• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, October 31, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Berusia Setengah Abad, HIPMI Ditantang Buat Roadmap Strategi Menuju Negara Maju

Editor by Editor
March 15, 2021
in Ekonomi, Makro, Mikro, Nasional
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Makronesia.id — Saat ini Indonesia termasuk salah satu negara berkembang di dunia. Namun, Indonesia pun terus berusaha untuk menjadi salah satu negara maju di dunia dan mengejar ketertinggalan dengan berbagai strategi untuk mencapai tujuan tersebut.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H. Maming mengatakan, para mantan ketua umum (mantum) HIPMI dari masa ke masa akan diundang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuannya di Istana Kepresidenan. HIPMI ditantang Presiden Jokowi untuk membuat strategi pembangunan ekonomi nasional menuju negara maju di usianya yang ke 50 tahun pada 10 Juni 2022 mendatang.

RelatedPosts

Rupiah Rp18.183 Rekor Terlemah, The Fed Tahan Bunga: Drama Sebenarnya Baru Mulai Desember

Darmawan Prasodjo Tinggalkan Kursi Dirut PLN, Apa Warisannya bagi Listrik Indonesia?

Cara Bikin QRIS untuk Warung, Cukup Pakai HP dan KTP

“Kalangan dunia usaha dianggap oleh Bapak Presiden Jokowi lebih lincah dan lebih flexible dalam menyusun strategi mengingat perubahan yang sangat cepat. Tujuannya untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, supaya Indonesia bisa menjadi negara maju,” ujar Maming, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (15/3/2021).

Tantangan tersebut, Maming ingin Indonesia berpotensi keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau istilah lain middle income trap. Menurutnya, fenomena middle income trap sebenarnya bukan fenomena baru dalam ekonomi pembangunan, masih banyak negara-negara di dunia yang masuk kategori negara middle income trap.

“Strategi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Indonesia harus memanfaatkan dengan meningkatkan kualitas SDM. Jika tidak, Indonesia hanya akan menjadi negara dengan banjir penduduk tapi nol kualitas,” ucapnya.

Strategi lainnya, Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan itu melanjutkan, adalah meningkatkan iklim investasi. Saat ini peranan investasi dalam perekonomian Indonesia cukup besar.

“Kemudian, strategi untuk mendorong peningkatan ilmu pengetahuan (iptek) dan inovasi untuk menciptakan produktivitas kegiatan perekonomian. Diperlukan peningkatkan investasi baik dari pemerintah maupun swasta,” ungkapnya.

Selain itu, strategi selanjutnya adalah meningkatkan pembangunan industri dimana industrialisasi ke depan harus memanfaatkan sumber daya alam (SDA) agar nilai tambahnya dapat digunakan untuk kepentingan rakyat.

“Selain itu, kemitraan strategis antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan ekonomi perlu dikembangkan,” tuturnya. (BA/AM)

Tags: HIPMIJokowi
ShareTweetPin

Related Posts

Rupiah Rp18.183 Rekor Terlemah, The Fed Tahan Bunga: Drama Sebenarnya Baru Mulai Desember

Rupiah Rp18.183 Rekor Terlemah, The Fed Tahan Bunga: Drama Sebenarnya Baru Mulai Desember

October 29, 2026
diambil dari pikiran Rakyat

Darmawan Prasodjo Tinggalkan Kursi Dirut PLN, Apa Warisannya bagi Listrik Indonesia?

October 16, 2026
Cara Bikin QRIS untuk Warung, Cukup Pakai HP dan KTP

Cara Bikin QRIS untuk Warung, Cukup Pakai HP dan KTP

October 16, 2026
Pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat Indonesia. QRIS kini menjangkau puluhan juta merchant, mayoritas merupakan pelaku UMKM.

Dari Warung Kampung ke Portofolio Saham: Ponsel Mengubah Cara Indonesia Berdagang dan Berinvestasi

October 16, 2026
Saldo Tabungan Kecil Menyusut 45%, “Mantab” Jadi Perdebatan: LPS Membantah, Perbanas dan Ekonom Menyanggah

Saldo Tabungan Kecil Menyusut 45%, “Mantab” Jadi Perdebatan: LPS Membantah, Perbanas dan Ekonom Menyanggah

October 8, 2026
Literasi Keuangan Naik, Jurang Kota-Desa Masih Ada: 5 Langkah Mengatur Uang demi Capai Tujuan Hidup

Literasi Keuangan Naik, Jurang Kota-Desa Masih Ada: 5 Langkah Mengatur Uang demi Capai Tujuan Hidup

October 8, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In