• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Tuesday, May 19, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Seminar Perunggasan AGRIMAT 2026: Peternak Rakyat Tuntut Hilirisasi, Pakar Ingatkan Risiko Kebijakan

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
May 16, 2026
in Ekonomi, Feature, Mikro
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, (8/5), Makronesia.id — Forum strategis lintas sektor digelar dalam rangkaian pameran AGRIMAT & AGRILIVESTOCK ASIA 2026, Jumat (8/5/2026), di Seminar Room 1 Hall 5, Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2 Jakarta. Seminar yang digagas Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) ini menjadi ruang konsolidasi di tengah tekanan struktural yang terus membayangi peternak rakyat.

Pertemuan ini dipicu oleh dua isu besar: rencana alokasi dana Rp20 triliun dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan Kementerian Pertanian untuk ekosistem peternakan terintegrasi nasional, serta wacana pengalihan monopoli impor bungkil kedelai (soybean meal/SBM) dari swasta ke BUMN. Kedua kebijakan itu disambut optimis oleh penyelenggara, namun tidak lepas dari pertanyaan kritis para pengamat.

RelatedPosts

“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

TRILIUNAN DANA NASABAH RAIB, HANYA 20–30% BISA KEMBALI

Salah Rute Jadi Biaya Tersembunyi Ekonomi Jalanan

Ketua KPUN Alvino Antonio menegaskan pentingnya transformasi struktural:

“Hilirisasi merupakan kunci utama untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat posisi tawar peternak, dan menciptakan ekosistem bisnis yang lebih adil dan berkelanjutan.”

Ia juga mendesak agar alokasi Rp20 triliun difokuskan pada infrastruktur pascapanen—Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), cold storage, dan penyerapan produk untuk Cadangan Pangan Pemerintah (CPP)—bukan sekadar di sektor budidaya.

3 Output Konkret Seminar
01
Kesepakatan offtaker nasional oleh BUMN pangan (PT Berdikari / PT Agrinas)
02
Skema pembiayaan RPHU & cold storage bersama Danantara
03
Roadmap CPP protein setara cadangan beras nasional

Sesi pagi menghadirkan gabungan asosiasi (PPN, KPUN, PPUI, PERMINDO), sementara sesi siang menampilkan perwakilan Kementerian Pertanian, PT Berdikari, PT Agrinas, dan Danantara.

Terkait impor SBM, Alvino mengakui kompleksitas isu ini:

“Pada prinsipnya kami mendukung kebijakan pemerintah dan siap berkolaborasi, namun pemerintah perlu melakukan koordinasi yang erat dengan asosiasi peternak serta pelaku usaha, termasuk peternak mandiri, untuk memetakan kebutuhan serta menjaga kelancaran pasokan dan tidak menimbulkan gejolak.”

Catatan kritis dari pengamat

Optimisme forum ini perlu diimbangi dengan sejumlah catatan lapangan. Kebijakan pengalihan impor SBM ke PT Berdikari yang berlaku mulai 1 Januari 2026 menuai sorotan karena BUMN tersebut dinilai belum sepenuhnya siap—tidak terbiasa mengimpor SBM dan belum memiliki infrastruktur pendukung seperti gudang dan armada distribusi.

Perspektif kritis — Alinea.id

Ketika margin distribusi naik, harga pakan berpotensi ikut naik—yang pada akhirnya beban itu akan jatuh ke konsumen. Tidak ada jaminan peternak kecil terlindungi dari fluktuasi harga pakan atau mendapatkan kepastian pasokan.

Perspektif ekonom — Kompas.id

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai keterlibatan BUMN dalam bisnis yang bisa dijalankan swasta berisiko menurunkan efisiensi ekonomi. Menurutnya, pemerintah semestinya fokus pada penguatan regulasi dan optimalisasi penerimaan negara, sementara swasta diberi ruang lebih luas untuk berusaha.

