• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Sunday, May 10, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Penuhi Standar Akuntansi Keuangan dan Dapat Opini Wajar

reporter by reporter
March 4, 2025
in Ekonomi
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id – PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan memastikan laporan keuangan telah terlebih dahulu diaudit berlapis oleh lembaga pemerintah maupun independen.

Mengutip laporan hasil audit Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, Selasa, 4 Maret 2025, laporan keuangan PT Pupuk Indonesia (Persero) mendapat opini wajar dan sudah sesuai standar akuntansi.

RelatedPosts

Mesin Penghisap Uang Rakyat

Lintasarta 38 Tahun: Bisakah Beyond AI Factory Jadi Tulang Punggung Ekonomi AI Indonesia?

Pasar Property Jakarta Memasuki Fase Pertumbuhan Yang Berkelanjutan

“Menurut opini kami, laporan keuangan konsolidasian terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasian Grup tanggal 31 Desember 2023, serta kinerja keuangan konsolidasian dan arus kas konsolidasiannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia,” bunyi laporan hasil audit Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan.

Hasil audit tersebut sekaligus menjawab pemberitaan yang kurang tepat mengenai penyajian laporan keuangan Pupuk Indonesia.
Dalam proses audit, laporan keuangan Pupuk Indonesia telah di-review oleh auditor BPK RI AKN II sebagai bagian dari Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2023. Laporan tersebut telah selesai di-review oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingat Pupuk Indonesia memiliki obligasi.

Terkait dengan pemberitaan mengenai laporan keuangan Pupuk Indonesia, dapat dijelaskan beberapa hal sebagai berikut:

1.⁠ ⁠Tuduhan adanya rekening yang tidak disajikan dalam neraca senilai Rp7,978 triliun → Faktanya, seluruh dana telah dicatat dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca) pada “Aset Lancar Lainnya” sesuai standar akuntansi yang berlaku. Deposito berjangka lebih dari tiga bulan memang tidak dikategorikan sebagai kas dan setara kas, melainkan dikategorikan sebagai aset lancar lainnya. Sementara kas yang dibatasi penggunaannya merupakan saldo yang dialokasikan untuk Perjanjian Pelayanan Jasa Notional Pooling (PPJNP). Kedua hal tersebut telah tercatat di dalam laporan keuangan.

2.⁠ ⁠Tuduhan pencairan deposito sebesar Rp15,932 triliun yang tidak dilaporkan → Faktanya, perubahan saldo deposito telah dicatat secara transparan dalam laporan keuangan. Penurunan saldo dari Rp12,784 triliun menjadi Rp4,121 triliun telah dijelaskan oleh faktor-faktor seperti penempatan ke dalam deposito jatuh tempo lebih dari tiga bulan, penempatan kas dalam kategori kas yang dibatasi penggunaannya, serta pencairan lainnya yang sesuai dengan prinsip akuntansi.

Dengan demikian, seluruh laporan keuangan telah disusun dan disajikan secara transparan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.

ShareTweetPin

Related Posts

Grafis Judi Onlien dan Dampaknya Bagi Masyarakat Indonesia

Mesin Penghisap Uang Rakyat

May 10, 2026
Lintasarta 38 Tahun: Bisakah Beyond AI Factory Jadi Tulang Punggung Ekonomi AI Indonesia?

Lintasarta 38 Tahun: Bisakah Beyond AI Factory Jadi Tulang Punggung Ekonomi AI Indonesia?

May 7, 2026
Pasar Property Jakarta Memasuki Fase Pertumbuhan Yang Berkelanjutan

Pasar Property Jakarta Memasuki Fase Pertumbuhan Yang Berkelanjutan

May 6, 2026
Wajah Bisa Dipalsukan, Uang Bisa Raib: OJK Bongkar Ancaman Deepfake yang Mengintai Bank dan Fintech RI

Wajah Bisa Dipalsukan, Uang Bisa Raib: OJK Bongkar Ancaman Deepfake yang Mengintai Bank dan Fintech RI

April 29, 2026
Saat Retail Gadget Banyak Tumbang, Mengapa Urban Republic Bisa Bertahan 10 Tahun?

Saat Retail Gadget Banyak Tumbang, Mengapa Urban Republic Bisa Bertahan 10 Tahun?

April 29, 2026
Belajar dari Mie Ayam Bintang: 5 Strategi Scale Up Bisnis Kuliner dari Gerobak ke Franchise

Belajar dari Mie Ayam Bintang: 5 Strategi Scale Up Bisnis Kuliner dari Gerobak ke Franchise

April 28, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Agar Mobil Nggak Ngambek Saat Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In