• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, May 9, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

HIPPINDO Soroti Tantangan Pemindahan Kegiatan Impor ke Indonesia Timur

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
September 5, 2024
in Ekonomi, Headline, Nasional
0 0
0
kinerja positif erajaya
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) mengungkapkan keprihatinan terhadap rencana pemerintah untuk memindahkan kegiatan impor tujuh komoditas ke wilayah Indonesia Timur. Meski mendukung upaya pemerintah untuk mendorong pemerataan pembangunan, HIPPINDO menilai kebijakan ini mungkin tidak efektif untuk menangani masalah impor ilegal.

Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, berpendapat bahwa pemindahan lokasi impor berpotensi membebani industri dan ritel nasional. “Infrastruktur di Indonesia Timur masih belum memadai dibandingkan dengan kawasan Barat, terutama dalam hal transportasi dan logistik. Biaya operasional yang tinggi, termasuk untuk transportasi dan distribusi, dapat menaikkan harga barang di pasar,” jelas Budihardjo.

RelatedPosts

Lintasarta 38 Tahun: Bisakah Beyond AI Factory Jadi Tulang Punggung Ekonomi AI Indonesia?

Pasar Property Jakarta Memasuki Fase Pertumbuhan Yang Berkelanjutan

KAI Gelar Tahlilan dan Doa Bersama untuk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Kenaikan harga barang, menurut HIPPINDO, akan berdampak negatif pada daya beli masyarakat dan bisa menghambat program Belanja di Indonesia Aja (BINA), yang merupakan inisiatif antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan HIPPINDO untuk mendorong belanja dalam negeri. “Jika harga barang terus meningkat akibat tingginya biaya logistik, daya beli masyarakat akan menurun, dan target program BINA tidak akan tercapai,” tegasnya.

HIPPINDO mengusulkan bahwa penanganan impor ilegal yang lebih efektif melibatkan penguatan pengawasan dan penegakan hukum di seluruh pelabuhan Indonesia serta peningkatan kolaborasi dengan pihak terkait. Selain itu, HIPPINDO mendesak pemerintah untuk fokus pada peningkatan produksi dalam negeri. “Kami melihat perlunya memperbanyak pasokan dari pabrik di dalam negeri. Jika perlu, kerja sama dengan pihak luar dapat dilakukan, namun barang yang diproduksi di Indonesia harus untuk kebutuhan dalam negeri, bukan hanya untuk ekspor,” tambah Budihardjo.

Menurut HIPPINDO, prioritas utama haruslah pemenuhan stok barang, baik pangan maupun non-pangan, dengan fokus pada produk yang belum ada atau minim di Indonesia. “Kami mendukung upaya pemetaan produk-produk yang belum diproduksi di dalam negeri dan mendorong Kementerian Perindustrian untuk memberikan kemudahan bagi produsen. HIPPINDO siap mendukung dengan memastikan produk-produk ini dapat dibeli oleh anggota kami, selama memenuhi standar dan syarat yang berlaku,” ujarnya.

Budihardjo menekankan perlunya pemerintah mempertimbangkan kembali rencana pemindahan impor ini dengan lebih cermat, mengingat aspek infrastruktur, biaya logistik, dan dampaknya terhadap industri serta konsumen. “Kebijakan ini harus dirancang untuk memastikan bahwa tujuan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara optimal,” tutupnya. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Lintasarta 38 Tahun: Bisakah Beyond AI Factory Jadi Tulang Punggung Ekonomi AI Indonesia?

Lintasarta 38 Tahun: Bisakah Beyond AI Factory Jadi Tulang Punggung Ekonomi AI Indonesia?

May 7, 2026
Pasar Property Jakarta Memasuki Fase Pertumbuhan Yang Berkelanjutan

Pasar Property Jakarta Memasuki Fase Pertumbuhan Yang Berkelanjutan

May 6, 2026
KAI Gelar Tahlilan dan Doa Bersama untuk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

KAI Gelar Tahlilan dan Doa Bersama untuk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

May 4, 2026
PKP Tegaskan Pendidikan Nasional Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Manusia Indonesia

PKP Tegaskan Pendidikan Nasional Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Manusia Indonesia

May 2, 2026
Kisah Cinta Habibie-Ainun Kembali Hidup di Panggung, Ada Izin Khusus untuk Dipentaskan 50 Tahun”

Kisah Cinta Habibie-Ainun Kembali Hidup di Panggung, Ada Izin Khusus untuk Dipentaskan 50 Tahun”

May 6, 2026
Tragedi Bekasi Timur Tewaskan 14 Orang, Riza Primadi Sebut Dugaan DDT Mangkrak Jadi Akar Masalah

Tragedi Bekasi Timur Tewaskan 14 Orang, Riza Primadi Sebut Dugaan DDT Mangkrak Jadi Akar Masalah

April 30, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Agar Mobil Nggak Ngambek Saat Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In