• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Friday, October 30, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Rupiah Rp18.183 Rekor Terlemah, The Fed Tahan Bunga: Drama Sebenarnya Baru Mulai Desember

Editor by Editor
October 29, 2026
in Ekonomi, Makro
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, 29 Oktober 2026, Makronesia.id – Pasar sempat menahan napas menunggu Federal Reserve. Hasilnya datar: dalam rapat FOMC 27–28 Oktober, The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,75%–4,00%, sesuai perkiraan. Keputusan ini tidak bulat. Dua anggota, Lisa Cook dan Beth Hammack, memilih menaikkan 0,25 poin persentase.

Rupiah tidak ikut lega. Mata uang Garuda ditutup di Rp18.183 per dolar AS pada 28 Oktober, penutupan terlemah dalam sejarah, menurut data yang dirujuk EBC Financial Group.

RelatedPosts

Darmawan Prasodjo Tinggalkan Kursi Dirut PLN, Apa Warisannya bagi Listrik Indonesia?

Cara Bikin QRIS untuk Warung, Cukup Pakai HP dan KTP

Dari Warung Kampung ke Portofolio Saham: Ponsel Mengubah Cara Indonesia Berdagang dan Berinvestasi

Tekanan Datang dari Luar, Dampaknya Terasa di Dalam

Pelemahan ini bukan kejutan satu malam. Rupiah menembus Rp18.000 untuk pertama kalinya pada Juni 2026, dan saat itu tercatat sebagai posisi terlemah sepanjang sejarah. Sejak awal tahun, BI sudah menaikkan BI-Rate 100 basis poin, dari 4,75% menjadi 5,75%.

Di dalam negeri, inflasi September tercatat 3,28% secara tahunan, naik dari 3,19% pada Agustus. Angka itu mendekati batas atas sasaran BI, yaitu 2,5% ± 1%. Rupiah yang lemah membuat barang impor, termasuk bahan baku dan energi, lebih mahal. Dampaknya akhirnya sampai ke harga di tingkat konsumen.

Tiga Biang Keladi hingga Desember

EBC menilai arah rupiah lebih ditentukan tiga hal ketimbang keputusan Oktober itu sendiri: sinyal The Fed untuk Desember, langkah Bank Indonesia, serta harga minyak dan arus dana asing.

Pertama, minyak. Kontrak Brent ditutup sekitar US$114 per barel pada 27 Oktober. Harga setinggi itu membuat Indonesia mengeluarkan lebih banyak dolar untuk impor bahan bakar, sekaligus mengerek inflasi AS. Inflasi konsumen AS tercatat 3,7% per September, dengan harga energi naik 20,4%.

Kedua, The Fed. Kontrak berjangka suku bunga AS menunjukkan peluang sekitar 83% kenaikan bunga pada Desember, naik dari sekitar 71% pada 23 Oktober. Ketua The Fed Kevin Warsh tidak memastikan arah itu. Ia memang enggan memberi sinyal soal suku bunga untuk sisa tahun ini. “Keputusan Oktober memberi petunjuk lebih sedikit dibandingkan enam pekan ke depan,” kata Sana Ur Rehman, Analis Pasar Keuangan EBC.

Ketiga, dana asing. Menurut BEI, investor asing mencatat jual bersih saham Rp94,87 triliun sepanjang Januari hingga 23 Oktober. Mereka umumnya menukar rupiah kembali ke dolar, sehingga permintaan dolar naik.

BI Menahan BI-Rate, tetapi Mengetatkan Lewat Pintu Lain

Dalam RDG 20–21 Oktober, BI mempertahankan BI-Rate di 5,75% dan Lending Facility di 6,50%, sambil menaikkan Deposit Facility menjadi 5,00%. Gubernur Destry Damayanti menyebut langkah itu bagian dari strategi menjaga stabilitas rupiah di tengah eskalasi ketegangan geopolitik Timur Tengah dan arah kebijakan moneter AS. Ia juga memastikan intervensi pasar akan terus dilakukan

BI mengklaim insentif lindung nilai sejak Juni telah menarik arus masuk modal asing sekitar US$9,9 miliar secara year-to-date.

