• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Thursday, May 14, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Digital Life

TRILIUNAN DANA NASABAH RAIB, HANYA 20–30% BISA KEMBALI

Alarm Keras dari Forum Banker Indonesia di Tengah Perang Siber Berbasis AI

Editor by Editor
May 14, 2026
in Digital Life, Ekonomi, Headline, Tekno
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, (13/5) 2026, Makronesia.id — Bayangkan uang tabungan Anda di bank raib dibobol hacker, lalu pihak bank bilang: sebagian besar tidak bisa kembali. Skenario itu bukan fiksi ilmiah. Wakil Ketua Umum PERBANAS, Hendra Lembong, mengungkap fakta pahit itu secara blak-blakan dalam CxO Forum Banking Update 2026 hari ini di Jakarta: data OJK mencatat triliunan rupiah dana nasabah sudah menjadi korban serangan siber, dan hanya sekitar 20–30% yang berhasil dipulihkan — kebanyakan tidak bisa direcover. Kontan

Angka itu bukan anomali. OJK dan Indonesia Anti-Scam Center (IASC) mencatat sekitar 274.000 kasus penipuan dengan total kerugian publik melampaui Rp 6 triliun dalam periode akhir 2024 hingga 2025. Di level global, IBM Cost of a Data Breach Report 2025 menegaskan bahwa sektor keuangan mencatat rata-rata kerugian USD 5,56 juta per insiden peretasan — tertinggi kedua di dunia setelah sektor kesehatan. IT BEATDataFence

RelatedPosts

Salah Rute Jadi Biaya Tersembunyi Ekonomi Jalanan

Wamendagri Tekankan Enam Langkah Strategis Tingkatkan Literasi

AI Masuk Ruang Server Perusahaan, Tapi Infrastruktur Indonesia Belum Sepenuhnya Siap

Yang membuat situasi 2026 jauh lebih berbahaya adalah satu kata: AI. Para pelaku kejahatan siber kini menggunakan AI untuk membuat email, pesan, bahkan panggilan suara yang sangat meyakinkan — mampu mengelabui nasabah maupun karyawan bank, bahkan melewati pelatihan keamanan standar sekalipun. IBM mencatat bahwa 97% organisasi yang mengalami insiden keamanan berbasis AI ternyata tidak memiliki kontrol akses yang memadai, dan penggunaan shadow AI oleh karyawan menambah rata-rata USD 670.000 pada biaya kebocoran data per insiden. C9LabIBM

Indonesia sendiri adalah ekonomi digital yang paling sering diserang di Asia Tenggara, dengan 3.300 percobaan peretasan setiap minggu, sementara alokasi anggaran keamanan siber nasional baru menyentuh 0,02% dari PDB. Kesenjangan antara besarnya target dan tipisnya pertahanan inilah yang membuat sektor perbankan nasional berada di posisi rawan. Mordor Intelligence

Regulator bergerak. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Adi Budiarso, menyebut ini persoalan eksistensial: “Keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan prasyarat utama bagi keberlanjutan industri keuangan digital. Dalam ekosistem yang semakin terhubung, satu insiden siber tidak hanya berdampak pada satu institusi, tetapi dapat memengaruhi reputasi, kepercayaan, dan stabilitas ekosistem secara keseluruhan.” Suara Pemerintah

Forum Ekonomi Dunia (WEF) dalam Global Cybersecurity Outlook 2026 mempertegas dari perspektif global: penipuan berbasis siber kini telah menggeser ransomware sebagai ancaman nomor satu yang paling mengkhawatirkan para CEO, dengan 73% responden dari 92 negara mengaku mereka atau seseorang dalam jaringan mereka telah menjadi korban penipuan siber sepanjang 2025. Yang lebih ironis, WEF menemukan sektor keuangan justru tertinggal dalam adopsi AI untuk pertahanan siber dibandingkan sektor manufaktur dan energi — padahal sektor ini paling sering menjadi sasaran. BankInfoSecurityCybermagazine

Pesan sentral forum hari ini adalah pergeseran paradigma yang tidak bisa ditunda. President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, menyebutnya keharusan struktural: “Keamanan siber tidak lagi cukup menjadi lapisan pertahanan, tetapi harus menjadi fondasi strategis yang menyatu dengan konektivitas, cloud, dan kapabilitas AI dalam satu ekosistem yang bekerja secara real-time dan berkelanjutan.”

