslim terbesar dunia tentu kegiatan ini merupakan sarat makna religi maupun budaya. Adapun selain berpuasa, mengikuti salat tarawih, tadarus, ngabuburit, sahur, buka bersama, berburu takjil dan kegiatan lainnya merupakan keniscayaan bulan ramadan di Indonesia.

RelatedPosts

Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

PENAWARAN IKLAN

Media Tunawisma: Ketika Pers Indonesia Kehilangan “Rumah” di Era Platform Digital

Ada yang menarik istilah bahasa kali ini yaitu kata takjil, tanpa kita sadari kata takjil di Indonesia hanya muncul ketika di bulan puasa ramadan saja, hampir-hampir di bulan lain kita tak mendengar istilah ini, mungkin bahkan tidak ada. Yang paling populer menggunakan penggalan kalimat kata istilah tersebut yaitu “yuk berburu takjil”, “resep menu takjil”, dan lain sebagainya.

Tapi tahukah kita bahwasanya kata takjil itu terambil dari Bahasa Arab yang dalam penulisan arab عجل (‘ajala) – يعجل (yu’ajjilu) – تعجلا (ta’jilan) yang artinya “menyegarakan” atau melangsungkan, di dalam KBBI V takjil artinya memiliki dua makna yang pertama makna kata kerja yaitu “menyegarakan” yang kedua makna nomina yaitu “makanan untuk berbuka puasa”. Jadi timbul pertanyaan kenapa makna ini bisa menjadi satu makna asli satu makna asimilasi?

Sebelum itu apa yang dimaksud dengan makna asli yaitu makna tersebut tidak ada campuran, murni dan tulen. Jadi jelas di dalam KBBI V bahwasanya yang dimaksud kata takjil “menyegerakan” ini bermakna asli karena tidak ada campuran sedangkan makna asimilasi yaitu terjadinya perubahan/pergeseran bahasa sumber tersebut sehingga mengadopsi makna yang sesuai dengan keadaan tersebut, salah satu penyebab bergeser karena kebudayaan / masyarakat itu sendiri.

Jadi kenapa bisa berubah makna takjil menjadi “makanan untuk buka puasa”.salah satunya, kala itu, para wali saat berdakwah kerap memasak kolak dari bahan pisang kepok, ubi jalar, dan gula merah. Lambat laun divariasikan dengan menambahkan macam-macam bahan tambahan. Mulai dari kolang kaling, labu parang, ubi kayu, tapai, hingga nangka. Hingga kini, kebiasaan menyebut menu berbuka makanan yang manis-manis maka disebut takjil, maka terjadilah makna asimilasi tersebut. Wallahualam bissawab.

Tags: AsimilasiTakjil
ShareTweetPin

Related Posts

Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

June 13, 2026
PENAWARAN IKLAN

PENAWARAN IKLAN

June 13, 2026
Media Tunawisma: Ketika Pers Indonesia Kehilangan “Rumah” di Era Platform Digital

Media Tunawisma: Ketika Pers Indonesia Kehilangan “Rumah” di Era Platform Digital

June 4, 2026
Enam Tahun Tak Tergoyahkan, Aice Kembali Raih TOP CSR Awards dengan Nilai Tertinggi #Star 5

Enam Tahun Tak Tergoyahkan, Aice Kembali Raih TOP CSR Awards dengan Nilai Tertinggi #Star 5

May 31, 2026
Gol A Gong Kembali Jadi Duta Baca Indonesia 2026, Perpusnas Perkuat Gerakan Literasi Berdampak

Gol A Gong Kembali Jadi Duta Baca Indonesia 2026, Perpusnas Perkuat Gerakan Literasi Berdampak

May 18, 2026
“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

May 18, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In