• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Friday, April 10, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Jogja Printing Expo 2026 Perkenalkan Tinta Berbasis Air dan Mesin Hemat Energi

Industri Percetakan Go Green

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
April 9, 2026
in Ekonomi
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

MAKRONESIA.id | YOGYAKARTA – Jogja Printing Expo 2026, sebuah ajang yang menempatkan teknologi percetakan terdepan di hadapan para pelaku kreatif, UMKM dan pembuat keputusan bisnis dari seluruh Indonesia, resmi dibuka pada Rabu (8/4/2026). Pameran ini diselenggarakan untuk kedua kalinya oleh Krista Exhibitions Group dan akan berlangsung hingga 11 April 2026 di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta.

Kehadirannya bukan sekadar melanjutkan tradisi, melainkan memperkuat keyakinan bahwa Yogyakarta memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat industri grafika nasional yang diperhitungkan.

RelatedPosts

Jogja Food and Beverage Expo 2026 Hadirkan Ekosistem Industri Pangan Terintegrasi

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Serentak

Lonjakan Transaksi Digital 130% Jelang Lebaran Uji Ketahanan Operasional dan Pendapatan Perusahaan

Lebih dari sekadar etalase produk, Jogja Printing Expo 2026 dirancang sebagai platform strategis tempat bertemunya teknologi, bisnis, dan kreativitas. Deru mesin cetak digital yang presisi, kilatan tinta UV-curing di atas permukaan akrilik, dan diskusi hangat antarpelaku industri grafika mewarnai sudut-sudut JEC sejak pagi hari.

Dengan 35 peserta pameran, termasuk 15 UMKM, serta rangkaian program Business Matching yang terstruktur, pameran ini membuka ruang nyata bagi pertumbuhan sektor percetakan yang semakin vital dalam ekosistem industri kreatif dan pangan Indonesia.

“Kami berharap sinergi yang terbangun di Jogja Printing Expo 2026 dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan daya saing industri percetakan Indonesia secara berkelanjutan,” kata CEO Krista Exhibitions Group Daud D. Salim.

Dalam sambutan resmi pembukaan, Daud menegaskan, penyelenggaraan Jogja Printing Expo 2026 merupakan wujud nyata komitmen perusahaannya dalam mendorong kemajuan industri percetakan nasional. Menurut dia, salah satu tantangan terbesar industri grafika Indonesia adalah kesenjangan akses terhadap teknologi terbaru, terutama bagi pelaku kreatif skala kecil dan UMKM yang berada di luar kota-kota besar.

Melalui pameran ini, Krista Exhibitions Group ingin menjembatani kesenjangan tersebut dengan menghadirkan teknologi percetakan mutakhir lebih dekat kepada para pelaku kreatif dan UMKM serta pasar potensial yang selama ini harus menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan informasi dan akses terhadap inovasi terkini.

Daud juga menyampaikan bahwa pameran ini dirancang sebagai platform strategis untuk memperkuat koneksi bisnis dan memperluas pertukaran pengetahuan serta memperkenalkan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

“Kami berharap sinergi yang terbangun di Jogja Printing Expo 2026 dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan daya saing industri percetakan Indonesia secara berkelanjutan,” ujarnya di hadapan para peserta dan undangan.

Memasuki area pameran, pengunjung langsung disambut oleh deretan mesin digital printing beresolusi tinggi yang menjadi salah satu daya tarik utama Jogja Printing Expo 2026. Inovasi yang dipamerkan mencakup mesin-mesin dengan kemampuan reproduksi warna yang jauh lebih presisi dibandingkan generasi sebelumnya, konsistensi kualitas cetak yang stabil dalam volume produksi tinggi serta efisiensi penggunaan tinta yang semakin optimal. Tentunya ini sebuah kombinasi yang selama ini menjadi impian para pelaku industri cetak komersial.

Teknologi CMYK+ yang hadir di pameran ini mendapat perhatian khusus dari para pengunjung profesional. Teknologi ini menjadi solusi tepat bagi kebutuhan cetak komersial skala besar, industri fotografi yang menuntut akurasi warna sempurna hingga produksi kemasan premium yang terus berkembang seiring meningkatnya permintaan pasar ritel modern.

Dengan kemampuan reproduksi warna yang melampaui standar CMYK konvensional, teknologi ini membuka peluang baru bagi percetakan lokal untuk bersaing di segmen pasar yang sebelumnya didominasi oleh produsen luar negeri.

Jogja Printing Expo 2026 juga menjadi ajang peluncuran dan demonstrasi bagi para produsen mesin percetakan papan atas yang memamerkan lini produk mesin offset, rotogravure dan flexo generasi terbaru.

