Jakarta, (31/5) Makronesia.id — Nama Aice kembali terukir di podium tertinggi. Untuk keenam kali berturut-turut sejak 2021, merek es krim terpopuler di Indonesia ini meraih penghargaan TOP CSR Awards — dan tahun ini, predikat tertinggi #Star 5 kembali jatuh ke tangan mereka. Tak hanya itu, CEO Aice Group, Jack Wang, turut meraih penghargaan TOP Leader on CSR Commitment 2026. Pencapaian ini diraih bersama sejumlah perusahaan besar seperti Peruri, Adhi Karya, Phapros, Hutama Karya, dan PLN Batam, dalam ajang CSR terbesar nasional yang berbasis pendekatan ISO 26000, ESG, serta strategi bisnis berkelanjutan.
Ketua Penyelenggara TOP CSR Awards 2026, M. Lutfi Handayani, MM., MBA, menyebut penilaian tahun ini melampaui sekadar program sosial biasa. “Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan keselarasan program CSR terhadap strategi bisnis, penerapan ESG, tata kelola perusahaan, serta dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan. Dewan Juri menilai bahwa penghargaan yang diterima Aice mewakili berbagai keunggulan dalam business model dan business process yang melampaui standar dari ISO, ESG dan bisnis yang berkelanjutan,” jelas Lutfi.
Perjalanan CSR Aice bukan dimulai dari kemarin. Sejak 2020, Aice membangun rekam jejak yang konsisten: mendonasikan APD dan 1 juta es krim untuk tenaga kesehatan di 14 RS rujukan COVID-19, lalu memproduksi sendiri lebih dari 67 juta masker medis merek SHIELD yang didistribusikan gratis ke masyarakat sepanjang 2020–2022 — sebuah pencapaian yang tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Di tahun yang sama, Aice hadir di posko bencana Palu (2020) dan Sulawesi Barat (2021). Program #15HariAiceBerbagiSehat yang dimulai sejak 2020 pun terus berjalan hingga kini, menjangkau yayasan disabilitas, komunitas olahraga, dan kampanye gaya hidup sehat di berbagai daerah. Konsistensi ini yang kemudian membawa Aice meraih TOP CSR Awards sejak 2021, Indonesia Best CSR Awards dari The Iconomics sejak 2022, hingga Superbrands selama enam tahun berturut-turut (2020–2025).
Di balik deretan penghargaan itu, Senior Brand Manager Aice Group, Sylvana Zhong, menegaskan bahwa CSR bagi Aice bukan sekadar kewajiban. “Kami melihat tren gaya hidup sehat kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat, khususnya generasi muda urban. Karena itu, Aice terus mendorong inovasi produk yang tidak hanya menghadirkan rasa yang enak, tetapi juga memberikan pilihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini,” ujarnya. Wujud nyatanya adalah peluncuran varian es krim rendah kalori dan tanpa sukrosa — inovasi produk yang tidak lagi memisahkan antara kelezatan dan kesehatan.
Ekosistem distribusi pun menjadi bagian dari tanggung jawab sosial Aice. Sejak 2016, perusahaan telah membagikan freezer gratis kepada pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Saat ini, lebih dari 400 ribu mitra usaha kecil, warung, dan modern trade menjadi jaringan distribusi Aice — sekaligus tulang punggung ekosistem ekonomi lokal. Program Berbagi Ramadhan yang berjalan sejak 2016 juga terus konsisten: pada 2025, program ini menjangkau lebih dari 5.000 masjid dan musholla di seluruh Indonesia. Aice juga meraih 8th Indonesia Best CSR Awards 2026 dari The Iconomics atas program #15HariAiceBerbagiSehat yang dinilai relevan dengan kebutuhan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami bersyukur atas penghargaan ini. Ke depan, Aice akan terus berupaya menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam membangun industri makanan modern yang lebih berkelanjutan,” pungkas Sylvana. Bagi Aice, penghargaan bukan tujuan akhir — melainkan cermin dari komitmen yang tidak pernah berhenti bergerak. (Alia-Mudira)







