• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Thursday, May 28, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Digital Life

Laporan Linkedin, Indonesia butuh Tenaga Kerja dengan Keahlian Hibrida

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
March 13, 2019
in Digital Life
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Makronesia.id – Sejak mengasosiasikan diri menjadi negara yang mendukung revolusi Industri 4.0, ribuan perusahaan asing gencar investasi ke Indonesia.

Eksesnya, perusahaan-perusahaan itu membutuhan tenaga kerja dengan keahlian campuran.

RelatedPosts

Kingston Dorong Era AI dan Data Center dengan RAM DDR5 7600MT/s dan SSD 30TB

TRILIUNAN DANA NASABAH RAIB, HANYA 20–30% BISA KEMBALI

AI Masuk Ruang Server Perusahaan, Tapi Infrastruktur Indonesia Belum Sepenuhnya Siap

Menurut Laporan Linkedin, bidang keahlian yang dibutuhkan antara lain, ‘Back End Developer’ dan ‘Data Scientist’ adalah keahlian yang paling di cari.

Vice President of Talent and Learning Solutions for APAC dari LinkedIn, FeonAng, mengungkapkan, Emerging Jobs LinkedIn menyoroti kenyataan bahwa jenis-jenis pekerjaan baru muncul lebih cepat dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya.  “Peran tradisional telah berubah menjadi hybrid, yang lima tahun sebelumnya belum ada,” ucapnya.  Sementara menurutnya, lima pekerjaan yang paling diminati di Indonesia semuanya berhubungan dengan teknologi, banyak diantaranya membutuhkan soft skills seperti keahlian manajemen dan komunikasi, menciptakan keahlian hybrid yang merupakan campuran antara peran baru dan tradisional,”

Berdasarkan Laporan Emerging Jobs 2019 di Indonesia oleh LinkedIn, saat ini kebutuhan kompetensi digital sangat tinggi. Laporan ini menggarisbawahi permintaan perusahaan yang membutuhkan keahlian hybrid, terutama untuk bisa membantu mengarahkan perjalanan perusahaan-perusahaan di Indonesia bertransformasi ke era digital.

LinkedIn kata FeonAng, menganalisa jutaan input pekerjaan yang unik dalam lima tahun terakhir, dan menemukan bahwa lima pekerjaan yang paling diminati semuanya adalah yang berhubungan dengan teknologi. Banyak dari pekerjaan-pekerjaan tersebut membutuhkan kemampuan manajemen dan komunikasi. Peran mereka yang sebenarnya bervariasi dan beragam, menggambarkan pasar tenaga kerja yang menilai keahlian dengan serangkaian keterampilan hybrid yang saling melengkapi. Menurut LinkedIn, lima pekerjaan yang paling diminati di Indonesia adalah :

1.      Back End Developer

2.      Data Scientist

3.      Android  Developer

4.      Full Stack Engineer

5.      Front End Developer 

Kelas Menegah di Indonesia Adalah Kaum Ahli Digital (Digital Native) yang Mendorong Ekonomi Digital 

Indonesia adalah negara dengan populasi terbanyak di wilayah Asia Pasifik, dengan satu dari lima orang Indonesia berasal dari kelas menegah, membuat Indonesia menjadi kekuatan konsumen yang besar. Kelas menegah membuat perubahan besar dalam hal pola konsumsi melalui kanal digital untuk mendorong ekonomi digital. Indonesia juga mempunyai keuntungan dengan bonus demografis, dimana populasi penduduk berusia produktif lebih besar dari populasi usia non-produktif dengan rata-rata berusia 28 tahun dan lebih dari setengah populasi berusia dibawah 30, ini berarti mereka adalah digital native yang mengerti pentingnya untuk terus-menerus mengembangkan kemampuan, khususnya dalam keahlian hybrid.

Keberadaan Unicorn Mendorong Meningkatnya Kebutuhan Tenaga Kerja Dengan Keahlian Hybrid

 Dari 10 Unicorn yang ada di Asia Tenggara, 4 diantaranya berasal dari Indonesia. Pertumbuhan Unicorn mendorong peningkatan kebutuhan tenaga kerja di bidang teknologi. Evolusi dari Industri 4.0 membuat teknologi digital bertumbuh pesat dan menciptakan kebutuhan untuk pekerjaan baru yang membutuhkan keahlian hybrid. Hal tersebut mengakibatkan tantangan yang dihadapi bukan hanya tentang mendapatkan pijakan di pasar yang menggiurkan ini, tapi juga bagaimana mencari tenaga kerja digital lokal yang dapat menyokong pertumbuhan ini.

