• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Friday, October 30, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Headline

Sudah Ada Piala AFF, Kenapa FIFA Bikin Turnamen Sendiri di Asia Tenggara?

Alia Mudira by Alia Mudira
October 7, 2026
in Headline, Nasional, Ragam
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

MAKRONESIA.ID, JAKARTA – Setelah Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026, satu pertanyaan masih mengambang. Kawasan ini sudah punya Piala AFF sejak 1996, jadi untuk apa FIFA ikut membuat turnamen baru?

Jawaban paling praktis ada di kalender. FIFA ASEAN Cup digelar dalam kalender resmi FIFA sehingga klub wajib melepas pemain yang dipanggil timnas, sedangkan Piala AFF umumnya dimainkan di luar FIFA Matchday. Artinya, di Piala AFF pemain berkarier di Eropa bergantung pada kebaikan klub. Di FIFA ASEAN Cup, klub tidak punya pilihan. bola

RelatedPosts

Secangkir kopi kekinian pun lebih mahal. Rp49.000 sebulan, PS5 kamu kini bisa jadi bioskop anime tanpa iklan.

“Saya Koordinasikan Dulu, Ya”: Kalimat Paling Sopan untuk Mengaku Tak Berdaya

Masjid Apung An-Nur Resmi Dibuka, Warga Bisa Masuk Ancol Gratis hingga 11 Desember

Dampaknya terlihat di lapangan. Indonesia tersingkir di fase grup Piala AFF 2026, yang akhirnya dimenangi Vietnam. Beberapa pekan kemudian, dengan kekuatan penuh, Indonesia justru juara FIFA ASEAN Cup. Dua turnamen, dua cerita yang sangat berbeda. rctiplus

Format juga berbeda. Piala AFF hanya diikuti negara Asia Tenggara, sementara FIFA ASEAN Cup juga mengundang tim dari luar kawasan. Itu sebabnya Bangladesh dan Pakistan ikut main. Turnamennya pun dibagi ke dua divisi berdasarkan kekuatan tim, dan karena masuk kalender FIFA, hasilnya ikut mengubah peringkat dunia. cnnindonesia

Soal alasan resmi, FIFA bicara tentang kesempatan bertanding. Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan turnamen ini memberi tim nasional peluang kompetitif yang bermakna dalam kalender internasional. Ia juga menyebut turnamen ini sebagai cara mempererat hubungan sepak bola di Asia Tenggara. detik

Meski begitu, hubungan FIFA dan AFF tidak sepenuhnya mulus. Secara resmi, turnamen ini diselenggarakan FIFA bersama AFC, AFF, dan federasi anggota FIFA di kawasan. Namun, sebuah analisis menyebut tidak ada perwakilan AFC maupun AFF saat Infantino mengumumkan gagasan itu di Kuala Lumpur. Analisis yang sama menilai FIFA bisa jalan sendiri karena sudah mengantongi persetujuan para pimpinan federasi dari 11 negara anggota. bolakompas

Jadi, apakah Piala AFF akan tamat? Belum ada tanda ke sana. Piala AFF 2026 tetap berjalan dan merayakan 30 tahun penyelenggaraan. Kedua turnamen berjalan berdampingan, tetapi dengan gengsi dan kekuatan tawar yang berbeda. aseanfootball

Pertanyaan sebenarnya ada di masa depan. Kalau pemain terbaik hanya bisa dipanggil penuh di FIFA ASEAN Cup, ke mana penonton, sponsor, dan hak siar akan berpindah? Jawabannya baru kelihatan dalam beberapa tahun ke depan. (ALIA-MUDIRA)

Tags: ASEANFIFAFIFA ASEAN CUP 2026GarudaIndonesiaInfantinoTIMNAS
ShareTweetPin

Related Posts

Secangkir kopi kekinian pun lebih mahal. Rp49.000 sebulan, PS5 kamu kini bisa jadi bioskop anime tanpa iklan.

Secangkir kopi kekinian pun lebih mahal. Rp49.000 sebulan, PS5 kamu kini bisa jadi bioskop anime tanpa iklan.

October 29, 2026
“Saya Koordinasikan Dulu, Ya”: Kalimat Paling Sopan untuk Mengaku Tak Berdaya

“Saya Koordinasikan Dulu, Ya”: Kalimat Paling Sopan untuk Mengaku Tak Berdaya

October 19, 2026
Masjid Apung An-Nur Resmi Dibuka, Warga Bisa Masuk Ancol Gratis hingga 11 Desember

Masjid Apung An-Nur Resmi Dibuka, Warga Bisa Masuk Ancol Gratis hingga 11 Desember

October 16, 2026
diambil dari pikiran Rakyat

Darmawan Prasodjo Tinggalkan Kursi Dirut PLN, Apa Warisannya bagi Listrik Indonesia?

October 16, 2026
Saldo Tabungan Kecil Menyusut 45%, “Mantab” Jadi Perdebatan: LPS Membantah, Perbanas dan Ekonom Menyanggah

Saldo Tabungan Kecil Menyusut 45%, “Mantab” Jadi Perdebatan: LPS Membantah, Perbanas dan Ekonom Menyanggah

October 8, 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan CGK-TKG, TransNusa Beri Opsi Reschedule Gratis hingga Refund untuk Penumpang Terdampak

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan CGK-TKG, TransNusa Beri Opsi Reschedule Gratis hingga Refund untuk Penumpang Terdampak

September 7, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In