Pandangan itu dikuatkan data: 57% pemimpin lembaga keuangan global kini menjadikan penguatan tata kelola siber di tingkat dewan direksi sebagai prioritas utama nomor satu mereka. Era di mana isu siber didelegasikan ke divisi IT sudah berakhir — ini kini urusan ruang rapat direksi. Jack Henry

Di balik semua angka itu, ada satu taruhan yang paling vital: kepercayaan publik. Survei Experian 2026 menemukan 69% konsumen tidak yakin bank mereka cukup siap menghadapi serangan siber berbasis AI, dan 76% percaya kejahatan siber akan terus meningkat dan kian sulit dibendung karena AI. Ketika mayoritas nasabah sudah pesimis soal keamanan uang mereka, alarm itu seharusnya berbunyi keras di setiap kantor pusat perbankan Indonesia. Experian

Armand menutup dengan framing yang lebih besar dari sekadar forum bisnis: “Kemampuan menjaga data, sistem, dan kepercayaan publik adalah prasyarat utama bagi Indonesia untuk bertransformasi dari konsumen teknologi menjadi produsen dan inovator digital.” Pertanyaannya kini bukan lagi apakah bank Anda akan diserang — tapi saat serangan itu datang, apakah uang Anda termasuk yang 20–30% yang selamat?. [Alia-Mudira]

Tags: AI dan Kejahatan SiberAncaman AI di Sektor KeuanganASEANAsia TenggaraCybersecurity Banking 2026Dana Nasabah RaibData Breach BankEkosistem Digital IndonesiaForum Banker IndonesiaFraud AI Perbankan.Hacker Bank IndonesiaIBM Cost of Data Breach 2025IndonesiaIndonesia Anti Scam CenterIndonesia Digital EconomyIndonesia Financial SectorJakartaJakarta PusatKeamanan Data FinansialKeamanan Siber PerbankanLintasarta CybersecurityOJK Keamanan SiberPenipuan Siber IndonesiaPerbankan Digital IndonesiaPerbankan Nasional IndonesiaPerlindungan Dana Nasabahscam digital indonesiaSektor Keuangan IndonesiaSerangan Siber AIWEF Cybersecurity Outlook 2026
ShareTweetPin

Related Posts

Salah Rute Jadi Biaya Tersembunyi Ekonomi Jalanan

Salah Rute Jadi Biaya Tersembunyi Ekonomi Jalanan

May 13, 2026
Wamendagri Tekankan Enam Langkah Strategis Tingkatkan Literasi

Wamendagri Tekankan Enam Langkah Strategis Tingkatkan Literasi

May 12, 2026
AI Masuk Ruang Server Perusahaan, Tapi Infrastruktur Indonesia Belum Sepenuhnya Siap

AI Masuk Ruang Server Perusahaan, Tapi Infrastruktur Indonesia Belum Sepenuhnya Siap

May 11, 2026
Tengah Tahun 2026: Saatnya Cek Dompet Sebelum Financial Goals “Ghosting” dari Rencana

Tengah Tahun 2026: Saatnya Cek Dompet Sebelum Financial Goals “Ghosting” dari Rencana

May 11, 2026
Lo Dikira Aman Online? Asia Tenggara Habis $23,6 Miliar Gara-Gara Scammer

Lo Dikira Aman Online? Asia Tenggara Habis $23,6 Miliar Gara-Gara Scammer

May 11, 2026
Grafis Judi Onlien dan Dampaknya Bagi Masyarakat Indonesia

Mesin Penghisap Uang Rakyat

May 10, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In