Perspektif akademisi — TV One News / IPB University

Sebaliknya, Prima Gandhi dari IPB University menilai penugasan impor SBM ke BUMN adalah respons relevan di tengah gejolak harga kedelai global. Gangguan panen di Brasil dan Argentina telah mendorong lonjakan harga pakan dunia hingga sekitar 30 persen, memberikan tekanan signifikan pada industri peternakan nasional. Kebijakan ini, menurutnya, mencerminkan keberpihakan negara kepada peternak kecil.

Keberatan asosiasi — Poultry Indonesia / PERMINDO

Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (PERMINDO) menilai industri perunggasan nasional tengah menghadapi ketidakpastian kebijakan yang berpotensi mengganggu keberlanjutan usaha peternak rakyat, UMKM, dan peternak mandiri—termasuk soal pengalihan impor SBM yang dinilai dilakukan tanpa masa transisi memadai.

Respons pendukung kebijakan — Observasi.id / APNI

Pengamat peternakan dari Aliansi Peternakan Nasional Indonesia (APNI), Debi Syahputra, justru mengkritik keberatan sebagian peternak yang dinilai tidak berbasis data lapangan yang utuh.

“Keberatan itu sah dalam negara demokrasi, tetapi menjadi tidak etis ketika disuarakan tanpa data yang lengkap. Negara sudah mengantisipasi risiko sejak awal dengan stok pengamanan ratusan ribu ton, skema transisi bertahap, serta membuka ruang impor swasta dengan koordinasi BUMN.”

Pada tataran produksi, Ketua PINSAR Singgih Januratmoko mengingatkan bahwa perlindungan peternak harus diikuti kepastian regulasi harga jagung sebagai bahan baku inti:

“Harga jagung merupakan titik hulu yang sangat menentukan biaya produksi peternak.”

Situasi terkini menunjukkan sektor perunggasan sedang menghadapi tekanan lain: surplus produksi telur ayam ras, khususnya di Magetan, yang memicu kekhawatiran jatuhnya harga di tingkat kandang. Kondisi ini memperkuat urgensi mekanisme serapan yang nyata—bukan sekadar komitmen di atas kertas. Kementerian Pertanian menegaskan peternak rakyat tetap menjadi prioritas utama dalam pengembangan industri perunggasan nasional, namun ekosistem yang berkeadilan hanya bisa diwujudkan jika kolaborasi antara BUMN, koperasi, dan peternak mandiri benar-benar berjalan di lapangan.

Seminar ini menjadi cermin dari tantangan klasik: antara ambisi kebijakan berskala besar dan kapasitas implementasi di lapangan. Apakah Rp20 triliun dan monopoli impor BUMN akan benar-benar memperkuat peternak rakyat—pertanyaan itu masih menunggu jawaban konkret. (Alia-Mudira)

Tags: BUMNcadangan pangan pemerintah CPPcolddan Risiko SBMDanantaraDanantara Rp20 Tharga telur ayam 2026hilirisasihilirisasi perunggasan 2026impor soybean mealKPUNpeternak rakyatpeternakan ayamPT. BerdikariRPHUSBM 2026Seminar Perunggasan 2026: Hilirisasiseminar ungagsstorage peternak
ShareTweetPin

Related Posts

“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

May 18, 2026
TRILIUNAN DANA NASABAH RAIB, HANYA 20–30% BISA KEMBALI

TRILIUNAN DANA NASABAH RAIB, HANYA 20–30% BISA KEMBALI

May 14, 2026
Salah Rute Jadi Biaya Tersembunyi Ekonomi Jalanan

Salah Rute Jadi Biaya Tersembunyi Ekonomi Jalanan

May 13, 2026
Wajah Tanpa Nama di Ruang Sidang

Wajah Tanpa Nama di Ruang Sidang

May 12, 2026
Tengah Tahun 2026: Saatnya Cek Dompet Sebelum Financial Goals “Ghosting” dari Rencana

Tengah Tahun 2026: Saatnya Cek Dompet Sebelum Financial Goals “Ghosting” dari Rencana

May 11, 2026
Lo Dikira Aman Online? Asia Tenggara Habis $23,6 Miliar Gara-Gara Scammer

Lo Dikira Aman Online? Asia Tenggara Habis $23,6 Miliar Gara-Gara Scammer

May 14, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In