• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Friday, July 3, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Digital Life

Transformasi Jurnalisme di Asia Tenggara: Studi Vero Ungkap Peran Kunci AI

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
August 19, 2024
in Digital Life, Ekonomi, Feature, Headline, Nasional, Opini, Tekno
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin memengaruhi lanskap jurnalisme di Asia Tenggara, dengan para jurnalis di kawasan ini semakin menyadari pentingnya AI dalam praktik mereka. Studi terbaru dari Vero berjudul ‘AI and Journalism in Southeast Asia: A Survey of Opportunities and Challenges’ mengungkapkan bagaimana AI memengaruhi dan mengubah cara kerja media di Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Berdasarkan survei terhadap 75 jurnalis di empat negara tersebut, studi ini memberikan wawasan mendalam mengenai dampak AI pada jurnalisme. “Pengaruh AI tidak hanya terbatas pada otomatisasi proses, tetapi juga dalam meningkatkan akurasi, kecepatan, dan kualitas laporan,” kata Raphael Lachkar, COO Vero. AI kini memegang peranan penting dalam pengumpulan berita, penyampaian cerita, dan akses informasi yang lebih luas.

RelatedPosts

FedEx: 64% Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Wajib E-Filing CPSC AS per 8 Juli 2026

Saat Dunia Memilih Jakarta untuk Merancang Ulang Masa Depan Iklim

Aice Luncurkan Crispy Balls Shine Muscat, Adopsi Tren Korea untuk Gaet Pasar Gen Z

Survei Vero menunjukkan bahwa di Indonesia dan Thailand, 95% jurnalis telah memiliki pemahaman mendalam tentang AI dan Thailand menunjukkan tingkat adaptasi sebesar 95%, menandakan integrasi teknologi yang efektif dalam pekerjaan mereka. Di Filipina, 90% jurnalis sudah familiar dengan AI, namun hanya 52% yang mengintegrasikannya dalam praktik mereka. Sementara di Vietnam, meskipun 78% jurnalis sudah mengenal AI, 100% menunjukkan sikap positif terhadap adaptasi teknologi ini dalam pekerjaan mereka.

Namun, penerimaan terhadap AI tidak tanpa kekhawatiran. Banyak jurnalis mencatat isu tata kelola, dampak pada tenaga kerja, dan masalah keamanan siber sebagai perhatian utama. Di Thailand, ada kekhawatiran tentang ketergantungan berlebihan pada AI yang dapat memengaruhi kualitas dan kepercayaan publik terhadap jurnalisme. Sebaliknya, di Vietnam, antusiasme terhadap AI disertai perhatian mendalam terhadap privasi data dan tindakan keamanan yang ketat.

Melihat kebutuhan akan pemahaman yang lebih dalam tentang AI, Vero merekomendasikan beberapa langkah penting untuk mendukung integrasi teknologi ini secara positif:

1. **Edukasi**: Mengembangkan dan menyediakan program pelatihan khusus untuk memudahkan integrasi AI dalam praktik jurnalistik.
2. **Mengakui**: Mengatasi kekhawatiran terkait dampak AI terhadap keamanan kerja, hak cipta, dan integritas jurnalisme.
3. **Bersikap Transparan**: Menyampaikan informasi yang jelas tentang fungsi dan batasan AI untuk membangun kepercayaan dan mengelola ekspektasi.
4. **Bertanggung Jawab**: Menjaga sistem dukungan yang kuat untuk menghadapi tantangan yang dihadapi oleh AI, memastikan akuntabilitas dan penggunaan yang etis.

“Studi ini bertujuan untuk mendorong penelitian berkelanjutan dan keterlibatan lebih dalam mengenai peran AI dalam meningkatkan praktik jurnalisme. Kami berharap teknologi ini dapat mendukung kepentingan publik sekaligus mematuhi prinsip-prinsip dasar jurnalisme,” ujar Chatrine Siswoyo, Senior Advisor ASEAN Vero.

White paper tentang ‘AI dan Jurnalisme di Asia Tenggara’ dapat diunduh secara gratis di situs Vero, menyediakan sumber informasi berharga bagi profesional komunikasi dan media yang ingin memahami lebih jauh tentang dampak AI dalam industri jurnalisme. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

FedEx: 64% Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Wajib E-Filing CPSC AS per 8 Juli 2026

FedEx: 64% Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Wajib E-Filing CPSC AS per 8 Juli 2026

June 29, 2026
Saat Dunia Memilih Jakarta untuk Merancang Ulang Masa Depan Iklim

Saat Dunia Memilih Jakarta untuk Merancang Ulang Masa Depan Iklim

June 25, 2026
Aice Luncurkan Crispy Balls Shine Muscat, Adopsi Tren Korea untuk Gaet Pasar Gen Z

Aice Luncurkan Crispy Balls Shine Muscat, Adopsi Tren Korea untuk Gaet Pasar Gen Z

June 18, 2026
Kunjungi Terminal LNG Arun, Petronas LNG Buka Peluang Kerja Sama Strategis

Kunjungi Terminal LNG Arun, Petronas LNG Buka Peluang Kerja Sama Strategis

June 18, 2026
Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

June 17, 2026
PENAWARAN IKLAN

PENAWARAN IKLAN

June 13, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In