• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, June 13, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

HIPPINDO Soroti Tantangan Pemindahan Kegiatan Impor ke Indonesia Timur

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
September 5, 2024
in Ekonomi, Headline, Nasional
0 0
0
kinerja positif erajaya
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) mengungkapkan keprihatinan terhadap rencana pemerintah untuk memindahkan kegiatan impor tujuh komoditas ke wilayah Indonesia Timur. Meski mendukung upaya pemerintah untuk mendorong pemerataan pembangunan, HIPPINDO menilai kebijakan ini mungkin tidak efektif untuk menangani masalah impor ilegal.

Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, berpendapat bahwa pemindahan lokasi impor berpotensi membebani industri dan ritel nasional. “Infrastruktur di Indonesia Timur masih belum memadai dibandingkan dengan kawasan Barat, terutama dalam hal transportasi dan logistik. Biaya operasional yang tinggi, termasuk untuk transportasi dan distribusi, dapat menaikkan harga barang di pasar,” jelas Budihardjo.

RelatedPosts

IHSG Minus 31% dan Rupiah Rp18.000: Pasar Menverdik DSI Sebelum Ujian Sesungguhnya Dimulai

500 AI Agent Siap Dikembangkan, Apakah Dunia Kerja Indonesia Sudah Siap?

Di Balik Janji Intelligent Core: Ketika Infrastruktur Digital Bertemu Ketimpangan Ekosistem

Kenaikan harga barang, menurut HIPPINDO, akan berdampak negatif pada daya beli masyarakat dan bisa menghambat program Belanja di Indonesia Aja (BINA), yang merupakan inisiatif antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan HIPPINDO untuk mendorong belanja dalam negeri. “Jika harga barang terus meningkat akibat tingginya biaya logistik, daya beli masyarakat akan menurun, dan target program BINA tidak akan tercapai,” tegasnya.

HIPPINDO mengusulkan bahwa penanganan impor ilegal yang lebih efektif melibatkan penguatan pengawasan dan penegakan hukum di seluruh pelabuhan Indonesia serta peningkatan kolaborasi dengan pihak terkait. Selain itu, HIPPINDO mendesak pemerintah untuk fokus pada peningkatan produksi dalam negeri. “Kami melihat perlunya memperbanyak pasokan dari pabrik di dalam negeri. Jika perlu, kerja sama dengan pihak luar dapat dilakukan, namun barang yang diproduksi di Indonesia harus untuk kebutuhan dalam negeri, bukan hanya untuk ekspor,” tambah Budihardjo.

Menurut HIPPINDO, prioritas utama haruslah pemenuhan stok barang, baik pangan maupun non-pangan, dengan fokus pada produk yang belum ada atau minim di Indonesia. “Kami mendukung upaya pemetaan produk-produk yang belum diproduksi di dalam negeri dan mendorong Kementerian Perindustrian untuk memberikan kemudahan bagi produsen. HIPPINDO siap mendukung dengan memastikan produk-produk ini dapat dibeli oleh anggota kami, selama memenuhi standar dan syarat yang berlaku,” ujarnya.

Budihardjo menekankan perlunya pemerintah mempertimbangkan kembali rencana pemindahan impor ini dengan lebih cermat, mengingat aspek infrastruktur, biaya logistik, dan dampaknya terhadap industri serta konsumen. “Kebijakan ini harus dirancang untuk memastikan bahwa tujuan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara optimal,” tutupnya. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

IHSG Minus 31% dan Rupiah Rp18.000: Pasar Menverdik DSI Sebelum Ujian Sesungguhnya Dimulai

IHSG Minus 31% dan Rupiah Rp18.000: Pasar Menverdik DSI Sebelum Ujian Sesungguhnya Dimulai

June 13, 2026
500 AI Agent Siap Dikembangkan, Apakah Dunia Kerja Indonesia Sudah Siap?

500 AI Agent Siap Dikembangkan, Apakah Dunia Kerja Indonesia Sudah Siap?

June 13, 2026
Di Balik Janji Intelligent Core: Ketika Infrastruktur Digital Bertemu Ketimpangan Ekosistem

Di Balik Janji Intelligent Core: Ketika Infrastruktur Digital Bertemu Ketimpangan Ekosistem

June 10, 2026
Media Tunawisma: Ketika Pers Indonesia Kehilangan “Rumah” di Era Platform Digital

Media Tunawisma: Ketika Pers Indonesia Kehilangan “Rumah” di Era Platform Digital

June 4, 2026
PKP: Ancaman Nyata Pancasila Bukan Pertarungan Ideologi, Melainkan Pergeseran Cara Hidup Bangsa

PKP: Ancaman Nyata Pancasila Bukan Pertarungan Ideologi, Melainkan Pergeseran Cara Hidup Bangsa

June 1, 2026
Enam Tahun Tak Tergoyahkan, Aice Kembali Raih TOP CSR Awards dengan Nilai Tertinggi #Star 5

Enam Tahun Tak Tergoyahkan, Aice Kembali Raih TOP CSR Awards dengan Nilai Tertinggi #Star 5

May 31, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In