Yang membedakan mesin-mesin ini dari generasi sebelumnya bukan hanya pada kecepatan atau kapasitas produksinya, melainkan pada tingkat otomasi dan konektivitas yang ditawarkan.

Mesin-mesin yang dipamerkan telah dilengkapi dengan sistem otomasi canggih dan pengaturan tinta berbasis digital yang dapat dikontrol secara presisi dengan konsumsi energi yang jauh lebih rendah dari standar industri sebelumnya serta integrasi Internet of Things (IoT) untuk pemantauan dan kontrol produksi secara real-time.

Inovasi IoT dalam dunia percetakan ini memungkinkan operator mesin untuk memantau kondisi produksi dari jarak jauh, mendeteksi anomali lebih awal dan mengurangi downtime produksi secara signifikan. Sebuah lompatan teknologi yang mengubah cara industri percetakan beroperasi.

“Teknologi UV-curing dan hybrid printing memungkinkan pencetakan pada akrilik, kaca, aluminium dan kayu hingga material bertekstur, telah membuka peluang layanan personalisasi yang kini menjadi tren di pasar kreatif dan UMKM,” ujarnya.

Salah satu segmen yang paling ramai dikunjungi di Jogja Printing Expo 2026 adalah area demonstrasi teknologi UV-curing dan hybrid printing. Berbeda dari teknologi cetak konvensional yang umumnya terbatas pada media kertas atau kain, teknologi ini memungkinkan pencetakan berkualitas tinggi pada berbagai jenis media yang sebelumnya tidak terbayangkan seperti akrilik, kaca, aluminium dan kayu hingga material bertekstur dengan permukaan tidak rata.

Kemampuan mencetak pada berbagai media inilah yang menjadikan teknologi UV-curing dan hybrid printing sangat relevan bagi industri kreatif dan UMKM yang tengah tumbuh pesat. Tren personalisasi produk, mulai dari suvenir, hadiah korporat dan dekorasi interior hingga kemasan produk artisan, tentu saja membutuhkan fleksibilitas cetak yang tidak bisa dipenuhi oleh mesin konvensional. Dengan teknologi ini, pelaku UMKM kreatif kini memiliki akses terhadap kapabilitas cetak yang sebelumnya hanya dimiliki oleh industri besar.

Bagi para pelaku industri kemasan dan label, Jogja Printing Expo 2026 menghadirkan rangkaian teknologi yang tidak kalah mengesankan. Pameran ini menampilkan mesin label digital berkecepatan tinggi yang mampu memproduksi label dalam jumlah besar dengan tingkat akurasi warna dan detail yang sangat tinggi. Bersamaan dengan itu, hadir pula printer flexo berpresisi tinggi yang menjadi tulang punggung produksi kemasan modern.

Namun, yang benar-benar mencuri perhatian para pelaku industri kemasan adalah teknologi penyelesaian atau finishing yang dipamerkan yaitu embossing untuk menciptakan tekstur timbul yang elegan, hot stamping dengan lapisan foil metalik yang mewah, cold foil sebagai alternatif yang lebih efisien dan efek holografik yang memberikan dimensi visual unik pada kemasan produk.

Teknologi-teknologi ini secara langsung meningkatkan nilai visual dan daya tarik branding produk, sebagai sebuah faktor yang semakin krusial di tengah persaingan pasar ritel yang semakin ketat.

Ekosistem percetakan yang ditampilkan di Jogja Printing Expo 2026 tidak berhenti pada proses cetak semata. Para peserta juga menghadirkan rangkaian solusi finishing yang melengkapi seluruh siklus produksi percetakan.

Mesin laminasi gloss dan matte hadir untuk memberikan lapisan pelindung sekaligus meningkatkan estetika produk cetak, mulai dari buku dan brosur hingga kemasan produk konsumen.

Die-cutting otomatis yang dipamerkan menawarkan presisi pemotongan yang tidak dapat dicapai secara manual, sementara mesin binding komersial generasi terbaru hadir untuk memenuhi kebutuhan produksi buku, katalog dan dokumen korporat dalam jumlah besar. Semua solusi finishing ini semakin dibutuhkan oleh industri percetakan yang ingin meningkatkan nilai tambah produk cetaknya dan bersaing di segmen pasar yang lebih premium.

Di tengah tekanan global terhadap industri manufaktur untuk beroperasi secara lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, Jogja Printing Expo 2026 juga menjadi panggung bagi inovasi-inovasi percetakan yang berorientasi keberlanjutan. Sejumlah peserta memperkenalkan tinta berbasis air sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan tinta berbasis solven yang selama ini mendominasi industri.

