• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Sunday, November 1, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Budaya

Kuy, Nonton Festival Musik dan Seni Futuristik Wave of Tomorrow

Editor by Editor
July 3, 2023
in Budaya, Digital Life, Hiburan, Pariwisata, Ragam, Tekno
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, MAKRONESIA.id – Digelar untuk kedua kalinya, festival musik dan seni berbasis teknologi masa depan, Wave of Tomorrow (WoT), telah resmi kembali dibuka, Jumat, Pekan lalu.

Lokasi festival di Gedung Tribatra, Jalan Wijaya, Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Festival musik dan pameran seni ini akan berlangsung hingga Minggu, 29 Desember 2019.

RelatedPosts

Dari Tugas Teman Hingga Bongkar Sindikat Perdagangan Anak, Intip Kisah Heroik Trio GJLS di Film Berapi-Api

Secangkir kopi kekinian pun lebih mahal. Rp49.000 sebulan, PS5 kamu kini bisa jadi bioskop anime tanpa iklan.

“Saya Koordinasikan Dulu, Ya”: Kalimat Paling Sopan untuk Mengaku Tak Berdaya

Sebanyak 14 karya seni berbasis teknologi dari 13 kreator tanah air akan menunjukkan hasil karyanya di Festival ini. Berbagai konsep dan teknik dihadirkan di ruang pameran, dari seni instalasi audiovisual, sensor, virtual reality, robotic, teknologi luar angkasa, hingga artificial intelligence.

“Di abad 21, data adalah segalanya. Data dapat bertransformasi melalui suara, gambar, gerakan, tampilan seni, dan juga untuk memasuki luar angkasa. Dalam hal ini, teknologi yang akan berperan penting dalam proses transformasinya. Manusia perlu beradaptasi terhadap perubahan ini, sebagai cara agar bisa tetap bertahan,” ujar Mona Liem, kurator Wave of Tomorrow 2019, dalam saat pembukaan.

Kreator tahun lalu kembali hadir dan menyajikan karya-karya futuristik terbaru. Seperti, Sembilan Matahari, yang pada tahun lalu paling menyedot perhatian pengunjung melalui Constellation Neverland, tahun ini kembali tampil melalui karya berjudul RHYME.  Sebuah karya yang menggabungkan 2 elemen teknologi masa depan yakni robotic dan mechatronic, dengan didukung sound system dan lighting cenggaih. Sementara RHYME membawa pesan filosofis bahwa apapun yang kita lakukan di alam semesta ini membawa pengaruh dan resonansi terhadap lingkungan sekitar. Nonotak, nama kreatif kolaborasi kreator asal Perancis Noemi Schipfer dan arsitek Jepang Takami Nakamoto, menampilkan karya berjudul LEAP V.3. Karya ini memanfaatkan perendaman suara dan cahaya yang dipadukan dengan ruang-ruang dalam Gedung Tribrata, menjadi sajian hidup dan dinamis. Menciptakan sensasi unik bagi penikmatnya. Maika kembali tampil dengan karya berjudul ARKA NISKALA. Kinara Darma X Modulight memamerkan karya berjudul THE SIMULATION OF HARMONY, sebuah karya yang memanfaatkan teknologi cahaya, suara, dan ruang menjadi sebuah platform seni instalasi yang akan bisa memberi pengalaman bagi penikmatnya bahwa apapun gerakan yang kamu lakukan di ruangan instalasi ini akan menciptakan efek tak diharapkan terhadap obyek lain.

Sedang nama-nama kreator baru diantaranya Ouchhh, Tundra, Jakob Steensen, Rubi Roesli/Biroe, Motion Beast, NotanLab, UVisual, Ricky Janitra dan Farhanaz Rupaidh. Ouchh, kreator yang baru memenangkan sebuah penghargaan di Istambul, menampilkan karya berjudul DATA GATE. Sebuah instalasi berbasis teknologi yang berfungsi memeriksa semua kompleksitas data dari luar angkasa dari waktu ke waktu, dan mentransformasinya menjadi data visual yang puitik dinikmati.

“Ada banyak karya menarik dalam WoT tahun ini. Beberapa karya bahkan sangat baru dan futuristik banget. Kita harus tahu, agar bisa mengadaptasinya,” ujar Andhika Soetalaksana, Vice President Sales dan Partnership KiosTix, perusahaan penyedia tiket Wave of Tomorrow.

Tundra, kreator asal Rusia, dengan karya berjudul THE DAY LEFT FIELD, tampil sangat unik. Ia memanfaatkan rumput yang memenuhi ruang untuk menciptakan efek audiovisual menarik.

Panggung Musik

Pada area musik, tahun ini bahkan disediakan 2 panggung musik, yakni di Lounge dan di Level 2. Line-up musisi yang akan tampil diantaranya, Hondo, Sunmantra, Random Brothers, Dekadenz, Preachjacrew, Mantra Ventura, Gabber Modus Operandi, Petra Sihombing, Enrico Octaviano, Danilla, Elephant Kind, Kuntoaji, Bergas, Where’s Anja, Django, Bing Luther, Belda, Kimo, Merdi, Naika Gaeri, Mr. Joyful Noise, Arvin, Anton Wirjono & Hogi, Eva Celia, Sal Priadi, dan HAAI. Music Lounge akan tampil di sesi sore, sedang Level 2 di waktu malam.  Di setiap weekend, juga digelar sesi diskusi tentang seni kotemporer saat ini dengan pembicara para kreator yang memamerkan karyanya di WoT.

Boleh Foto

Salah satu yang menarik dari festival Wave of Tomorrow, adalah pengunjung dibolehkan melakukan foto-foto selfie di antara modul-modul seni instalasi yang dipamerkan. Sehingga pameran seni ini selalu ramai dikunjungi Millenial dan Gen Z sepanjang masa pameran. (AM/BA)

Tags: KiosTixKuntoajiSembilan MatahariTAKAMI NAKAMOTOWave Of Tomorrow
ShareTweetPin

Related Posts

Dari Tugas Teman Hingga Bongkar Sindikat Perdagangan Anak, Intip Kisah Heroik Trio GJLS di Film Berapi-Api

Dari Tugas Teman Hingga Bongkar Sindikat Perdagangan Anak, Intip Kisah Heroik Trio GJLS di Film Berapi-Api

October 30, 2026
Secangkir kopi kekinian pun lebih mahal. Rp49.000 sebulan, PS5 kamu kini bisa jadi bioskop anime tanpa iklan.

Secangkir kopi kekinian pun lebih mahal. Rp49.000 sebulan, PS5 kamu kini bisa jadi bioskop anime tanpa iklan.

October 29, 2026
“Saya Koordinasikan Dulu, Ya”: Kalimat Paling Sopan untuk Mengaku Tak Berdaya

“Saya Koordinasikan Dulu, Ya”: Kalimat Paling Sopan untuk Mengaku Tak Berdaya

October 19, 2026
Masjid Apung An-Nur Resmi Dibuka, Warga Bisa Masuk Ancol Gratis hingga 11 Desember

Masjid Apung An-Nur Resmi Dibuka, Warga Bisa Masuk Ancol Gratis hingga 11 Desember

October 16, 2026
Dari TikTok, QRIS sampai AI: Indonesia Ngebut Digital, Warganya Sudah Siap?

Dari TikTok, QRIS sampai AI: Indonesia Ngebut Digital, Warganya Sudah Siap?

October 16, 2026
diambil dari pikiran Rakyat

Darmawan Prasodjo Tinggalkan Kursi Dirut PLN, Apa Warisannya bagi Listrik Indonesia?

October 16, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In