• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Thursday, May 28, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Digital Life

Unicorn Bikin Lembong Jadi Limbung!

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
July 31, 2019
in Digital Life, Ekonomi, Makro, Mikro
0 0
0
Unicorn dari wikipedia.com

Unicorn dari wikipedia.com

Share on FacebookShare on Twitter

Unicorn!!!

Satu kata ngetrend dalam beberapa hari terakhir ini, ternyata berhasil membuat limbung Ketua Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.

RelatedPosts

Kingston Dorong Era AI dan Data Center dengan RAM DDR5 7600MT/s dan SSD 30TB

TRILIUNAN DANA NASABAH RAIB, HANYA 20–30% BISA KEMBALI

Salah Rute Jadi Biaya Tersembunyi Ekonomi Jalanan

Simak saja fakta dalam Opini yang dibagikan oleh Muhammad Irham Syukri, di laman media sosialnya.

Baru saja ramai soal Traveloka dan Tokopedia yang diajak Menkominfo Rudiantara mewakili unicorn Indonesia menangani platform digital umroh bekerjasama dengan Saudi Arabia. Sebelumnya Presiden Jokowi juga membanggakan kreativitas “anak Indonesia” yang memiliki dan mengembangkan empat unicorn di samping dua di atas ditambah Gojek dan Bukalapak. Ternyata laporan Google dan Temasek bahwa keempat unicorn tersebut adalah milik Singapura. Kepala BKPM Thomas Lembong kaget tak kepalang atas fakta ini. Lembong pun langsung Limbung

Tak hanya Lembong yang linglung.  Kita semua bingung dan kaget betapa rendah informasi yang dimiliki Presiden dan Menteri. Apa yang digembor gemborkan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Ini hoax. Artinya Presiden dan Menkominfo menjadi penyebar hoax. Bisa kena pidana. Menurut Kepala BKPM tidak ada investasi yang tercatat. Wajar saja memang keempat unicorn tersebut dimiliki oleh Singapura. Tanpa bermaksud mengejek tapi kita prihatin kualitas Presiden dan Menteri sepayah ini. Memalukan.

Ketika debat Capres nampak Jokowi “pede” dan bangga sekali dengan keberadaan unicorn yang dikembangkan anak bangsa. Bahkan komentar negatif ditujukan kepada Prabowo yang mempertanyakan soal unicorn. 


Tapi sudahlah memang berulangkali rakyat tertipu oleh pernyataan dan janji janji pemimpin. Menambah keyakinan kita berada dalam millienium penu tipu. Ditipu atau menipu, sudah taka da batasnya.

Kembali pada Traveloka dan Tokopedia yang hendak menjadi bagian dari usaha ibadah kaum muslimin berumroh, maka benarlah Menteri kominfo sebaiknya membatalkan MOU dengan Saudi Arabia sebab akan berdampak serius karena di samping akan berpengaruh terhadap keberadaan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) juga jelas bertentangan dengan undang-undang. Budaya main labrak hukum demi bisnis mesti dihentikan. Stop.

Berita kekagetan dan kebingungan Lembong menjadi bahan introspeksi para pemimpin negara dalam melihat persoalan dengan seksama. Kebijakan mesti matang dan menimbang dampak. Regulasi yang jelas dan jangan asal asalan untuk sekedar kejar target keuntungan sesaat. Indonesia negara besar karenanya tak pantas punya pemimpin yang selalu berfikir pendek dan semrawut. Tidak memiliki platform jelas mengarahkan kemajuan bangsa ke depan. Empat unicorn yang dibangga banggakan nyatanya berinduk dan milik Singapura !

Menggema kembali puisi Taufik Ismail “Malu Aku menjadi Orang Indonesia”

Di negeriku yang didirikan pejuang relijius//Kini dikuasai pejabat rakus//Kejahatan bukan kelas maling sawit//Melainkan permainan lahan duit

Unicorn dikejar, duit pun terkapar. Hoax dan kebanggaan palsu terlanjur menyebar.

31 Juli 2019.

å

Tags: Joko WidodoThomas LembongtokopediaUnicorn
ShareTweetPin

Related Posts

Kingston Dorong Era AI dan Data Center dengan RAM DDR5 7600MT/s dan SSD 30TB

Kingston Dorong Era AI dan Data Center dengan RAM DDR5 7600MT/s dan SSD 30TB

May 18, 2026
TRILIUNAN DANA NASABAH RAIB, HANYA 20–30% BISA KEMBALI

TRILIUNAN DANA NASABAH RAIB, HANYA 20–30% BISA KEMBALI

May 14, 2026
Salah Rute Jadi Biaya Tersembunyi Ekonomi Jalanan

Salah Rute Jadi Biaya Tersembunyi Ekonomi Jalanan

May 13, 2026
AI Masuk Ruang Server Perusahaan, Tapi Infrastruktur Indonesia Belum Sepenuhnya Siap

AI Masuk Ruang Server Perusahaan, Tapi Infrastruktur Indonesia Belum Sepenuhnya Siap

May 11, 2026
Tengah Tahun 2026: Saatnya Cek Dompet Sebelum Financial Goals “Ghosting” dari Rencana

Tengah Tahun 2026: Saatnya Cek Dompet Sebelum Financial Goals “Ghosting” dari Rencana

May 11, 2026
Lo Dikira Aman Online? Asia Tenggara Habis $23,6 Miliar Gara-Gara Scammer

Lo Dikira Aman Online? Asia Tenggara Habis $23,6 Miliar Gara-Gara Scammer

May 14, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In