• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, April 18, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kiai Ma’ruf Bangun Konsep Gus Iwan, Ngajinya Bagus juga Usahawan

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
February 1, 2019
in Ekonomi
0 0
0
Cawapres KH Ma'ruf Amin mengembangkan konsep Gus Iwan, Bagus ilmu agamanya juga Usahawa

Cawapres KH Ma'ruf Amin mengembangkan konsep Gus Iwan, Bagus ilmu agamanya juga Usahawa

Share on FacebookShare on Twitter

RelatedPosts

Hotel Tak Lagi Cukup Punya Kamar, PRISM Baca Perubahan—Industri Siap Ikut atau Tertinggal?

Jogja Printing Expo 2026 Perkenalkan Tinta Berbasis Air dan Mesin Hemat Energi

Jogja Food and Beverage Expo 2026 Hadirkan Ekosistem Industri Pangan Terintegrasi

Jakarta – Berpijak dari keinginan mengikis disparitas ekononi antara konglomerat dan rakyat, Cawapres 01 KH Ma’ruf Amin menggagas konsep ekononi yang berpusat dari bawah.

Kata kai Ma’ruf, sejak berpuluh-puluh tahun Indonesia membangun ekononi dengan teori trickle down effect. Teori ini mengharapkan lahirnya konglomerat yang nanti tujuannya bisa meneteskan hasil ekononi ke bawah.

“Tapi ternyata tidak netes-netes, yang atas makin kuat yang bawah semakin lemah, karena itu harus ada perubahan perubahan yang signifikan yang fundamental dalam membangun, yaitu membangun ekonomi dari bawah atau juga istilahnya membangun kerakyatan ekonomi dari bawah,” ujar Kiai Ma’ruf.

Kiai Ma’ruf mengakui bukan sebagai ahli ekonomi, namun ulama. Akan tetapi ia bisa mengamati bagaimana pergerakan ekonomi di Indonesia, dan dalam ajaran Islam, ada petunjuk jangan berputar di kalangan orang kaya saja, harus terdistribusi sampai ke seluruh masyarakat.

“Dan pada sila ke 5 Pancasila juga mengarahkan ke situ, adanya keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat, supaya mereka memperoleh kebaikan di dalam masalah ekonomi yaitu keadilan, dalam masalah politik lebih-lebih dalam masalah ekonomi ini saya kira harus kita bangun Bagaimana membangun di dalam undang-undang Dasar 45,” jelasnya.

Lebih dari itu, Kiai Ma’ruf mengingatkan bahwa ekonomi Indonesia berdasarkan kekeluargaan, gotong royong, kebersamaan mutualisme. Kalau bahasa kiainya itu ukhuwah, persaudaraan, kekeluargaan kemudian juga saling menolong saling membantu sesama anak bangsa.

“Oleh karena itu perlu ada kebijakan-kebijakan yang jelas di dalam rangka membangun ekonomi kerakyatan dan keumatan, sebagai bagian terbesar dari bangsa ini,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan kalau umat ini lemah maka bangsa juga akan lemah, dan kalau umat ini kuat bangsa ini kuat, karena dia adalah bagian terbesar.

“Karena itulah, ini harus kita bangun supaya negara kuat melalui usaha-usaha kerakyatan dan keumatan,” lanjutnya.

Dalam tataran action, Kiai Ma’ruf berharap ada kemauan dari semua pihak, kerjasama dari pihak-pihak yang terkait dari masyarakatnya sendiri. Rakyatnya sendiri harus ada keinginan untuk memacu diri menjadi usahawan, baik itu dari kalangan industri, kalangan pertanian, kalangan keuangan sektor budaya budidaya pertanian, budidaya peternakan, budidaya kelautan, dan juga dari sektor jasa.

“Kita kembangkan dari masyarakat tadi termasuk juga dari kalangan santri, kita bangun untuk adanya santripreneur. Maka lahir istilah Gus Iwan atau santri bagus pinter ngaji juga usahawan,” jelasnya.

Tags: KH Ma'ruf AminPengusahaSantripreneur
ShareTweetPin

Related Posts

Hotel Tak Lagi Cukup Punya Kamar, PRISM Baca Perubahan—Industri Siap Ikut atau Tertinggal?

Hotel Tak Lagi Cukup Punya Kamar, PRISM Baca Perubahan—Industri Siap Ikut atau Tertinggal?

April 15, 2026
Jogja Printing Expo 2026 Perkenalkan Tinta Berbasis Air dan Mesin Hemat Energi

Jogja Printing Expo 2026 Perkenalkan Tinta Berbasis Air dan Mesin Hemat Energi

April 9, 2026
Jogja Food and Beverage Expo 2026 Hadirkan Ekosistem Industri Pangan Terintegrasi

Jogja Food and Beverage Expo 2026 Hadirkan Ekosistem Industri Pangan Terintegrasi

April 9, 2026
Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Serentak

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Serentak

March 27, 2026
Lonjakan Transaksi Digital 130% Jelang Lebaran Uji Ketahanan Operasional dan Pendapatan Perusahaan

Lonjakan Transaksi Digital 130% Jelang Lebaran Uji Ketahanan Operasional dan Pendapatan Perusahaan

March 23, 2026
Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

March 16, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Agar Mobil Nggak Ngambek Saat Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In