Selain tinta, pameran ini juga menampilkan material-material recyclable yang dapat digunakan sebagai substrat cetak tanpa mengorbankan kualitas visual serta mesin-mesin percetakan generasi terbaru yang dirancang dengan konsumsi daya listrik yang jauh lebih rendah.

Langkah-langkah ini bukan sekadar respons terhadap tren global, melainkan kebutuhan nyata industri percetakan Indonesia yang mulai merasakan tekanan dari klien-klien korporat besar yang mewajibkan rantai pasok mereka untuk memenuhi standar keberlanjutan tertentu.

Keputusan Krista Exhibitions Group untuk menggelar Jogja Printing Expo 2026 secara bersamaan dengan tiga pameran industri lainnya seperti Jogja Food and Beverage (FnB) Expo, Jogja Pack and Process Expo dan Jogja All Tea Expo 2026, bukan tanpa perhitungan strategis. Kehadiran keempat pameran ini dalam satu lokasi di Jogja Expo Center menciptakan sinergi antar-sektor yang sulit ditemukan di pameran-pameran industri pada umumnya.

Hubungan antara industri percetakan, pengemasan dan makanan-minuman sesungguhnya sangat erat. Kemasan produk pangan membutuhkan cetakan berkualitas tinggi, label produk minuman memerlukan teknologi finising premium dan inovasi dalam mesin pengemasan seringkali berjalan seiring dengan inovasi dalam teknologi cetak.

Dengan mempertemukan keempat sektor ini dalam satu helatan, Jogja Printing Expo 2026 membuka peluang kerja sama lintas sektor yang jauh lebih luas dan lebih organik dibandingkan jika masing-masing pameran digelar secara terpisah.

Program Business Matching kembali menjadi salah satu agenda utama yang paling dinantikan di Jogja Printing Expo 2026. Program ini dirancang secara khusus untuk mempertemukan para peserta pameran dengan investor potensial dan distributor regional serta penyedia teknologi yang memiliki relevansi langsung terhadap kebutuhan industri masing-masing peserta.

Berbeda dari sesi networking informal yang sering terjadi di lorong-lorong pameran, Business Matching di Jogja Printing Expo 2026 dijalankan melalui pertemuan terkurasi. Artinya, setiap pertemuan dirancang berdasarkan kecocokan kebutuhan dan penawaran yang sudah dianalisis sebelumnya.

Melalui mekanisme ini, para pelaku usaha diharapkan tidak hanya pulang dengan kartu nama baru, tetapi dengan kemitraan konkret dan jaringan usaha yang telah diperluas secara efektif dan terarah.

Keberhasilan penyelenggaraan Jogja Printing Expo 2026 tidak terlepas dari ekosistem dukungan yang kuat dari berbagai pihak. Dari sisi pemerintahan, pameran ini mendapat dukungan resmi dari Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pemerintah Kota Yogyakarta, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Dari sisi kelembagaan industri, dukungan datang dari Kamar Dagang Industri (KADIN) Indonesia dan KADIN Daerah Istimewa Yogyakarta, Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO). Dukungan komunitas juga mengalir dari Jogja Chinese Art and Culture Center (JCACC) dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).

Luasnya jejaring pendukung ini mencerminkan keyakinan bersama bahwa industri grafika bukan sektor yang berdiri sendiri, melainkan tulang punggung dari ekosistem industri kreatif, pangan dan ritel yang saling bergantung satu sama lain. Dan, Yogyakarta, dengan segala potensinya, kini semakin mantap melangkah sebagai pusat industri grafika nasional yang diperhitungkan.

Jogja Printing Expo 2026 terbuka untuk umum mulai 8 hingga 11 April 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Bagi pelaku industri percetakan, kemasan, kreatif dan UMKM, empat hari ini adalah kesempatan yang sayang untuk dilewatkan. ***

Tags: CetakDIYKemasanKristaKulinerYogyakarta
ShareTweetPin

Related Posts

Jogja Food and Beverage Expo 2026 Hadirkan Ekosistem Industri Pangan Terintegrasi

Jogja Food and Beverage Expo 2026 Hadirkan Ekosistem Industri Pangan Terintegrasi

April 9, 2026
Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Serentak

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Serentak

March 27, 2026
Lonjakan Transaksi Digital 130% Jelang Lebaran Uji Ketahanan Operasional dan Pendapatan Perusahaan

Lonjakan Transaksi Digital 130% Jelang Lebaran Uji Ketahanan Operasional dan Pendapatan Perusahaan

March 23, 2026
Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

March 16, 2026
Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

March 12, 2026
Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

March 16, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Agar Mobil Nggak Ngambek Saat Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In