• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, October 31, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Digital Life

Ketum AAJI Meyakini Penetrasi Asuransi akan Sukses Melalui Digitalisasi

Editor by Editor
November 8, 2021
in Digital Life, Ekonomi, Makro, Mikro
0 0
0
Budi Tampubolon ‐ Ketua Dewan Pengurus AAJI

Budi Tampubolon ‐ Ketua Dewan Pengurus AAJI

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Makronesia.id — Selama pandemi berlangsung 2 tahun belakangan ini, penetrasi asuransi jiwa di Indonesia tercatat stagnan. Jumlah Tertanggung perorangan pada pertengahan tahun 2021 sebanyak 20,04 juta orang. Fakta ini tidak jauh berbeda dengan jumlah tertanggung perorangan pada periode sama tahun lalu sebanyak 16,92 juta orang. Sedangkan polis perorangan pada pertengahan tahun 2021 sebanyak 19,03 juta polis juga tidak jauh berbeda dengan jumlah polis perseorangan pada periode sama tahun lalu sebanyak 15,95 juta orang. Dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini sebanyak + 272,2 juta orang, jelas bahwa peluang pertumbuhan masih terbuka lebar.

Ketua Dewan Pengurus AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia ), Budi Tampubolon menyebutkan, AAJI mendukung transformasi digital industri asuransi jiwa. Menurutnya, digitalisasi diharapkan dapat memacu inovasi produk dan layanan agar bisa lebih baik lagi dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

RelatedPosts

Secangkir kopi kekinian pun lebih mahal. Rp49.000 sebulan, PS5 kamu kini bisa jadi bioskop anime tanpa iklan.

Rupiah Rp18.183 Rekor Terlemah, The Fed Tahan Bunga: Drama Sebenarnya Baru Mulai Desember

Dari TikTok, QRIS sampai AI: Indonesia Ngebut Digital, Warganya Sudah Siap?

“Tentunya transformasi digital yang dijalankan perusahaan ini perlu diimbangi dengan tata kelola dan manajemen risiko yang baik, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan, cakupan perlindungan dan siklus perjalanan konsumen untuk menentukan produk yang terbaik bagi masing-masing individu,” ucapnya.

Karena itu, kata dia, industri asuransi membutuhkan dukungan penuh dari Pemerintah dan Regulator dalam upaya digitalisasi yang dilakukan sehingga mampu memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berubah.

Budi juga memaparkan bahwa upaya pemenuhan kebutuhan nasabah ini telah mendorong pertumbuhan kanal distribusi digital industri asuransi jiwa. AAJI mencatat pendapatan premi dari kanal pemasaran digital melalui e-commerce pada tahun 2019 bertumbuh sebesar 92,6 persen disusul dengan pertumbuhan di tahun 2020 sebesar 128,6 persen. Budi optimis kanal distribusi digital ini akan berkembang lebih jauh ke depannya seiring dengan peningkatan kualitas tata kelola dari pelaku industri asuransi jiwa.

“Industri asuransi merupakan industri yang besar. Dengan aset lebih dari Rp 500 T, industri asuransi dapat membantu pembangunan Pemerintah melalui penempatan investasi. Jumlah ini akan semakin bertambah apabila penetrasi asuransi jiwa terus meningkat. Dengan demikian, regulasi yang mendukung perkembangan digital industri asuransi dan tata kelolanya sangat lah dibutuhkan dalam rangka menjangkau pasar yang lebih luas.” Ucapnya menutup sambutan. (AM/AAJI/BA)

Tags: AAJIBudi TampubolonDigitalisasiPenetrasi AsuransiPolis
ShareTweetPin

Related Posts

Secangkir kopi kekinian pun lebih mahal. Rp49.000 sebulan, PS5 kamu kini bisa jadi bioskop anime tanpa iklan.

Secangkir kopi kekinian pun lebih mahal. Rp49.000 sebulan, PS5 kamu kini bisa jadi bioskop anime tanpa iklan.

October 29, 2026
Rupiah Rp18.183 Rekor Terlemah, The Fed Tahan Bunga: Drama Sebenarnya Baru Mulai Desember

Rupiah Rp18.183 Rekor Terlemah, The Fed Tahan Bunga: Drama Sebenarnya Baru Mulai Desember

October 29, 2026
Dari TikTok, QRIS sampai AI: Indonesia Ngebut Digital, Warganya Sudah Siap?

Dari TikTok, QRIS sampai AI: Indonesia Ngebut Digital, Warganya Sudah Siap?

October 16, 2026
diambil dari pikiran Rakyat

Darmawan Prasodjo Tinggalkan Kursi Dirut PLN, Apa Warisannya bagi Listrik Indonesia?

October 16, 2026
Cara Bikin QRIS untuk Warung, Cukup Pakai HP dan KTP

Cara Bikin QRIS untuk Warung, Cukup Pakai HP dan KTP

October 16, 2026
Pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat Indonesia. QRIS kini menjangkau puluhan juta merchant, mayoritas merupakan pelaku UMKM.

Dari Warung Kampung ke Portofolio Saham: Ponsel Mengubah Cara Indonesia Berdagang dan Berinvestasi

October 16, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In