Pelaku pasar sebenarnya mengharapkan langkah lebih keras. Jajak BIG Consensus menunjukkan mayoritas ekonom, termasuk Mohammad Faisal dari CORE Indonesia dan Enrico Tanuwidjaja dari UOB, memperkirakan BI-Rate naik di Oktober. Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai keputusan menahan bunga tidak menutup kemungkinan kenaikan 25 basis poin menjadi 6% pada November atau Desember.

Dilemanya jelas. Bunga lebih tinggi menahan modal asing, tetapi membuat kredit lebih mahal bagi dunia usaha dan rumah tangga.

Faktor MSCI: Risiko yang Belum Final

Tekanan lain datang dari bursa. Pada 15 Oktober, MSCI mengusulkan penurunan status Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market. IHSG sempat anjlok sekitar 8% dan terkena trading halt. Otoritas menegaskan keputusan belum final. OJK menyatakan reformasi pasar modal terus berlanjut, dan keputusan MSCI paling lambat 30 Juni 2027. Masukan pelaku pasar dibuka hingga 30 April 2027.

Ada pula kabar yang berlawanan arah. FTSE mempertahankan status Indonesia sebagai secondary emerging market dan mencabutnya dari daftar pantauan per Oktober 2026.

Pemerintah: Menjaga Daya Beli, Menunggu Ujian Minyak

Dari sisi fiskal, pemerintah memilih menahan harga BBM subsidi. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung pada Mei lalu menyebut langkah itu sengaja dirancang untuk menjaga inflasi dan daya beli. Dengan Brent di kisaran US$114 dan rupiah di rekor terlemah, pertanyaan yang kini menggantung adalah seberapa lama kebijakan itu bisa dipertahankan tanpa menekan anggaran.

Kalender Penentu

  • 29 Oktober: data inflasi PCE AS (September)
  • 10 November: data inflasi AS (Oktober)
  • 17–18 November: RDG Bank Indonesia
  • 8–9 Desember: rapat FOMC
  • 15–16 Desember: RDG BI terakhir tahun ini

Apa Artinya bagi Masyarakat

Kalau minyak mereda dan inflasi AS melandai, rupiah punya ruang untuk stabil. Kalau tidak, tekanan terhadap rupiah dan BI akan meningkat, dan biaya pinjaman bisa ikut naik. Selama enam pekan ke depan, yang paling layak dipantau bukan lagi keputusan Oktober, melainkan harga minyak dan sinyal The Fed untuk Desember. (AM-berbagai Sumber)

 

Tags: BI-Ratedeposit facility Bank Indonesiaharga minyak Brenthasil FOMC Oktober 2026inflasi IndonesiaKevin Warshkurs dolar hari inimakroekonomi IndonesiaMSCI standalone marketprediksi rupiahrupiah hari inirupiah rekor terlemahsuku bunga The Fed Desember 2026The Fed tahan suku bunga
ShareTweetPin

Related Posts

diambil dari pikiran Rakyat

Darmawan Prasodjo Tinggalkan Kursi Dirut PLN, Apa Warisannya bagi Listrik Indonesia?

October 16, 2026
Cara Bikin QRIS untuk Warung, Cukup Pakai HP dan KTP

Cara Bikin QRIS untuk Warung, Cukup Pakai HP dan KTP

October 16, 2026
Pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat Indonesia. QRIS kini menjangkau puluhan juta merchant, mayoritas merupakan pelaku UMKM.

Dari Warung Kampung ke Portofolio Saham: Ponsel Mengubah Cara Indonesia Berdagang dan Berinvestasi

October 16, 2026
Saldo Tabungan Kecil Menyusut 45%, “Mantab” Jadi Perdebatan: LPS Membantah, Perbanas dan Ekonom Menyanggah

Saldo Tabungan Kecil Menyusut 45%, “Mantab” Jadi Perdebatan: LPS Membantah, Perbanas dan Ekonom Menyanggah

October 8, 2026
Literasi Keuangan Naik, Jurang Kota-Desa Masih Ada: 5 Langkah Mengatur Uang demi Capai Tujuan Hidup

Literasi Keuangan Naik, Jurang Kota-Desa Masih Ada: 5 Langkah Mengatur Uang demi Capai Tujuan Hidup

October 8, 2026
Dari Aceh ke Asia, PAG Perkuat Peran sebagai Pusat Energi Masa Depan

Terminal LNG PAG Jadi Pusat Baru Bisnis GUCD untuk Kapal LNG di Asia

September 29, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In