Melahirkan Tenaga Kerja Digital, Tantangan Bagi Perusahaan Swasta dan Institusi Pemerintahan

Kebutuhan tenaga kerja di bidang teknologi meningkat bukan hanya di industri start-up, tetapi juga di industri tradisional. Hal ini membuat kebutuhan akan tenaga kerja digital tumbuh pesat, tetapi belum diimbangi dengan jumlah tenaga kerja yang tersedia. Data LinkedIn menunjukan bagaimana Indonesia, seperti halnya di negara lain, menghadapi tantangan dalam melahirkan tenaga kerja digital.

Ketersediaan tenaga kerja untuk 5 pekerjaan yang paling diminati di Indonesia masih berpusat di Jawa. Karenanya Menteri Komunikasi dan Informatika bersama dengan 5 Universitas Negeri di Indonesia memberikan “Digital Talent Scholarship”, kegiatan beasiswa kursus intensif yang diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja digital dengan cepat guna memenuhi kebutuhan pasar. Selain Kementerian, perusahaan-perusahan swasta lain juga melakukan hal yang sama dengan membuka program magang dan melatih ribuan pelajar agar memiliki kemampuan di teknologi digital.

Mengidentifikasi Kemampuan yang Tepat Di Lapangan Kerja

Di dalam lapangan pekerjaan yang rumit dan tumbuh cepat, sangat penting bagi tim SDM dan perekrutan pegawai untuk terus mengikuti perkembangan data terbaru agar bisa mengidentifikasi kemampuan yang tepat dan dibutuhkan untuk pekerjaan yang muncul di dunia lapangan kerja.

Keahlian paling dicari untuk lima pekerjaan paling diminati adalah:

Back End Developer

  • PHP
  • MySQL
  • JavaScript
  • HTML
  • Java

Data Scientist

  • Phyton
  • Data Analysis
  • R Programming
  • Machine Learning
  • SQL

Android Developer

  • Java
  • Android Development
  • MySQL
  • PHP
  • HTML

 Full Stack Engineer

  • JavaScript
  • PHP
  • MySQL
  • Cascading Style Sheet (CSS)
  • HTML

Front End Developer

  • Cascading Style Sheet (CSS)
  • JavaScript
  • HTML
  • PHP
  • Web Development

“Kompetensi digital, seperti yang kita ketahui saat ini, tersusun oleh gabungan hard skill dan soft skill. Persaingan untuk mendapatkan talenta ini akan menjadi semakin sengit, jadi perusahaan perlu melahirkan tenaga kerja yang mudah beradaptasi. Pemahaman yang terkini terhadap kebutuhan dan pasokan keahlian, ketersediaan tenaga kerja, dan perubahan tenaga kerja adalah tahapan awal untuk melahirkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan,” tambah Ang.





Tags: LinkedIn
ShareTweetPin

Related Posts

Kingston Dorong Era AI dan Data Center dengan RAM DDR5 7600MT/s dan SSD 30TB

Kingston Dorong Era AI dan Data Center dengan RAM DDR5 7600MT/s dan SSD 30TB

May 18, 2026
TRILIUNAN DANA NASABAH RAIB, HANYA 20–30% BISA KEMBALI

TRILIUNAN DANA NASABAH RAIB, HANYA 20–30% BISA KEMBALI

May 14, 2026
AI Masuk Ruang Server Perusahaan, Tapi Infrastruktur Indonesia Belum Sepenuhnya Siap

AI Masuk Ruang Server Perusahaan, Tapi Infrastruktur Indonesia Belum Sepenuhnya Siap

May 11, 2026
Tengah Tahun 2026: Saatnya Cek Dompet Sebelum Financial Goals “Ghosting” dari Rencana

Tengah Tahun 2026: Saatnya Cek Dompet Sebelum Financial Goals “Ghosting” dari Rencana

May 11, 2026
Lo Dikira Aman Online? Asia Tenggara Habis $23,6 Miliar Gara-Gara Scammer

Lo Dikira Aman Online? Asia Tenggara Habis $23,6 Miliar Gara-Gara Scammer

May 14, 2026
Grafis Judi Onlien dan Dampaknya Bagi Masyarakat Indonesia

Mesin Penghisap Uang Rakyat

May 10, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In