• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, October 31, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Anggota DPR Menyayangkan Pemotongan Anggaran Sektor Pangan Yang Cukup Besar

Editor by Editor
April 16, 2020
in Ekonomi, Nasional
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Makronesia.id  — Anggota DPR RI Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin menyayangkan pemotongan anggaran kementerian sektor pangan mengalami pemangkasan cukup signifikan. Padahal, Selain persoalan instrumen kesehatan yang menjadi perhatian lebih, sektor pangan mestinya menjadi prioritas penguatan termasuk penguatan anggaran, bukan malah di potong.

Akmal merangkum perubahan atau penyesuaian anggaran akibat adanya Peraturan Presiden (Perpres) No. 54/2020 tentang perubahan postur dan rincian APBN tahun anggaran 2020  yang berdampak pada perubahan APBN mitra kerjanya, yakni Kementan berkurang dari 21 T menjadi  17,4 T; KKP berkurang dari 6,4 T menjadi 5,3  T;  dan  KLHK berkurang dari 9,3 T menjadi 7,7 T.

RelatedPosts

Rupiah Rp18.183 Rekor Terlemah, The Fed Tahan Bunga: Drama Sebenarnya Baru Mulai Desember

Darmawan Prasodjo Tinggalkan Kursi Dirut PLN, Apa Warisannya bagi Listrik Indonesia?

Cara Bikin QRIS untuk Warung, Cukup Pakai HP dan KTP

“Sangat disayangkan, mestinya penghematan dari kemeterian lain ini dapat memperkuat sektor kesehatan dan pangan. Pemotongan uang cukup besar di Sektor pangan (Kementan,KKP dan LHK) ini belum ada persiapan solusi di masa datang. Padahal masalah kita kedepan adalah ketersediaan pangan setelah pandemi Covid 19”, tukas Politisi PKS ini.

Anggota DPR Komisi IV ini memberi gambaran bahwa  pengurangan anggaran belanja Kementerian Pertanian yang semula Rp 21,06 Triliun menjadi 17,44 Triliun tidak sebanding dengan Refocusing kegiatan dan realokasi anggaran Kementerian Pertanian untuk penaganan COVID-19 dengan jumlah Rp 1,85 T.  Perlu dipertimbangkan lagi untuk pemerintah, pengurangan anggaran kementeraian pertanian sekitar 3,6 T ini mesti dibalik logikanya. Seharusnya postur kementerian pertanian ini seperti pada APBN 2016, yakni Rp 31,5 triliun.  Bahkan, kementerian pertanian jaman Amran pernah mengusulkan, APBN 2020 kementan sebesar  Rp32,58 triliun untuk memperkuat diseminasi teknologi dan penyuluhan, pemanfaatan lahan rawa,  pengembangan ternak rakyat dan program akselerasi ekspor.

Sorotan anggota DPR dari Sulawesi Selatan II ini juga pada proporsioanalitas pengamanan ketersediaan pangan Refocusing kegiatan dan realokasi anggaran Kementerian Pertanian untuk penaganan COVID-19. Angka Refocusing sebesar 1,85T. Sedangkan Pengamanan Pangan hanya sebesar Rp 198,95 M.

“Saya melihat, kementerian pertanian terlalu kecil dalam mengalokasikan pengamanan ketersediaan pangan yang hanya sebesar Rp 198,95 M dari total anggaran refocusing 1,85 T pada penanganan Covid-19 ini.  Sektor pangan ini mestinya ada limpahan anggaran dari kementerian lain sejajar dengan urgensinya bidang kesehatan. Dua agenda utama Pemerintah dalam prioritas penaganan covid-19  adalah kesehatan dan pangan. Anggaran pangan di pangkas sedangkan kesehatan sudah sesuai membesar semula 57 T ditambah menjadi 76 T”, tutur Akmal.

Legislator PKS ini juga menyoroti realokasi anggaran sebesar Rp 483,74 miliar atau setara 9,12 persen dari total APBN-P KKP 2020 yang merupakan bagian penting dari penyangga sektor pangan. Perikanan Tangkap dan Budidaya serta penyedia garam, mestinya juga dapat limpahan anggaran cukup. Menurut dia, hampir seluruh rekannya di Komisi IV, menyarankan tidak ada pemotongan pada anggaran KKP. Sedangkan dia sendiri menginginkan agar KKP malah dapat tambahan anggaran untuk memperkuat sektor pangan sebagai persiapan pasca covid-19.

“Saya menyarankan kepada seluruh mitra komisi IV, terutama kementerian pertanian dan Kementerian kelauatan perikanan, agar memiliki porsi anggaran lebih yang bersumber dari kementerian lain. Sektor Kesehatan dan pangan menjadi sangat vital pada keadaan wabah covid 19 baik saat sekarang atau seusai wabah ini berlalu”, tutup Andi Akmal Pasluddin.

Tags: Andi Akmal PasluddinFraksi PKSPangan
ShareTweetPin

Related Posts

Rupiah Rp18.183 Rekor Terlemah, The Fed Tahan Bunga: Drama Sebenarnya Baru Mulai Desember

Rupiah Rp18.183 Rekor Terlemah, The Fed Tahan Bunga: Drama Sebenarnya Baru Mulai Desember

October 29, 2026
diambil dari pikiran Rakyat

Darmawan Prasodjo Tinggalkan Kursi Dirut PLN, Apa Warisannya bagi Listrik Indonesia?

October 16, 2026
Cara Bikin QRIS untuk Warung, Cukup Pakai HP dan KTP

Cara Bikin QRIS untuk Warung, Cukup Pakai HP dan KTP

October 16, 2026
Pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat Indonesia. QRIS kini menjangkau puluhan juta merchant, mayoritas merupakan pelaku UMKM.

Dari Warung Kampung ke Portofolio Saham: Ponsel Mengubah Cara Indonesia Berdagang dan Berinvestasi

October 16, 2026
Saldo Tabungan Kecil Menyusut 45%, “Mantab” Jadi Perdebatan: LPS Membantah, Perbanas dan Ekonom Menyanggah

Saldo Tabungan Kecil Menyusut 45%, “Mantab” Jadi Perdebatan: LPS Membantah, Perbanas dan Ekonom Menyanggah

October 8, 2026
Literasi Keuangan Naik, Jurang Kota-Desa Masih Ada: 5 Langkah Mengatur Uang demi Capai Tujuan Hidup

Literasi Keuangan Naik, Jurang Kota-Desa Masih Ada: 5 Langkah Mengatur Uang demi Capai Tujuan Hidup

October 8, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In