MAKRONESIA.ID, JAKARTA – Setelah Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026, satu pertanyaan masih mengambang. Kawasan ini sudah punya Piala AFF sejak 1996, jadi untuk apa FIFA ikut membuat turnamen baru?
Jawaban paling praktis ada di kalender. FIFA ASEAN Cup digelar dalam kalender resmi FIFA sehingga klub wajib melepas pemain yang dipanggil timnas, sedangkan Piala AFF umumnya dimainkan di luar FIFA Matchday. Artinya, di Piala AFF pemain berkarier di Eropa bergantung pada kebaikan klub. Di FIFA ASEAN Cup, klub tidak punya pilihan. bola
Dampaknya terlihat di lapangan. Indonesia tersingkir di fase grup Piala AFF 2026, yang akhirnya dimenangi Vietnam. Beberapa pekan kemudian, dengan kekuatan penuh, Indonesia justru juara FIFA ASEAN Cup. Dua turnamen, dua cerita yang sangat berbeda. rctiplus
Format juga berbeda. Piala AFF hanya diikuti negara Asia Tenggara, sementara FIFA ASEAN Cup juga mengundang tim dari luar kawasan. Itu sebabnya Bangladesh dan Pakistan ikut main. Turnamennya pun dibagi ke dua divisi berdasarkan kekuatan tim, dan karena masuk kalender FIFA, hasilnya ikut mengubah peringkat dunia. cnnindonesia
Soal alasan resmi, FIFA bicara tentang kesempatan bertanding. Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan turnamen ini memberi tim nasional peluang kompetitif yang bermakna dalam kalender internasional. Ia juga menyebut turnamen ini sebagai cara mempererat hubungan sepak bola di Asia Tenggara. detik
Meski begitu, hubungan FIFA dan AFF tidak sepenuhnya mulus. Secara resmi, turnamen ini diselenggarakan FIFA bersama AFC, AFF, dan federasi anggota FIFA di kawasan. Namun, sebuah analisis menyebut tidak ada perwakilan AFC maupun AFF saat Infantino mengumumkan gagasan itu di Kuala Lumpur. Analisis yang sama menilai FIFA bisa jalan sendiri karena sudah mengantongi persetujuan para pimpinan federasi dari 11 negara anggota. bolakompas
Jadi, apakah Piala AFF akan tamat? Belum ada tanda ke sana. Piala AFF 2026 tetap berjalan dan merayakan 30 tahun penyelenggaraan. Kedua turnamen berjalan berdampingan, tetapi dengan gengsi dan kekuatan tawar yang berbeda. aseanfootball
Pertanyaan sebenarnya ada di masa depan. Kalau pemain terbaik hanya bisa dipanggil penuh di FIFA ASEAN Cup, ke mana penonton, sponsor, dan hak siar akan berpindah? Jawabannya baru kelihatan dalam beberapa tahun ke depan. (ALIA-MUDIRA)







